Showing posts with label Al Quran. Show all posts
Showing posts with label Al Quran. Show all posts

Menunggu Kematian

Posted by "membaca Al Quran 1 komentar
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang maha mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan (dan membalasnya)’’’ (QS. al-Jumu’ah: 8).

Berada dalam kelompok ramai seringkali membuat kita merasa kuat. Bahkan sebahagian kekuatan besar itu kadangkala digunakan untuk menzalimi orang lain. Padahal kenyataan membuktikan, tidak akan selamanya manusia berada dalam kelompok besarnya, karena perlahan namun pasti akan menuju masa-masa sendiri, yaitu mati. 

Sebagaimana disebutkan dalam Alquran, “Tiap-tiap umat memiliki ajal, maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak akan dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat pula mempercepatkannya (QS. al A’raaf: 34).

Menurut Rasulullah, tiga perkara yang akan mengikuti mayat dan dua di antaranya akan pulang. Hanya satu saja yang akan bersamanya dalam kubur. Perkara tersebut ialah: kaum kerabat, harta benda dan amalannya. Semua kaum kerabat dan harta bendanya akan pulang, manakala yang kekal bersamanya ialah amalannya (HR. Imam Bukhari). 

Itulah yang menemani kesendirian kita. Namun, apa jadinya bila amalan bernilai kosong. Lebih-lebih sewaktu di dunia terus hanyut dalam arus orang-orang yang suka menimbulkan kezaliman terhadap orang lain.

Oleh karena itu, penting memanfaatkan kesempatan-kesempatan sewaktu di dunia agar tidak sendiri di alam kubur. Dan, sebaik-baik dorongan untuk itu ialah merasa seolah-olah akan segera merasakan kesendirian yang panjang karena kematian akan tiba. 

Semua yang dilakukan sebaiknya dianggap yang terakhir, karena hal itu akan mendorong kita untuk melakukan yang terbaik. 

Sumber : Aceh tribun news

Bukan Teror Tapi Human Eror

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Pengamat Perkotaan Sugiyanto mengatakan kebakaran yang terjadi di Jakarta adalah kesalahan yang dilakukan manusia sendiri. Menurutnya, kebakaran yang terjadi hampir setiap tahun di ibu kota negara bisa saja disebabkan arus pendek atau lilin sehingga tidak pantas untuk dituduhkan kepada orang per orang.

"Kebakaran itu kan terjadi hampir setiap tahun, penyebabnya beragam, mulai dari korselting listrik sampai lilin. Jadi kalau ada yang bilang itu disengaja, fitnah yang sangat keji, apalagi sampai diarahkan ke Fauzi Bowo," kata Sugiyanto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/8).

Sebelumnya, Juru Kampanye Joko-Widodo, Dewi Aryani mengaitkan musibah kebakaran yang terjadi belakangan ini dengan pilkada DKI 2012. Menurutnya, kebakaran yang terjadi adalah sebuah usaha teror terhadap pendukung Jokowi-Ahok.

Dewi memiliki alasan khusus di balik pernyataannya itu. Politisi PDIP itu beralasan, kebakaran yang terjadi di Jakarta diklaim sebagai kantong suara Jokowi-Ahok.

"Bencana ini bisa dikategorikan teror bencana mengingat terjadi berurutan dan berada di lokasi-lokasi yang menjadi lumbung suara Jokowi. Sistematis dan terstruktur lokasinya," kata Dewi dalam siaran pers yang diterima JPNN, Kamis (23/8).

Namun Sugiyanto mengatakan, tidak layak menuduh seseorang tanpa disertai bukti. Apalagi kata dia, isu ini sangat riskan. Tuduhan adanya teror itu merupakan bentuk fitnah yang keji.

Karenanya lanjut Sugiyanto, tudingan yang tanpa berdasar ini bisa saja mengarah kepada upaya mengadu domba masyarakat agar ada orang-orang yang diuntungkan dari kerusuhan ini.

"Masyarakat perlu wasapda dan cerdas dalam mengamati isu, bisa jadi itu dilakukan oleh pasukan terlatih. Terlihat ada sekenario adu domba antara pribumi dan non pribumi," ungkapnya

Sumber Jpnn

Tanda Kehancuran

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Jika kita mau banyak banyak memperhatikan betapa banyak tanda kehancuran kecil maupun besar yang sedang dan akan terjadi terjadi negeri kita ini.

