Sucikanlah nama Tuhanmu

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi, yang menciptakan, dan menyempurnakan penciptaan-Nya,

dan yang menentukan kadar masing-masing dan memberi petunjuk

dan yang menumbuhkan rumput-rumputan, lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering
kehitam-hitaman

Kami akan membacakan Al Quran kepadamu maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,

orang yang takut kepada Allah akan mendapat pelajaran, dan orang-orang yang celaka akan menjauhinya Yaitu orang yang akan memasuki api yang besar.

Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak pula hidup.

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri dengan beriman dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.

Tetapi kamu (orang-orang kafir / celaka) memilih kehidupan duniawi.

Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, yaitu Kitab-kitab Ibrahim dan Musa

Al A´laa : 1 - 19
 
Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, dan diturunkan sesudah surat At Takwiir. Nama Al A´laa diambil dari kata Al A´laa yang terdapat pada ayat pertama, berarti Yang Paling Tinggi. Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu'ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu'man ibnu Basyir bahwa Rasulullah s.a.w. pada shalat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan shalat Jum'at membaca surat Al A´laa pada rakaat pertama, dan surat Al Ghaasyiyah pada rakaat kedua.

Pokok-pokok isinya :

Perintah Allah untuk bertasbih dengan menyebut nama-Nya. Nabi Muhammad s.a.w. sekali-kali tidak lupa pada ayat-ayat yang dibaca- kan kepadanya. Jalan-jalan yang menjadikan orang sukses hidup dunia dan akhirat. Allah menciptakan, menyempurnakan ciptaan-Nya, menentukan kadar-kadar, memberi petunjuk dan melengkapi keperluan- keperluannya sehingga tercapai tujuannya.
Surat Al A´laa mengemukakan sifat-sifat Allah s.w.t dan salah satu sifat Nabi Muhammad s.a.w. dan orang-orang yang akan mendapat kebahagiaan di akhirat.

Hasil Jerih Payah Tangan Sendiri

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Tidaklah seorangpun memakan makanan sama sekali yang lebih bagus dari memakan dari hasil kerja tangannya sendiri.” (HR. Imam Bukhari).
Jika karena alasan kelambanan dalam bergerak, mungkin siput tak akan mampu mengejar rezeki. Jika karena kependekan tubuh, mungkin semut tak akan mampu menjangkau rezeki yang ditempatkan di tempat-tempat tinggi.

Tapi ternyata, semua binatang, dengan izin Allah, mendapat jatah rezeki dengan caranya masing-masing. Tapi ada hal lain yang amat penting dicermati, yaitu binatang-binatang itu berusaha bergerak setiap hari untuk meraih rezeki masing-masing.

Kenyataan ini sepatutnya membuat kita manusia sebagai makhluk yang diciptakan jauh lebih sempurna ketimbang hewan dan dianugerahi akal pikiran, merasa malu bila malas bergerak untuk mencari rezeki. Dengan akal, banyak sumber rezeki bisa dipikirkan atau diupayakan. Jangan merasa malu mencari rezeki, asalkan halal statusnya. 

Apalagi telah diperintahkan oleh Allaah Subhanahu Wata'ala didalam Al Quran Surah Al Jumu'ah yang dalam bahasa Indonesianya kurang lebih “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezeki yang halal) dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (QS. al-Jumu’ah: 10).

Hal ini juga telah diingatkan oleh Rasulullah Sholallahu 'Alaihi Wasallam, seutama-utama rezeki yang dimakan dan dipakai adalah hasil keringat sendiri (HR. Imam Bukhari).

Bahkan, Rasulullah memberikan penghargaan kepada orang-orang yang bergerak untuk mencari rezeki, meskipun berprofesi sebagai pengumpul kayu bakar. Rasulullah menyebutkan bahwa orang-orang yang mencari rezeki dengan mengumpulkan kayu bakar dan ditaruh di atas punggyungna untuk dijual lebih baik daripada orang yang bekerja meminta-minta kepada orang lain (HR. Imam Bukhari & Imam Muslim).

