Hanya Memikirkan Isi Perut

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Barangsiapa yang hanya memikirkan isi perutnya maka harga dirinya tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya” (Ali bin Abi Thalib r.a.).

Sebagaimana kebiasaan kebanyakan orang disaat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan pun demikian menyambut datangnya hari raya Idul Fitri, masyarakat baik didesa maupun dikota memiliki tradisi yang cukup unik. yakni membeli berbagai macam makanan dan pakaian secara besar-besaran pun demikian senada dengan hal tersebut beragai macam tokok makanan / kue serta pakaian tidak mau ketinggalan ikut memberikan kemudahan serta kemurahan dengan menawarkan diskon serta hadiah yang menarik. 

Bagi orang yang mampu, perayaan dan belanja besar besaran tersebut sungguh suatu hal yang membahagiakan. Namun tidak demikian dengan orang-orang yang tidak mampu, seperti anak yatim dan fakir miskin. Di sinilah orang-orang yang (tergolong) mampu, diuji kemampuannya untuk menunjukkan kepedulian.

Orang yang benar-benar mukmin tak akan mungkin membiarkan orang mukmin lainnya tak terpedulikan. Apalagi Rasulullah telah meningatkan bahwa antara satu orang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan tubuh yang satu. Perasaan sakit yang dirasakan di bagian tubuh sebelah sana akan dirasakan tubuh di sebelah sini. Sehingga tercipta rasa saling peduli. 

Lebih-lebih bulan ramadhan ialah bulan yang mengajak manusia meraih derajat taqwa dimana segala bentuk amal ibadah dinaikkan berlipat pahalanya bahkan didalamnya terdapat bulan yang lebih baik daripada seribu bulan. maka sudah semestinya bagi mereka yang beriman dan bertaqwa sebagaimana yang disebutkan dalam Alquran ialah memiliki kepedulian terhadap nasib orang lain dan bukan manusia kerdil, yang hanya memikirkan diri sendiri.

Rasulullah sendiri semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang paling peduli terhadap orang lain, baik yang telah terbuka hatinya untuk mengikutinya maupun yang belum.

Bahkan, beliau juga paling gigih menyerukan agar umat manusia saling peduli dan saling membantu, lebih-lebih terhadap orang fakir-miskin dan anak-anak yatim piatu. 

Bukan hanya itu, beliau juga mengajak untuk berbagi rahmat agar kita membiasakan diri peduli terhadap nasib orang lain. 

Wallahu A'lam

Min kok isinya nggak nyambung terus ya ...?

0 komentar:

Post a Comment

Blogger news

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About