Pertama, sebagaimana disebutkan dalam ayat ayat al quran kehancuran itu bersumber dari sikap manusia yang melupakan Allah di saat diberikan kenikmatan.

Melupakan Allah adalah suatu keangkuhan besar, yang menyebabkan pelakunya terselimuti perasaan seakan-akan segala kenikmatan diraih sebagai hasil usaha sendiri.

Padahal telah diingatkan dari Allah lah sumber segala rezeki.

Yang kedua bersumber dari pemerintahan yang buruk.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “.jika Allah menghendaki kehancuran pada suatu kaum, maka akan dijadikan orang-orang kejam sebagai pemimpin-pemimpin mereka, dan orang-orang jahil akan dijadikan sebagai hakim-hakim mereka, dan harta-harta mereka akan berada di bawah kekuasaan orang-orang bakhil.

Semua ini sangat sering terjadi. Antara lain, hukum begitu mudah diperjualbelikan, pemimpin yang sewenang wenang dan tidak lagi mau memakai hukum dan atau aturan baku yang sejatinya sudah tidak boleh dirubah lagi.

Yang ketiga, meninggalnya para ulama yang banyak terjadi akhir-akhir ini.

Sebagaimana diingatkan Rasulullah, “Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hambaNya sekaligus, tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan mematikan para ulama. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, orang-orangpun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Lalu para pemimpin itu ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain” (HR. Imam Bukhari).

Wallahu A'lam

Sumber aceh tribun news

Apabila Langit Terbelah

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, dan apabila lautan meluap, dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.

Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu berbuat durhaka terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah

Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan susunan tubuh mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.

Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

Padahal sesungguhnya bagi kamu ada malaikat-malaikat yang mengawasi pekerjaanmu, yang mulia di sisi Allah dan mencatat pekerjaan-pekerjaanmu itu, mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh kenikmatan,

dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu.

Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu ?

Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

Yaitu hari ketika seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

Al Infithaar : 1 - 19

Surat Al Infithaar ini menggambarkan kejadian-kejadian pada hari kiamat, dan menerangkan keingkaran manusia kepada karunia Allah dan bahwa segala amal perbuatan mereka itu akan mendapat pembalasan. Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah dan diturunkan sesudah surat An Naazi'aat. Al Infithaar yang dijadikan nama untuk surat ini adalah kata asal dari kata Infatharat (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama.

Pokok-pokok isinya :

Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari kiamat; peringatan kepada manusia agar tidak terpedaya sehingga durhaka kepada Allah; adanya malaikat yang selalu menjaga dan mencatat segala amal perbuatan manusia; pada hari kiamat manusia tak dapat menolong orang lain; hanya kekuasaan Allah-lah yang berlaku pada waktu itu.

PERISTIWA BESAR PADA HARI KIAMAT

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Surat At Takwir terdiri atas 29 ayat dan termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Masadd. Kata At Takwir (terbelah) yang menjadi nama bagi surat ini adalah dari kata asal (mashdar) dari kata kerja kuwwirat (digulung) yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya :

Kegoncangan-kegoncangan yang terjadi pada hari kiamat; pada hari kiamat setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya waktu di dunia; Al Quran adalah firman Allah yang disampaikan oleh Jibril a.s.; penegasan atas kenabian Muhammad s.a.w.; Al Quran sumber petunjuk bagi umat manusia yang menginginkan hidup lurus; suksesnya manusia dalam mencapai kehidupan yang lurus itu tergantung kepada taufiq dari Allah.

Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, dan apabila lautan dijadikan meluap

dan apabila ruh-ruh dipertemukan dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh,

dan apabila catatan-catatan amal perbuatan manusia dibuka, dan apabila langit dilenyapkan, dan apabila neraka Jahim dinyalakan, dan apabila syurga didekatkan,

maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,

sesungguhnya Al Qur'aan itu benar-benar firman Allah yang dibawa oleh utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.

Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.

Dan dia (Muhammad) bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib.

Dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk,

maka ke manakah kamu akan pergi ?

Al Qur'an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam, yaitu bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus

Dan kamu tidak dapat menghendaki menempuh jalan itu kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam

At Takwiir : 1 - 29

7 (Tujuh) Sifat Orang Mukmin

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Surat Al Mu'minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamai Al Mu'minuun, karena permulaan ayat ini manerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia. Demikian tingginya sifat-sifat itu sebagaimana ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad yang juga mustinya dimiliki oleh umatnya.