Menjadi Dewasa Karena Masalah

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Seorang mukmin tidak akan tersengat dua kali dalam satu lubang” (HR. Imam Bukhari & Imam Muslim).

Hidup ini bukan dalam ruang hampa. Banyak tumbuh-tumbuhan, hewan, peristiwa, penyakit, masalah hidup, bencana, dan lain-lain yang ikut mewarnai kehidupan kita. Semua itu bisa menjadi tantangan sekaligus sumber inspirasi untuk kemajuan. 

Dokter menjadi maju ilmunya di bidang medis karena tertantang berbagai macam penyakit yang harus ditanggulanginya. Manusia menjadi dewasa karena berhadapan dengan berbagai masalah yang harus diselesaikannya. Para relawan menjadi mahir bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan cepat karena sering berhadapan dengan bencana alam yang harus ditanggapinya. 

Namun, tentunya semua itu bukan tanpa proses.

Sejumlah ayat dalam Alquran juga menggugah manusia untuk menggunakan akal untuk sebagai prosesnya. Misalnya, “Apakah kamu tidak memikirkannya?” (QS. Yaa sin: 62; Ash Shaaffat: 138, 155; Yunus: 16), “Apakah kamu tidak memperhatikannya?” (QS. Adz Dzariyat: 21), “Apakah kamu tidak memahaminya?” (QS. Al Mu’minun: 80). Dan sangat banyak pertanyaan lain yang sejenis, yang intinya mengajak manusia untuk memperhatikan, memikirkan, memahami, hingga melakukan tindakan nyata.

Semua tindakan nyata itu akan menghasilkan berbagai pengalaman berharga yang amat penting bagi manusia dalam hidup ini. Pengalaman itu sepantasnya membuat manusia (lebih) bijak dalam memilih apa yang terbaik baginya dan bagi umat dalam skala yang lebih luas. 

Tidak sepantasnya bagi seorang mukmin mengalami kekecewaan berkali-kali dalam hal yang sama. Kesalahan yang pernah dilakukan jangan sampai terulang, karena itu seringkali akan menimbulkan dampak-dampak yang tidak diinginkan. Dengan kata lain, pengalaman tidak akan berharga jika tidak mampu dihargakan.

Hanya Memikirkan Isi Perut

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Barangsiapa yang hanya memikirkan isi perutnya maka harga dirinya tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya” (Ali bin Abi Thalib r.a.).

Sebagaimana kebiasaan kebanyakan orang disaat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan pun demikian menyambut datangnya hari raya Idul Fitri, masyarakat baik didesa maupun dikota memiliki tradisi yang cukup unik. yakni membeli berbagai macam makanan dan pakaian secara besar-besaran pun demikian senada dengan hal tersebut beragai macam tokok makanan / kue serta pakaian tidak mau ketinggalan ikut memberikan kemudahan serta kemurahan dengan menawarkan diskon serta hadiah yang menarik. 

Bagi orang yang mampu, perayaan dan belanja besar besaran tersebut sungguh suatu hal yang membahagiakan. Namun tidak demikian dengan orang-orang yang tidak mampu, seperti anak yatim dan fakir miskin. Di sinilah orang-orang yang (tergolong) mampu, diuji kemampuannya untuk menunjukkan kepedulian.

Orang yang benar-benar mukmin tak akan mungkin membiarkan orang mukmin lainnya tak terpedulikan. Apalagi Rasulullah telah meningatkan bahwa antara satu orang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan tubuh yang satu. Perasaan sakit yang dirasakan di bagian tubuh sebelah sana akan dirasakan tubuh di sebelah sini. Sehingga tercipta rasa saling peduli. 

