Melalaikan Ayat - Ayat Kami

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Sesungguhnya orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan di dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan (QS. Yunus: 7-8).

Berbagai kejahatan di dunia ini seringkali dilakukan oleh insan-insan yang mabuk dunia. Kejahatan-kejahatan itu dijadikan alat untuk merengkuh kenikmatan dunia, yang dijadikan indah dalam pandangan kita manusia. Sebagaimana orang mabuk, perilakunya tentunya tak terkontrol. Tak sadar akan apa yang sedang dilakukan. Tak akan mampu memikirkan segala dampak buruknya, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Termasuk juga lupa mempersiapkan diri dengan bekal untuk menuju hari esok yang abadi di akhirat.

Bersyukurlah bagi orang-orang yang masih mampu menghindari diri dari terjerumus dalam mabuk dunia. Sebab, orang-orang yang beruntung ini masih dianugerahkan pikiran dan hati yang terang dalam memahami dan menghayati perilaku-perilaku orang-orang yang sedang mabuk dunia. Timbul rasa ngeri sekali melihatnya, sehingga takut dan berusaha untuk tidak terjerumus ke dalamnya. Sedangkan sebahagian yang lain, tak sadar telah ikut terperosok ke dalamnya. Ikut-ikutan melakukan kejahatan untuk memenuhi keinginan orang-orang yang sedang mabuk dunia.

Bahkan, dalam melakukan kejahatan tak ubahnya perilaku orang-orang kafir. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran, di antara ciri perilaku orang kafir ialah diberikan peringatan atau tidak, bagi mereka sama saja. Pintu hati dan telinga mereka sudah dikunci mati. Demikian juga penglihatan. Dan bagi mereka siksa yang amat berat (QS. Al Baqarah: 6-7). 

Sama sekali tak takut berbuat dosa, karena menganggap dosa bagaikan melihat lalat yang melewati batang hidungnya, kata Nabi SAW. Bila sudah merasa seperti ini, siapapun di antara kita menjadi bagian dari golongan tersebut. Na’uzubillah.

Apakah Mereka Merasa Aman

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Mengetahui sesuatu itu salah tetapi merasa senang melakukan dan mengulanginya, itulah yang bisa menimpa (sebahagiaan) manusia. Hal ini lazimnya terjadi pada yang bersifat menyenangkan hati atau memuaskan hawa nafsu. Itulah sebabnya bagi yang terlanjur terjebak, akan merasa seolah-olah aman dengan perbuatan itu, sehingga sulit untuk kembali kepada kebenaran. Azab seperti ini jarang disadari dan azab tiba-tiba dalam bentuk lain pun kadang hanya menyadarkan sesaat.

Pada contoh yang paling biasa terjadi, sebahagian orang yang senang dengan menyombongkan diri, misalnya dengan kata-kata, akan punya kecenderungan untuk terus seperti itu. Bila disaring dari setiap kata-kata yang dikeluarkan setiap hari, kebanyakannya bercampur dengan aroma kejahatan. Bila aroma kejahatan yang mengisi kata-kata sudah terlalu banyak, maka perlahan namun akan terjadi pengempisan isi kebaikan.

Demikian juga pada contoh orang-orang yang suka memperkaya diri dengan yang bukan haknya, akan cenderung tertarik dengan perbuatan itu lagi. Sebab, akan terasa terus tidak cukup dengan apa yang telah diperoleh, walau diberikan dua gunung emas, demikian Rasul memberi umpama. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan bahwa orang yang demikian akan terus merasa tidak cukup hingga tubuhnya telah berkalang tanah

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga). Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah, kecuali orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raaf: 99).

Blogger news

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About