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu 1. orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, dan 2. orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna, dan 3. orang-orang yang menunaikan zakat, dan 4. orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. 5. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat yang dipikulnya dan 6. janjinya. 7. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah para ahli waris yakni orang - orang yang akan mewarisi syurga Firdaus Mereka kekal di dalamnya. Al Mu'minuun : 1 - 11

secara garis besar pokok-pokok isi dari surah Al Mu'minuun

1. Keimanan:
Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat; Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

2. Hukum-hukum:
Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya; rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik; pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda-beda.

3. Kisah-kisah:
Kisah Nuh a.s.; kisah Hud a.s. kisah Musa a.s. dan Harun a.s.; kisah Isa a.s.

4. Dan lain-lain:
Tujuh perkara yang harus dipenuhi, oleh seorang mukmin yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat; proses kejadian manusia; tanda-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan; nikmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri. 

Sucikanlah nama Tuhanmu

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi, yang menciptakan, dan menyempurnakan penciptaan-Nya,

dan yang menentukan kadar masing-masing dan memberi petunjuk

dan yang menumbuhkan rumput-rumputan, lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering
kehitam-hitaman

Kami akan membacakan Al Quran kepadamu maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,

orang yang takut kepada Allah akan mendapat pelajaran, dan orang-orang yang celaka akan menjauhinya Yaitu orang yang akan memasuki api yang besar.

Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak pula hidup.

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri dengan beriman dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.

Tetapi kamu (orang-orang kafir / celaka) memilih kehidupan duniawi.

Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, yaitu Kitab-kitab Ibrahim dan Musa

Al A´laa : 1 - 19
 
Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, dan diturunkan sesudah surat At Takwiir. Nama Al A´laa diambil dari kata Al A´laa yang terdapat pada ayat pertama, berarti Yang Paling Tinggi. Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu'ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu'man ibnu Basyir bahwa Rasulullah s.a.w. pada shalat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan shalat Jum'at membaca surat Al A´laa pada rakaat pertama, dan surat Al Ghaasyiyah pada rakaat kedua.

Pokok-pokok isinya :

Perintah Allah untuk bertasbih dengan menyebut nama-Nya. Nabi Muhammad s.a.w. sekali-kali tidak lupa pada ayat-ayat yang dibaca- kan kepadanya. Jalan-jalan yang menjadikan orang sukses hidup dunia dan akhirat. Allah menciptakan, menyempurnakan ciptaan-Nya, menentukan kadar-kadar, memberi petunjuk dan melengkapi keperluan- keperluannya sehingga tercapai tujuannya.
Surat Al A´laa mengemukakan sifat-sifat Allah s.w.t dan salah satu sifat Nabi Muhammad s.a.w. dan orang-orang yang akan mendapat kebahagiaan di akhirat.

Hasil Jerih Payah Tangan Sendiri

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Tidaklah seorangpun memakan makanan sama sekali yang lebih bagus dari memakan dari hasil kerja tangannya sendiri.” (HR. Imam Bukhari).
Jika karena alasan kelambanan dalam bergerak, mungkin siput tak akan mampu mengejar rezeki. Jika karena kependekan tubuh, mungkin semut tak akan mampu menjangkau rezeki yang ditempatkan di tempat-tempat tinggi.

Tapi ternyata, semua binatang, dengan izin Allah, mendapat jatah rezeki dengan caranya masing-masing. Tapi ada hal lain yang amat penting dicermati, yaitu binatang-binatang itu berusaha bergerak setiap hari untuk meraih rezeki masing-masing.

Kenyataan ini sepatutnya membuat kita manusia sebagai makhluk yang diciptakan jauh lebih sempurna ketimbang hewan dan dianugerahi akal pikiran, merasa malu bila malas bergerak untuk mencari rezeki. Dengan akal, banyak sumber rezeki bisa dipikirkan atau diupayakan. Jangan merasa malu mencari rezeki, asalkan halal statusnya. 

Apalagi telah diperintahkan oleh Allaah Subhanahu Wata'ala didalam Al Quran Surah Al Jumu'ah yang dalam bahasa Indonesianya kurang lebih “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezeki yang halal) dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (QS. al-Jumu’ah: 10).

Hal ini juga telah diingatkan oleh Rasulullah Sholallahu 'Alaihi Wasallam, seutama-utama rezeki yang dimakan dan dipakai adalah hasil keringat sendiri (HR. Imam Bukhari).