Lebih-lebih bulan ramadhan ialah bulan yang mengajak manusia meraih derajat taqwa dimana segala bentuk amal ibadah dinaikkan berlipat pahalanya bahkan didalamnya terdapat bulan yang lebih baik daripada seribu bulan. maka sudah semestinya bagi mereka yang beriman dan bertaqwa sebagaimana yang disebutkan dalam Alquran ialah memiliki kepedulian terhadap nasib orang lain dan bukan manusia kerdil, yang hanya memikirkan diri sendiri.

Rasulullah sendiri semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang paling peduli terhadap orang lain, baik yang telah terbuka hatinya untuk mengikutinya maupun yang belum.

Bahkan, beliau juga paling gigih menyerukan agar umat manusia saling peduli dan saling membantu, lebih-lebih terhadap orang fakir-miskin dan anak-anak yatim piatu. 

Bukan hanya itu, beliau juga mengajak untuk berbagi rahmat agar kita membiasakan diri peduli terhadap nasib orang lain. 

Wallahu A'lam

Min kok isinya nggak nyambung terus ya ...?

Pendapat Tentang Larangan Rokok

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” (QS. Al-Ahzab: 58).

Di antara ciri penting insan yang benar benar beriman sebagaimana yang telah disebutkan oleh Rasulullah didalam sejumlah haditsnya, ialah tidak melakukan perbuatan yang mendatangkan kemudharatan terhadap diri sendiri dan orang lain. Dalam Alquran juga diingatkan, “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-Baqarah: 195). 

Menurut para ahli kesehatan, di antara perbuatan yang menimbulkan kemudharatan kesehatan yang besar terhadap pelakunya, juga terhadap banyak orang lain, ialah merokok. Namun, perbuatan inilah yang tak mau dihindari oleh sebahagian kita.

Memang ada di antara manusia di muka bumi ini yang begitu tinggi ketidakmautahuannya. Kalau suatu perbuatan dirasakan menyenangkan hati, tak mau peduli berapapun dampak buruk dari perbuatannya. Bahkan tak mau tahu sejauhmana orang lain telah teraniaya berkali-kali oleh perbuatannya. 

Anehnya, perbuatan menganiaya tersebut  terus-menerus dilakukan siang malam bahkan, perbuatan itu dilakukan hingga akhir hayatnya

Padahal setiap orang yang akan meninggal dunia idealnya telah terampuni segala dosanya, termasuk dosa-dosa akibat mengganggu orang lain. Namun, sungguh sulit tentunya meminta maaf terhadap ribuan hingga jutaan orang yang telah terganggu dengan satu perbuatan saja. Belum lagi dengan perbuatan yang lain.

Dengan demikian, benarlah adanya bila Rasulullah berkali-kali mengingatkan agar tidak mengganggu sesama. Di antara sabdanya, “Wahai sekalian orang yang telah berislam dengan lisannya namun belum masuk keimanan ke dalam hatinya. Janganlah kalian mengganggu kaum muslimin...” (HR. At-Tirmidzi).

Sumber Aceh tribunnews (maaf yang merokok ^_^ bukan memojokkan karena saya juga merokok ini hanya sekedar posting saja)

 Wallahu A'lam

Kemurahan Allah Tidak Dapat Dihalangi

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Allah Subhanahu Wata'ala menjanjikan akan memberikan kemurahan-Nya kepada dua golongan yakni bagi mereka yang mengejar kenikmatan dunia ini saja serta melupakan kehidupan akherat dan kepada mereka yang mengejar akherat dengan sedikit saja mengambil kenikmatan didunia dan kepada masing masing mereka dijanjikan kemurahan , kemudahan dari Allah Subhanahu Wata'ala dan hal tersebut tidak dapat dihalangi oleh siapapun dan apapun kecuali hanya Dia. 

Allaah Subhanahu Wata'ala menegaskan janji Nya tersebut secara tersurat didalam surah al israa' ayat 18 - 21 dimana bagi mereka yang mengharapkan akan kenikmatan dan atau kemewahan duniawi maka akan disegerakan didunia ini apa yang mereka inginkan dan mereka usahakan namun demikian telah ditentukan bagi mereka jahannam kelak di akherat. 

