Showing posts with label Tokoh Agama. Show all posts
Showing posts with label Tokoh Agama. Show all posts

Dunia di akhir-akhir zaman ini

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Dunia di akhir-akhir zaman ini, manusia sudah tidak lagi merasa segan dan malu malahan seperti kemarukkan dikerasukkan nafsu diri sendiri jua, luntur iman dan lentur diri terikutan tunjukkan telunjukkan kebodohan, kejahilan, kemunafikan, kemaksiatan dan lain-lain kelakuan diri yg dapat menjerumuskan diri kedalam api kenerakaan.

Ingatlah pesan Nabi Muhammad S.A.W melalui hadis-hadits nya mengenai peristiwa Akhir Zaman...

Akan timbul di akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka menunjukkan kepada orang lain pakaian yang dibuat daripada kulit kambing (berpura-pura zuhud dari dunia) untuk mendapat simpati orang ramai, dan percakapan mereka lebih manis daripada gula.

Padahal hati mereka adalah hati serigala (mempunyai tujuan-tujuan yang jahat). Allah Subhanahu Wata'ala Berfirman kepada mereka. Apakah kamu tertipu dengan kelembutan Ku?, Ataukah kamu terlampau berani berbohong kepada Ku ?.

Demi kebesaran Ku, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim (cendikiawan) pun akan menjadi bingung (dengan sebab fitnah itu)?.

Dari Berbagai sumber 

NU Tidak Mau Terjebak Kontroversi Gaga L

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menjawab pertanyaan sejumlah kalangan mengenai sikap NU terkait rencana kedatangan diva pop Lady Gaga ke Indonesia. Kiai Said menegaskan NU tidak menolak dan tidak mendukung rencana kegiatan tersebut.

"Mereka yang mendatangkan (Lady Gaga) itu ada sponsornya, ada kekuatan politik di belakangnya. Dan mereka yang menolak juga memiliki sponsor dan dukungan politik. Saya mewakili NU menyatakan kami ada di tengah, tidak mendukung salah satunya," tegas Kiai Said di hadapan pengurus PCNU dalam kegiatan Kunjungan Kerja PBNU ke PWNU Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (26/5).

Pertanyaan sejumlah kalangan atas sikap NU tersebut mengemuka setelah Kiai Said sebelumnya menyampaikan pandangan yang dinilai abu-abu di acara Indonesia Lawyer Club TV One beberapa saat lalu. Saat itu Kiai Said mengatakan sekalipun yang datang ke Indonesia seribu Lady Gaga, keimanan warga NU tidak akan goyah.

"Saya berkata demikian karena tidak ingin terperangkap jebakan politik. Saya ingin NU tetap ada di tengah, tidak terjebak perangkap mereka yang mendatangkan ataupun yang menolak. Mohon itu bisa dipahami dengan benar," tambah Kang Said, demikian Kiai Said disapa.

Kang Said juga menyampaikan, dirinya secara pribadi maupun sebagai Ketua Umum PBNU tidak memiliki kepentingan dengan rencana kedatangan dan penolakan Lady Gaga. "Percayalah, saya secara pribadi, dari dalam hati juga tidak suka, juga tidak berkepentingan dengan Lady Gaga. Kalaupun ada tawaran menonton, gratis dan dijemput sekalipun, saya akan menolaknya. Bagaimanapun saya juga lulusan Lirboyo, pernah nyantri di Krapyak yang masih mengerti norma-norma Islam yang benar," tandasnya.

Dalam keterangannya Kang Said juga mengatakan, makna seni sesungguhnya adalah yang mengangkat harkat dan martabat manusia. Kesenian seperti yang ditampilkan Lady Gaga adalah salah satu yang menjatuhkan martabat manusia dan harus ditolak.

"Tapi tidak hanya Lady Gaga yang harus ditolak. Tari perut dari Mesir, atau penyanyi dari Arab sekalipun, kalau tampil telanjang kita harus menolaknya. Saya mengatakan ini tidak atas dasar agama, tidak karena mendukung kelompok tertentu, tapi atas dasar makna seni secara umum, yang apabila menjatuhkan martabat manusia itu harus ditolak," pungkas Kang Said.