Bahkan, Rasulullah memberikan penghargaan kepada orang-orang yang bergerak untuk mencari rezeki, meskipun berprofesi sebagai pengumpul kayu bakar. Rasulullah menyebutkan bahwa orang-orang yang mencari rezeki dengan mengumpulkan kayu bakar dan ditaruh di atas punggyungna untuk dijual lebih baik daripada orang yang bekerja meminta-minta kepada orang lain (HR. Imam Bukhari & Imam Muslim).

Hanya Memikirkan Isi Perut

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Barangsiapa yang hanya memikirkan isi perutnya maka harga dirinya tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya” (Ali bin Abi Thalib r.a.).

Sebagaimana kebiasaan kebanyakan orang disaat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan pun demikian menyambut datangnya hari raya Idul Fitri, masyarakat baik didesa maupun dikota memiliki tradisi yang cukup unik. yakni membeli berbagai macam makanan dan pakaian secara besar-besaran pun demikian senada dengan hal tersebut beragai macam tokok makanan / kue serta pakaian tidak mau ketinggalan ikut memberikan kemudahan serta kemurahan dengan menawarkan diskon serta hadiah yang menarik. 

Bagi orang yang mampu, perayaan dan belanja besar besaran tersebut sungguh suatu hal yang membahagiakan. Namun tidak demikian dengan orang-orang yang tidak mampu, seperti anak yatim dan fakir miskin. Di sinilah orang-orang yang (tergolong) mampu, diuji kemampuannya untuk menunjukkan kepedulian.

Orang yang benar-benar mukmin tak akan mungkin membiarkan orang mukmin lainnya tak terpedulikan. Apalagi Rasulullah telah meningatkan bahwa antara satu orang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan tubuh yang satu. Perasaan sakit yang dirasakan di bagian tubuh sebelah sana akan dirasakan tubuh di sebelah sini. Sehingga tercipta rasa saling peduli. 

Lebih-lebih bulan ramadhan ialah bulan yang mengajak manusia meraih derajat taqwa dimana segala bentuk amal ibadah dinaikkan berlipat pahalanya bahkan didalamnya terdapat bulan yang lebih baik daripada seribu bulan. maka sudah semestinya bagi mereka yang beriman dan bertaqwa sebagaimana yang disebutkan dalam Alquran ialah memiliki kepedulian terhadap nasib orang lain dan bukan manusia kerdil, yang hanya memikirkan diri sendiri.

Rasulullah sendiri semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang paling peduli terhadap orang lain, baik yang telah terbuka hatinya untuk mengikutinya maupun yang belum.

Bahkan, beliau juga paling gigih menyerukan agar umat manusia saling peduli dan saling membantu, lebih-lebih terhadap orang fakir-miskin dan anak-anak yatim piatu. 

Bukan hanya itu, beliau juga mengajak untuk berbagi rahmat agar kita membiasakan diri peduli terhadap nasib orang lain. 

Wallahu A'lam

Min kok isinya nggak nyambung terus ya ...?

Kemurahan Allah Tidak Dapat Dihalangi

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Allah Subhanahu Wata'ala menjanjikan akan memberikan kemurahan-Nya kepada dua golongan yakni bagi mereka yang mengejar kenikmatan dunia ini saja serta melupakan kehidupan akherat dan kepada mereka yang mengejar akherat dengan sedikit saja mengambil kenikmatan didunia dan kepada masing masing mereka dijanjikan kemurahan , kemudahan dari Allah Subhanahu Wata'ala dan hal tersebut tidak dapat dihalangi oleh siapapun dan apapun kecuali hanya Dia. 

Allaah Subhanahu Wata'ala menegaskan janji Nya tersebut secara tersurat didalam surah al israa' ayat 18 - 21 dimana bagi mereka yang mengharapkan akan kenikmatan dan atau kemewahan duniawi maka akan disegerakan didunia ini apa yang mereka inginkan dan mereka usahakan namun demikian telah ditentukan bagi mereka jahannam kelak di akherat. 

Sedangkan bagi mereka yang menginginkan kehidupan akherat dan berusaha dengan sungguh - sungguh menempuh jalan tersebut maka sudah barang tentu akan diberikan kepada mereka balasan yang baik 

Dalam surah tersebut secara tersurat jelas sekali dapat kita lihat bahwa sifat rahman Allaah Subhanahu Wata'ala tidak terbatas hanya kepada mereka yang beriman kepada negeri akherat sahaja akan tetapi mereka yang hanya menginginkan dunia ini saja juga mendapatkan kemurahan dari Nya.