Sedangkan bagi mereka yang menginginkan kehidupan akherat dan berusaha dengan sungguh - sungguh menempuh jalan tersebut maka sudah barang tentu akan diberikan kepada mereka balasan yang baik 

Dalam surah tersebut secara tersurat jelas sekali dapat kita lihat bahwa sifat rahman Allaah Subhanahu Wata'ala tidak terbatas hanya kepada mereka yang beriman kepada negeri akherat sahaja akan tetapi mereka yang hanya menginginkan dunia ini saja juga mendapatkan kemurahan dari Nya.

Namun demikian tidaklah mereka yang hanya menginginkan kehidupan duniawi ini nantinya dinegeri akherat akan mendapatkan sifat Rahiim Allaah yang mana hal tersebut hanya dikhususkan bagi mereka yang beriman dan berusaha dengan sungguh - sungguh mengharap kemurahan Allaah kelak di negeri akherat.

Dua jalan telah disediakan Allaah Subhanahu Wata'ala yakni jalan bagi mereka yang diberi kenikmatan atau jalan mereka yang dimurkai dan sesat tergantung kepada masing - masing orang mau menempuh jalan yang mana kepada masing - masing mereka yang menempuh jalan tersebut pun telah disediakan musibah dan cobaan serta kenikmatan dan kemudahan oleh Allaah Subhanahu Wata'ala.

Hanya dinegeri akherat sahaja kelak disempurnakan pembalasan / perhitungan segala bentuk perbuatan dan tidak luput walau sekecil apapun.

Wallahu A'lam

Seakan Akan UntukTerakhir Kalinya

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Apabila kamu mengerjakan shalat, lakukanlah shalatmu itu seakan-akan terakhir kalinya (berpamitan untuk mati)” (HR. Imam Ahmad & Ibnu Majah).

Setiap kejadian bisa menghasilkan makna bagi orang yang mau merenunginya. Termasuk kejadian jatuhnya pesawat Sukhoi di Bogor yang menimbulkan kematian bagi seluruh penumpangnya. Beberapa menit sebelum kejadian tersebut, para penumpang itu begitu bergembira dan bahkan berfoto beragam gaya, samasekali tak menyangka kalau sebentar lagi akan menuju alam baqa. 

Seandainya mengetahui itu saat-saat terakhir hidup di dunia ini, besar kemungkinan mereka akan bersedih dan gelisah dan tentunya akan dipenuhi dengan keharuan seluruh keluarga dan Satu hal lagi yang paling penting, yaitu mereka akan bersegera untuk menyempurnakan segala bentuk amal ibadahnya.

Siapapun orangnya jikalau mereka mampu dan mau mengingat diri sedang berada di ujung usia, pastinya tidak akan melewatkan setiap detik didalam kehidupannya dengan sia-sia, kecuali untuk melakukan segala bentuk amal ibadahnya dengan sesempurna dan sesering mungkin. Terutama, menyempurnakan niatnya dengan penuh keikhlasan karena Allah, menjaga bacaannya, serta melaksanakan syarat dan rukun yang lain dengan sebaik baik nya. 

Selain itu mencari rezeki yang halal dimana hal tersebut juga bernilai ibadah serta dimintai pertanggungan jawab, maka siapapun akan menjauhi diri dari hal-hal yang dapat merusak kehalalan rezekinya. Termasuk juga membersihkan rezekinya dengan mengeluarkan hak-hak orang lain. Sebab, ada rasa kuatir kalau apa yang dilakukannya sia-sia atau tidak diterima Allah, bila tidak dilakukan dengan sempurna dan atau menggunakan harta yang tidak halal.

Namun demikian ... 