Keajaiban Alm Gus Dur

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Sumber Nu.or.id Penulis: Mukafi Niam


Bagi anak-anak muda NU yang aktif di PMII, Gus Dur merupakan idola sekaligus panutan. Jika ada orang-orang yang berusaha menghina tokohnya ini, merekalah yang paling pertama tampil dimuka membelanya.

Bagi anak mahasiswa seperti mereka, seorang idola harus memiliki pemikiran yang cemerlang, tapi Gus Dur melampaui itu. Keajaiban dan karomah-karomahnya membuat mereka sendiko dawuh apa kata Gus Dur.

Andi Najmi Fuadi, ketua LPBHNU memiliki sebuah pengalaman yang mengesankan semasa ia masih menjadi kader PMII yang saat itu Gus Dur sedang memimpin NU pada periode yang kedua atau tahun 90-an.

Waktu itu, Gus Dur diundang untuk memberi ceramah di masjid Agung Brebes, daerah kelahirannya. Bagi orang kampung, siapapun di Jakarta tentu dianggap memiliki hubungan yang bagus dengan Gus Dur.

Karena itulah, begitu Gus Dur sampai di tempat, ia segera diberi tahu teman-temannya agar segera menemui Gus Dur. Segera saja ia cium tangan Gus Dur sambil memperkenalkan diri

“Saya dari PMII Jakarta Gus, tapi asli Brebes sini”

Gus Dur pun memberi pesan

“Oh ya, nanti rencananya Habib Lutfi Pekalongan juga mau datang, sekarang ada di Jatibarang, tempatnya Syeikh Muhammad. Tolong dijemput disana ya. Bilangin ya, yang nyuruh Gus Dur“

Berbagai pertanyaan pun muncul dalam pikiran, bagaimana Gus Dur tahu Habib Lutfi ada di Jatibarang, padahal waktu itu belum ada HP untuk menentukan posisi sudah dimana. Tapi kerena ini perintah ketua umum PBNU, tentu ia hanya bisa bilang “Ya Gus. Siap“

Segera saja, ia berangkat bersama sopir yang telah disediakan panitia dengan menempuh perjalanan sekitar 2.5 jam. Mereka langsung menuju rumah Syeikh Muhammad dan begitu sampai disana, ternyata habib Lutfi memang benar sedang bertamu.

“Ngak tahu bagaimana Ya, Gus Dur bisa seperti itu, tapi memang terbukti benar”

Terjadi Proses Pendangkalan Ajaran Agama

Posted by "membaca Al Quran 1 komentar
Jakarta Menteri Agama H Suryadharma Ali menyatakan prihatin atas tayangan prihatin atas tayangan televisi yang umumnya ‘kurang mendidik’. Tayangan televisi yang sebelumnya diisi oleh para pakar Islam, seperti KH Quraish Shihab, sudah tersingkir dan kalah oleh kiai-kiai atau ustadz yang lucu-lucu. Bahkan, pada bulan Ramadhan, tayangan televisi menampilkan “badut-badut” yang menjadi banyak tertawaan orang.

“Ini jelas sudah terjadi proses pendangkalan ajaran agama yang sangat masif,” ucap Menag ketika membuka “Silaturahim Nasional dan Halaqah Kebangsaan: Penguatan Peran Kiai di Tengah Pusaran Masalah Keumatan, Keagamaan, dan Kebangsaan” yang diikuti para kiai se Indonesia di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, Jumat (18/5).

Hadir Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Mejelis Silaturahim Kyai dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia (DPP MSKP3I) yang juga Pimpinan Pondok Pesantren As-Shiddiqiyah KH Noer Muhammad Iskandar, SQ.

Menurut Menag, pada bulan Ramadhan, seharusnya stasiun televisi menyiarkan hal-hal yang dapat meningkatkan keimanan dan keagamaan. “Bulan Ramadhan adalah bulan berkah dan bulan ampunan yang seharusnya diisi dengan tadarus. Ini harus diperkuat dengan tayangan telvisi yang bernuansa Islami, bukan menampilkan ‘badut-badut’,” ucap Menag.