Namun demikian tidaklah mereka yang hanya menginginkan kehidupan duniawi ini nantinya dinegeri akherat akan mendapatkan sifat Rahiim Allaah yang mana hal tersebut hanya dikhususkan bagi mereka yang beriman dan berusaha dengan sungguh - sungguh mengharap kemurahan Allaah kelak di negeri akherat.

Dua jalan telah disediakan Allaah Subhanahu Wata'ala yakni jalan bagi mereka yang diberi kenikmatan atau jalan mereka yang dimurkai dan sesat tergantung kepada masing - masing orang mau menempuh jalan yang mana kepada masing - masing mereka yang menempuh jalan tersebut pun telah disediakan musibah dan cobaan serta kenikmatan dan kemudahan oleh Allaah Subhanahu Wata'ala.

Hanya dinegeri akherat sahaja kelak disempurnakan pembalasan / perhitungan segala bentuk perbuatan dan tidak luput walau sekecil apapun.

Wallahu A'lam

Seakan Akan UntukTerakhir Kalinya

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Apabila kamu mengerjakan shalat, lakukanlah shalatmu itu seakan-akan terakhir kalinya (berpamitan untuk mati)” (HR. Imam Ahmad & Ibnu Majah).

Setiap kejadian bisa menghasilkan makna bagi orang yang mau merenunginya. Termasuk kejadian jatuhnya pesawat Sukhoi di Bogor yang menimbulkan kematian bagi seluruh penumpangnya. Beberapa menit sebelum kejadian tersebut, para penumpang itu begitu bergembira dan bahkan berfoto beragam gaya, samasekali tak menyangka kalau sebentar lagi akan menuju alam baqa. 

Seandainya mengetahui itu saat-saat terakhir hidup di dunia ini, besar kemungkinan mereka akan bersedih dan gelisah dan tentunya akan dipenuhi dengan keharuan seluruh keluarga dan Satu hal lagi yang paling penting, yaitu mereka akan bersegera untuk menyempurnakan segala bentuk amal ibadahnya.

Siapapun orangnya jikalau mereka mampu dan mau mengingat diri sedang berada di ujung usia, pastinya tidak akan melewatkan setiap detik didalam kehidupannya dengan sia-sia, kecuali untuk melakukan segala bentuk amal ibadahnya dengan sesempurna dan sesering mungkin. Terutama, menyempurnakan niatnya dengan penuh keikhlasan karena Allah, menjaga bacaannya, serta melaksanakan syarat dan rukun yang lain dengan sebaik baik nya. 

Selain itu mencari rezeki yang halal dimana hal tersebut juga bernilai ibadah serta dimintai pertanggungan jawab, maka siapapun akan menjauhi diri dari hal-hal yang dapat merusak kehalalan rezekinya. Termasuk juga membersihkan rezekinya dengan mengeluarkan hak-hak orang lain. Sebab, ada rasa kuatir kalau apa yang dilakukannya sia-sia atau tidak diterima Allah, bila tidak dilakukan dengan sempurna dan atau menggunakan harta yang tidak halal.

Namun demikian ... 

Tentunya tidak ada sesiapapun yang dapat mengetahui kapan umurnya berada dalam masa terakhir. oleh karenanya, hendaklah kita sesering mungkin mengingat kematian dan selalu ingat bahwa kehidupan saat ini hanyalah persinggahan sementara sebagaimana yang telah disarankan oleh Rasulullah dalam melakukan amal ibadah sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan yang lebih luas. 

Yaitu, berusaha menjalankan hidup seakan-akan sedang berada di saat-saat terakhir, sehingga tidak menjalankannya kecuali yang diridhai Allah Subhanahu Wat'aala

Wallahu A'lam

Pembantu Yang Mukmin Lebih Pantas Untuk Dinikahi

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. 

Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. 

Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya perintah-perintah-Nya kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. 


Pokok-pokok hukum perkawinan dan atau larangan bagi seorang lelaki mu'min untuk menikahi wanita yang musyrik walaupun menarik (baik cantik , kaya , maupun cerdas serta berkedudukan tinggi) dan alangkah lebih baik serta lebih utama menikahi seorang budak / pembantu yang mu'min. 