Tentunya tidak ada sesiapapun yang dapat mengetahui kapan umurnya berada dalam masa terakhir. oleh karenanya, hendaklah kita sesering mungkin mengingat kematian dan selalu ingat bahwa kehidupan saat ini hanyalah persinggahan sementara sebagaimana yang telah disarankan oleh Rasulullah dalam melakukan amal ibadah sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan yang lebih luas. 

Yaitu, berusaha menjalankan hidup seakan-akan sedang berada di saat-saat terakhir, sehingga tidak menjalankannya kecuali yang diridhai Allah Subhanahu Wat'aala

Wallahu A'lam

Meninggalkan Perbuatan Sia – Sia

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Di antara tanda baiknya keislaman seseorang ialah ia meninggalkan segala yang tidak bermanfaat untuknya” (HR. Tirmidzi).

Menghabiskan sisa dan atau jatah umur yang telah disediakan hanya untuk melakukan satu perbuatan yang tidak bermanfaat adalah satu dari sekian banyak hal yang amat sangat ditakutkan serta dapat kiranya dijauhi oleh setiap orang yang beriman.

Perbuatan dan atau perkataan sia-sia seperti perkataan dan atau percakapan maupun diskusi atau sharing yang sama sekali tidak memberikan manfaat , hingga meraih ilmu dan harta yang tidak memberi manfaat. Misalnya, membicarakan dan atau membahas ilmu dan atau harta dengan penuh kelelahan pikiran dan jasmani yang pada dasarnya tidak menambah sedikitpun keimanan atau ketaatan kepada Allah subhanahu wata'ala akan tetapi justru malah menjauhkan seseorang dari jalan-Nya dan menuruti keinginannya.

Seperti lazimnya, ilmu dan juga harta yang tidak bermanfaat sama sekali akan terwujud kepada perilaku pemiliknya dimana seiring dengan bertambahnya ilmu dan harta maka akan semakin bertambah pula keangkuhan seseorang sehingga pada akhirnya ilmu dan harta yang dimiliki akan menjadikan biang kesombongan pada seseorang.

Hal Ini terjadi karena seseorang dalam menuntut ilmu kemudian tidak diniati karena dan untuk menggapai Ridha Allah Subhanahu Wata'ala. Dan atau meraih harta yang mana harta tersebut adalah berasal dari sumber yang haram sehingga berbahaya untuk dikonsumsi maupun tidak bermanfaat apabila disedekahkan.

Kalau sahaja kita mau merenungi, memikirkan dan kemudian sedikit memahami bahwa meraih ilmu dan juga harta dengan niat dan jalan yang demikian adalah salah satu di antara sekian banyak bentuk penyalahgunaan pemberian Allah Subhanahu Wata'ala.

Dengan demikian, sejatinya siapapun yang berusaha untuk menuntut ilmu dan meraih harta dengan tanpa diniati untuk meraih Ridha dan digunakan dijalan Allaah Subhanahu Wat'ala adalah merupakan hal yang sifatnya sia-sia dan juga berdampak terhadap melemahnya keislaman seseorang.

Pembantu Yang Mukmin Lebih Pantas Untuk Dinikahi

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. 

Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. 

Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya perintah-perintah-Nya kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. 


Pokok-pokok hukum perkawinan dan atau larangan bagi seorang lelaki mu'min untuk menikahi wanita yang musyrik walaupun menarik (baik cantik , kaya , maupun cerdas serta berkedudukan tinggi) dan alangkah lebih baik serta lebih utama menikahi seorang budak / pembantu yang mu'min. 

Hikmah dan atau pelajaran yang bisa diambil dari dilarangnya seorang mukmin laki - laki untuk menikahi perempuan yang musyrik sekaligus dijelaskan dalam ayat diatas dimana mereka (wanita yang musyrik akan mengajak kepada jalan menuju neraka) sedangkan pembantu yang mu'min akan mengajak sang lelaki ke jalan menuju syurga dan ampunan Allaah. 

Wallahu A'lam

Blogger news

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About