Menag mengharapkan tayangan televisi menampilkan nuansa Islami yang diisi oleh para pakar dan ulama sesuai bidangnya, seperti ahli tafsir, ahli hadits, ahli fiqih dan lain-lain. “Sekarang ini tayangan dakwah di televisi lebih banyak ditonton oleh umat Islam dibandingkan tabligh akbar atau ‘istighasah’ yang jumlahnya terbatas pada satu lokasi.”

Menag mengatakan, keberadaan rumah ibadah umat Islam beberapa tahun ini bertambah hanya 54 persen. Kalah besar dengan pertambahan rumah ibadah agama lain, seperti Katolik 133 persen, Protestan 153 persen, Hindu 300 persen dan Buddha 400 persen. “Jadi walaupun penduduk Indonesia ini mayoritas beragama Islam, tetapi pertumbuhan rumah ibadahnya hanya 54 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Mejelis Silaturahim Kyai dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia (DPP MSKP3I) KH Noer Muhammad Iskandar, SQ mengatakan, kiai dan pengasuh pondok pesantren mempunyai peran yang strategis tidak hanya dalam kehidupan beragama, tapi juga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam kehidupan beragama, kata KH Noer, kiai dan pengasuh pesantren sebagai penerus perjuangan penyebar Islam di tanah air memiliki peran yang sangat strategis. Berkat kiprah para kiai dan pengasuh pondok pesantren tumbuh dan berkembangnya ajaran Islam ditentukan. Dalam kehidupan bermasyarakat kiai dan pengasuh pondok pesantren menjadi rujukan utama masyarakat dalam kegiatan sosial maupun perekonomian.

“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara peran kiai dan pengasuh pondok pesantren pun diakui, sejak masa perjuangan melawan penjajah, perjuangan mencpai kemerdekaan maupun perjuangan mengisi kemerdekaan,” papar KH Noer.

Tujuan halaqah ini, kata KH Noer, kiai dan pengasuh pondok pesantren berperan aktif dan strategis dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Maksudnya, menyamakan persepsi dan pemahaman kalangan kiai dan pengasuh pondok pesantren mengenai peran dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah kehidupan beragama, bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Selain itu, menumbuhkan kesadaran kalangan kiai dan pengasuh pondok pesantren mengenai kemampuan dirinya dalam menjalankan perannya dalam berbagai aspek kehidupan nyata seperti upaya pemberantasan korupsi, deradikalisasi agama maupun dalam menyikapi munculnya berbagai aliran keagamaan.

Sumber Kementrian Agama RI

Merindukan Mati Syahid

Posted by "membaca Al Quran 1 komentar
Menjelang shubuh, Khalifah Umar bin Al Khathab berkeliling kota membangunkan kaum muslimin untuk shalat shubuh. Ketika waktu shalat tiba, beliau sendiri yang mengatur saf (barisan) dan mengimami para jamaah.

Pada shubuh itu, tragedi besar dalam sejarah terjadi. Saat Khalifah mengucapkan takbiratul ihram, tiba-tiba seorang lelaki bernama Abu Lu'luah menikamkan sebilah pisau ke bahu, pinggang, dan ke bawah pusar beliau. Darah pun menyembur.

Namun, Khalifah yang berjuluk "Singa Padang Pasir" ini bergeming dari kekhusyukannya memimpin shalat. Padahal, waktu shalat masih bisa ditangguhkan beberapa saat sebelum terbitnya matahari. Sekuat apa pun Umar, akhirnya ambruk juga. Walau demikian, beliau masih sempat memerintahkan Abdurrahman bin 'Auf untuk menggantikan posisinya sebagai imam.

Beberapa saat setelah ditikam, kesadaran dan ketidaksadaran silih berganti mendatangi Khalifah Umar. Para sahabat yang mengelilinginya demikian cemas akan keselamatan Khalifah.

Salah seorang di antara mereka berkata, "Kalau beliau masih hidup, tidak ada yang bisa menyadarkannya selain kata-kata shalat!"

Lalu, yang hadir serentak berkata, "Shalat, wahai Amirul Mukminin. Shalat telah hampir dilaksanakan."