Hikmah dan atau pelajaran yang bisa diambil dari dilarangnya seorang mukmin laki - laki untuk menikahi perempuan yang musyrik sekaligus dijelaskan dalam ayat diatas dimana mereka (wanita yang musyrik akan mengajak kepada jalan menuju neraka) sedangkan pembantu yang mu'min akan mengajak sang lelaki ke jalan menuju syurga dan ampunan Allaah. 

Wallahu A'lam

Kasih Dan Sayang Allah Kepada Makhluk Nya

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam (di akherat); ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.

Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.

Al Israa' : 18 - 19

Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu [mereka yang mengharapkan dunia dan mereka yang mengharapkan akherat] Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.

Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain. Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.

Al Israa' : 20 - 21



Orang-orang yang diberi nafkah

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah:

"Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan."

Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.


Al Baqarah : 215

Tanda - Tanda Orang Murtad

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Dua Puluh Tanda-Tanda Orang Murtad Dua puluh fenomena manusia yang boleh membatalkan keimanannya pada syahadah dan menjerumus menjadi murtad.

1. Bertawakal dan bergantung selain Allah
2. Mengingkari nikmat Allah
3. Bekerja atau berkhidmat dengan tujuam selain kerana Allah SWT
4. Berhukum dgn hukum manusia, bkn dgn hukum Allah
5. Memfokuskan segala kekuatan kepada selain Allah dgn cara yg tdk dikehendaki-Nya
6. Menjalankan hukum selain dari hukum Allah
7. Benci atau menentangsalah satu kandungan ajaran Islam
8. Mencintai kehidupan dunia melebihi kecintaannya terhadap akhirat (gila dunia)
9. Menghina salah satu isi al-Quran atau as-Sunnah
10. Menghalalkan apa yang diharamkan Allah atau sebaliknya
11. Tdk beriman dgn seluruh sumber - sumber hukum dr al-Quran dan as-Sunnah
12. Mengangkat orang - orang kafir dan munafik sebagai pemimpin
13. Tdk beradab dalam pergaulan
14. Rasa takut dan lemah hati dalam menegakkan tauhid
15. Menyatakan kewujudan pertentangan di dalam al-Quran
16. Tdk mengetahui makrifat Allah
17. Tdk mengenal Rasullullah dan menolak kebenarannya
18. Mengkafirkan orang yang mengucap dua kalimah syahadah
19. Mengerjakan suatu ibadat bukan karena Allah
20. Melakukan dengan riak (ingin pujian manusia)

disadur dari Status Facebook Ali Mustofa

Melalaikan Ayat - Ayat Kami

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Sesungguhnya orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan di dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan (QS. Yunus: 7-8).

Berbagai kejahatan di dunia ini seringkali dilakukan oleh insan-insan yang mabuk dunia. Kejahatan-kejahatan itu dijadikan alat untuk merengkuh kenikmatan dunia, yang dijadikan indah dalam pandangan kita manusia. Sebagaimana orang mabuk, perilakunya tentunya tak terkontrol. Tak sadar akan apa yang sedang dilakukan. Tak akan mampu memikirkan segala dampak buruknya, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Termasuk juga lupa mempersiapkan diri dengan bekal untuk menuju hari esok yang abadi di akhirat.

Bersyukurlah bagi orang-orang yang masih mampu menghindari diri dari terjerumus dalam mabuk dunia. Sebab, orang-orang yang beruntung ini masih dianugerahkan pikiran dan hati yang terang dalam memahami dan menghayati perilaku-perilaku orang-orang yang sedang mabuk dunia. Timbul rasa ngeri sekali melihatnya, sehingga takut dan berusaha untuk tidak terjerumus ke dalamnya. Sedangkan sebahagian yang lain, tak sadar telah ikut terperosok ke dalamnya. Ikut-ikutan melakukan kejahatan untuk memenuhi keinginan orang-orang yang sedang mabuk dunia.

Bahkan, dalam melakukan kejahatan tak ubahnya perilaku orang-orang kafir. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran, di antara ciri perilaku orang kafir ialah diberikan peringatan atau tidak, bagi mereka sama saja. Pintu hati dan telinga mereka sudah dikunci mati. Demikian juga penglihatan. Dan bagi mereka siksa yang amat berat (QS. Al Baqarah: 6-7). 