Beliau langsung tersadar, "Shalat? Kalau demikian di sanalah Allah. Tiada keberuntungan dalam Islam bagi yang meninggalkan shalat." Lalu, beliau melaksanakan shalat dengan darah bercucuran. Taklama kemudian, sahabat terbaik Rasulullah saw. ini pun wafat.

Sebenarnya, apa yang terjadi pada Umar Al Faruq ini adalah buah dari doa yang beliau panjatkan kepada Allah Swt. Alkisah, suatu ketika, saat sedang wukuf di Arafah, beliau membaca doa, "Ya Allah, aku mohon mati syahid di jalan-Mu dan wafat di negeri Rasul-Mu (Madinah)." (HR Malik)

Sepulangnya dari menunaikan ibadah haji, Umar pun menceritakan soal doanya itu kepada salah seorang sahabatnya di Madinah. Sahabat itu pun berkomentar, "Wahai Khalifah, jika engkau berharap mati syahid, tidak mungkin di sini. Pergilah keluar untuk berjihad, niscaya engkau bakal menemuinya."

Dengan ringan, Umar menjawab, "Aku telah mengajukannya kepada Allah. Terserah Allah."

Keesokan harinya, saat Umar mengimami shalat shubuh di masjid, seorang pengkhianat Majusi bernama Abu Lu'luah itu menghunuskan pisaunya ke tubuh Umar yang menyebabkan beliau mendapat tiga tusukan dalam dan tubuhnya pun roboh di samping mihrab.

Seperti itulah, Allah telah mengabulkan doa Umar bin Al Khathab untuk bisa syahid di Madinah dan dimakamkan berdampingan dengan Rasulullah saw. dan Abu Bakar Ash Shiddiq.

Dari MMS

Rabithah Alawiyah

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Rabithah Alawiyah adalah suatu organisasi massa Islam yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Pada umumnya organisasi ini mengimpun WNI keturunan Arab, khususnya yang memiliki keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW. Organisasi ini berdiri pada tanggal 27 Desember 1928 tidak lama setelah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Latar belakang

Berdirinya Rabithah Alawiyah, dilatar belakangi dengan terbentuknya perkumpulan Jamiatul Khair di Kampung Arab, Pekojan, Jakarta Barat. Disamping memiliki perguruan Islam, yang kini menyebar di berbagai daerah, Rabithah Alawiyah juga telah memiliki Panti Asuhan Daarul Aitam di Jakarta (1931), dan kini berkembang ke Pekalongan serta Banda Aceh.

Seperti dikemukakan dalam brosur Rabithah Alawiyah, perkembangan kegiatan masyarakat Alawiyin khususnya keturunan Arab dan keturunan Arab umumnya mengikuti pasang surutnya pergerakan politik di Indonesia. Di antara mereka banyak yang terjun ke bidang politik, bergabung dalam organiasi Partai Arab Indonesia (PAI). Setelah proklamasi kemerdekaan dan PAI dibubarkan, mereka berkiprah di partai-partai politik sesuai hati nurani masing-masing. Sedangkan Rabithah Alawiyah sebagai kelanjutan dari Jamiatul Khair tetap bergerak pada bidang sosial kemasyarakatan.

Tujuan organisasi

Tujuan Arabithah seperti dicetuskan 78 tahun lalu adalah untuk memelihara dan meningkatkan harkat dan martabat umat Islam Indonesia, khususnya keluarga Alawiyin melalui usaha-usaha sosial kemasyarakatan dan pendidikanserta dakwah Islamiyah. Menyadari sepenuhnya pentingnya bidang pendidikan, Rabithah telah melaksanakan program anak asuh yang belajar di tingkat SD, SLTP, SLTA, dan universitas.

Kepengurusan 2006-2011

Dihadiri 35 cabangnya dari berbagai tempat di Indonesia, Rabithah Alawiyah belum lama berselang telah melangsungkan muktamar ke-22 di Jakarta. Organisasi yang menghimpun para habaib ini berdiri sejak Desember 1928 atau 78 tahun lalu, tidak lama setelah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dikumandangkan.

Dalam kepengurusan selama lima tahun mendatang, muktamar yang dihadiri tidak kurang dari 250 peserta itu, telah memilih Zen Umar Smit sebagai ketua umum dan Muhsin Idrus Alhamid sebagai wakil ketua umum. Mereka didampingi empat wakil ketua, masing-masing Habib Rizieq Shihab, Anis Hadi Assegaf, Ismet Abdullah Alhabsyi, dan Dr Ahmad Alkaff. Sekretaris umumnya adalah Umar Faruk Azzahir dan bendahara Abdulkadir Assegaf

Wallahu A'lam

Memberikan Pemahaman Islam

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Persatuan Islam (disingkat Persis) adalah sebuah organisasi Islam di Indonesia. Persis didirikan pada 12 September 1923 di Bandung oleh sekelompok Islam yang berminat dalam pendidikan dan aktivitas keagamaan yang dipimpin oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus.

Persis didirikan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman Islam yang sesuai dengan aslinya yang dibawa oleh Rasulullah Saw dan memberikan pandangan berbeda dari pemahaman Islam tradisional yang dianggap sudah tidak orisinil karena bercampur dengan budaya lokal, sikap taklid buta, sikap tidak kritis, dan tidak mau menggali Islam lebih dalam dengan membuka Kitab-kitab Hadits yang shahih. Oleh karena itu, lewat para ulamanya seperti Ahmad Hassan yang juga dikenal dengan Hassan Bandung atau Hassan Bangil, Persis mengenalkan Islam yang hanya bersumber dari Al-Quran dan Hadits (sabda Nabi).

Organisasi Persatuan Islam telah tersebar di banyak provinsi antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Bengkulu, Riau, Jambi, Gorontalo, dan masih banyak provinsi lain yang sedang dalam proses perintisan. Persis bukan organisasi keagamaan yang berorientasi politik namun lebih fokus terhadap Pendidikan Islam dan Dakwah dan berusaha menegakkan ajaran Islam secara utuh tanpa dicampuri khurafat, syirik, dan bid'ah yang telah banyak menyebar di kalangan awwam orang Islam.

Tokoh Tokoh Persatuan Islam
  • Muhammad Isa Anshary Politikus dan Pejuang Indonesia.
  • Mohammad Natsir Mantan Perdana Menteri Indonesia
  • KH. Ahmad Hassan Teman Debat Soekarno Ketika di Bandung
  • Haji ZamZam Pendiri Persis
  • Haji Mohammad Yunus Pendiri Persis
  • KH.Shidiq Amien Mantan Ketua Umum persis
  • KH.Ikin Shadikin Ulama Terkemuka Persis
  • KH. Usman Sholehudin Ketua Dewan Hisbath
Wallahu A'lam

Al Imam Abul Husain Muslim

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Al-Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi (أبو الحسين مسلم بن الحجاج القشيري النيشابوري), atau sering dikenal sebagai Imam Muslim (821-875) dilahirkan pada tahun 204 Hijriah dan meninggal dunia pada sore hari Ahad bulan Rajab tahun 261 Hijriah dan dikuburkan di Naisaburi.

Beliau juga sudah belajar hadis sejak kecil seperti Imam Bukhari dan pernah mendengar dari guru-guru Al Bukhari dan ulama lain selain mereka. Orang yang menerima hadis dari beliau ini, termasuk tokoh-tokoh ulama pada masanya. Ia juga telah menyusun beberapa karangan yang bermutu dan bermanfaat. Yang paling bermanfaat adalah kitab Shahihnya yang dikenal dengan Shahih Muslim. Kitab ini disusun lebih sistematis dari Shahih Bukhari.

Kedua kitab hadis shahih ini; Shahih Bukhari dan Shahih Muslim biasa disebut dengan Ash Shahihain. Kadua tokoh hadis ini biasa disebut Asy Syaikhani atau Asy Syaikhaini, yang berarti dua orang tua yang maksudnya dua tokoh ulama ahli hadis. Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin terdapat istilah akhraja hu yang berarti mereka berdua meriwayatkannya.

Ia belajar hadis sejak masih dalam usia dini, yaitu mulai tahun 218 H. Ia pergi ke Hijaz, Irak, Syam, Mesir dan negara-negara lainnya.  Di Khurasan, ia berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih; di Ray ia berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu `Ansan. Di Irak ia belajar hadis kepada Imam Ahmad dan Abdullah bin Maslamah; di Hijaz belajar kepada Sa`id bin Mansur dan Abu Mas`Abuzar; di Mesir berguru kepada `Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya, dan kepada ulama ahli hadis yang lain.

Beliau berkali-kali mengunjungi Baghdad untuk belajar kepada ulama-ulama ahli hadis, dan kunjungannya yang terakhir pada 259 H, di waktu Imam Bukhari datang ke Naisabur, beliau sering datang kepadanya untuk berguru, sebab ia mengetahui jasa dan ilmunya. Dan ketika terjadi fitnah atau kesenjangan antara Bukhari dan Az-Zihli, ia bergabung kepada Bukhari, sehingga hal ini menjadi sebab terputusnya hubungan dengan Az-Zihli. Muslim dalam Sahihnya maupun dalam kitab lainnya, tidak memasukkan hadis-hadis yang diterima dari Az-Zihli padahal ia adalah gurunya. Hal serupa ia lakukan terhadap Bukhari. Ia tidak meriwayatkan hadis dalam Sahihnya, yang diterimanya dari Bukhari, padahal iapun sebagai gurunya. Nampaknya pada hemat Muslim, yang lebih baik adalah tidak memasukkan ke dalam Sahihnya hadis-hadis yang diterima dari kedua gurunya itu, dengan tetap mengakui mereka sebagai guru.

Imam Muslim wafat pada Minggu sore, dan dikebumikan di kampung Nasr Abad, salah satu daerah di luar Naisabur, pada hari Senin, 25 Rajab 261 H / 5 Mei 875. dalam usia 55 tahun. Imam Muslim meninggalkan karya tulis yang tidak sedikit jumlahnya, di antaranya :

Al-Jami` ash-Shahih atau lebih dikenal sebagai Sahih Muslim
Al-Musnad al-Kabir (kitab yang menerangkan nama-nama para perawi hadis)
Kitab al-Asma wal-Kuna
Kitab al-Ilal
Kitab al-Aqran
Kitab Su`alatihi Ahmad bin Hambal
Kitab al-Intifa` bi Uhubis-Siba`
Kitab al-Muhadramin
Kitab Man Laisa Lahu illa Rawin Wahid
Kitab Auladish-Shahabah
Kitab Auhamil-Muhadditsin


Shahih Bukhari dan Shahih Muslim

Al-Hafizh Ibnu Hajar mengulas kelebihan Shahih Bukhari atas Shahih Muslim, antara lain, karena al-Bukhari mensyaratkan kepastian bertemunya dua perawi yang secara struktural sebagai guru dan murid dalam hadis mu'an'an; agar dapat dihukumi bahwa sanadnya bersambung. Sementara Muslim menganggap cukup dengan "kemungkinan" bertemunya kedua rawi tersebut dengan tidak adanya tadlis.

Al-Bukhari mentakhrij hadis yang diterima para perawi tsiqqat derajat utama dari segi hafalan dan keteguhannya. Walaupun juga mengeluarkan hadis dari rawi derajat berikutnya dengan sangat selektif. Sementara Muslim, lebih banyak pada rawi derajat kedua dibanding Bukhari. Disamping itu kritik yang ditujukan kepada perawi jalur Muslim lebih banyak dibanding kepada al-Bukhari.

Sementara pendapat yang berpihak pada keunggulan Shahih Muslim beralasan - sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar, bahwa Muslim lebih berhati-hati dalam menyusun kata-kata dan redaksinya, karena menyusunnya di negeri sendiri dengan berbagai sumber di masa kehidupan guru-gurunya. Ia juga tidak membuat kesimpulan dengan memberi judul bab sebagaimana Bukhari lakukan. Dan sejumlah alasan lainnya.

Namun prinsipnya, tidak semua hadis Bukhari lebih shahih ketimbang hadis Muslim dan sebaliknya. Hanya pada umumnya kesahihan hadis riwayat Bukhari itu lebih tinggi daripada kesahihan hadis dalam Shahih Muslim.

Wallahu A'lam

Pandangan Islam Tentang Yesus

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Pandangan Islam tentang Yesus berbeda dengan ajaran Kristen. Perbedaan utama terletak pada persoalan ketuhanan Yesus, yang dalam manuskrip Al-Qur'an dan bahasa Arab disebut Isa al-Masih. Pemeluk Islam mempercayai Isa Al Masih adalah seorang nabi dan juga seorang rasul yang diutus khusus untuk bangsa Israel. (makna rasul di dalam Islam berbeda dengan maknanya di dalam Kristen, lihat artikel tentang nabi). Dalam ajaran Islam, ia termasuk salah satu nabi yang termasuk rasul Ulul Azmi, yaitu rasul yang sabar dan tabah dalam mendakwahkan ajaran Allah. Nama Yesus sendiri (tanpa kata ganti orang) disebutkan sebanyak dua puluh delapan kali di dalam Al-Qur'an.

Beberapa catatan penting mengenai Yesus dalam Al-Qur'an dan Hadist :

Silsilah Isa tersambung dari Ibrahim melalui putranya Ishak, dimana Nabi Muhammad juga berasal dari keturunan saudaranya Ismail.

Yesus adalah salah satu nabi yang tergolong dalam ulul azmi, yakni nabi dan rasul yang memiliki kedudukan tinggi / istimewa bersama dengan Muhammad, Ibrahim, Musa dan Nuh.

Yesus hanya diutus khusus untuk kaum Bani Israil.

Yesus bukanlah Tuhan maupun anak Tuhan, melainkan salah seorang manusia biasa yang diangkat menjadi nabi dan rasul, sebagaimana juga setiap nabi lain yang diutus pada masing-masing kaum.

Kelahiran Yesus terjadi dengan ajaib, tanpa ayah biologis, atas kekuasaan Tuhan. 

Ibunya yang bernama Maryam, adalah dari golongan mereka yang suci dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan.

Yesus memiliki beberapa keajaiban atas kekuasaan Tuhan. Di samping kelahirannya, Ia mampu berbicara saat berumur hanya beberapa hari, Ia berbicara dan membela Ibunya dari tuduhan perzinaan. Dalam Qur'an juga diceritakan saat Ia menghidupkan orang yang sudah mati, menyembuhkan kebutaan dan lepra.

Yesus menerima wahyu dari Tuhan yakni Injil (merujuk pada perjanjian baru agama Kristen), namun versi yang dimiliki oleh umat Kristiani saat ini, menurut umat Islam telah diubah dari versi aslinya. Beberapa pendapat dalam Islam menyebutkan bahwa Injil Barnabas adalah versi Injil paling akurat yang ada saat ini.

Yesus tidak dibunuh maupun disalib, Tuhan membuatnya terlihat seperti itu untuk mengelabui musuh-musuhnya. Terdapat beberapa pendapat yang mengatakan bahwa salah seorang musuhnya diserupakan dengan dia, sedangkan Isa sendiri diangkat langsung ke surga dan musuhnya yang diserupakan tadi adalah orang yang disalib. Sementara pendapat lain (antara lain Ahmad Deedat dengan bersumber dari Alkitab) mengatakan bahwa Isa benar-benar disalib namun tidak hingga mati kemudian diangkat ke surga. Terdapat pula pendapat lain yang mengatakan bahwa yang disalib oleh tentara Roma bukan Isa melainkan salah seorang pengikutnya yaitu Yudas Iskariot.

Yesus masih hidup dan berada di surga, suatu hari Ia akan datang kembali ke bumi untuk melawan Dajjal (atau Antikristus dalam agama kristen) dan merupakan salah satu tanda-tanda dekatnya akhir zaman.

Yesus bukan penebus dosa manusia, Islam menolak konsep dosa turunan dan menganut konsep bahwa setiap manusia bertanggung jawab dan hanya akan diadili atas perbuatannya sendiri.

Wallahu A'lam

Blogger news

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About