Sama sekali tak takut berbuat dosa, karena menganggap dosa bagaikan melihat lalat yang melewati batang hidungnya, kata Nabi SAW. Bila sudah merasa seperti ini, siapapun di antara kita menjadi bagian dari golongan tersebut. Na’uzubillah.

Apakah Mereka Merasa Aman

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Mengetahui sesuatu itu salah tetapi merasa senang melakukan dan mengulanginya, itulah yang bisa menimpa (sebahagiaan) manusia. Hal ini lazimnya terjadi pada yang bersifat menyenangkan hati atau memuaskan hawa nafsu. Itulah sebabnya bagi yang terlanjur terjebak, akan merasa seolah-olah aman dengan perbuatan itu, sehingga sulit untuk kembali kepada kebenaran. Azab seperti ini jarang disadari dan azab tiba-tiba dalam bentuk lain pun kadang hanya menyadarkan sesaat.

Pada contoh yang paling biasa terjadi, sebahagian orang yang senang dengan menyombongkan diri, misalnya dengan kata-kata, akan punya kecenderungan untuk terus seperti itu. Bila disaring dari setiap kata-kata yang dikeluarkan setiap hari, kebanyakannya bercampur dengan aroma kejahatan. Bila aroma kejahatan yang mengisi kata-kata sudah terlalu banyak, maka perlahan namun akan terjadi pengempisan isi kebaikan.

Demikian juga pada contoh orang-orang yang suka memperkaya diri dengan yang bukan haknya, akan cenderung tertarik dengan perbuatan itu lagi. Sebab, akan terasa terus tidak cukup dengan apa yang telah diperoleh, walau diberikan dua gunung emas, demikian Rasul memberi umpama. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan bahwa orang yang demikian akan terus merasa tidak cukup hingga tubuhnya telah berkalang tanah

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga). Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah, kecuali orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raaf: 99).

Pendengaran, Penglihatan, dan Hati

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan ALLAH yang dilengkapi dengan jasad, akal, dan hati. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, “Dan ALLAH menciptakan kamu dengan pendengaran, penglihatan, dan hati supaya kamu bersukur,” dan beberapa ayat lain yang juga ikut menggambarkan bagaimana ALLAH memberikan kesempurnaan pada penciptaan manusia.

Dengan jasad yang menopang tubuhnya manusia dapat berdiri tegak di atas bumi, hidup dan berkembang biak serta menyelenggarakan kehidupannya dengan makan, minum serta berketurunan. Dengan akalnya manusia berfikir, menyaring informasi dan merekam memori yang dianggap penting bagi kehidupannya. Dengan hatinya manusia merasa, membeda dan membuat pilihan.

Ketiga bekal penciptaan manusia itu pula yang semestinya dijadikan modal untuk ia mengenal dirinya, hakikat penciptaannya di dunia, sebagai makhluk ALLAH yang di antara kaumnya kelak akan menjadi khalifah (pemimpin), entah itu pemimpin di bangsanya, sukunya, keluarganya, atau pemimpin untuk dirinya sendiri.

Untuk mengenal diri sendiri, manusia harus bisa memaksimalkan ketiga modal yang dibekalkan ALLAH tadi. Jasadnya, dengan menjaga dan memelihara kesehatannya. Akalnya, dengan memberi makanan yang sehat baginya dan menjaga kesinambungannya. Hatinya, dengan menjaga dan memeliharanya dari apa-apa saja yang bisa merusak hati itu.

Menjaga dan memelihara kesehatan bagi manusia adalah hal yang pertama harus dilakukan, karena jasad adalah modal dasar. Jasad yang sehat akan memudahkan manusia untuk beraktivitas, untuk melangsungkan kehidupannya, untuk melaksanakan fungsinya apakah dalam masyarakat dan terutama dalam keluarga. Menjaga dan memelihara jasad hendaknya dimulai sejak dari dini, yaitu dengan membiasakan mengkonsumsi makanan yang baik, bergizi dan halal. Karena sumber dari makanan, baik jenis maupun cara mendapatkannya akan berpengaruh pada sari pati pembentukan jasad manusia. Sebagaimana pernah dicontohkan antara seseorang yang terbiasa mengkonsumsi dading sapi dibandingkan dengan seseorang yang terbiasa mengkonsumsi daging babi.

Memberi makanan yang sehat dan menjaga kesinambungan akal adalah hal berikutnya yang harus diperhatikan. Makanan yang sehat bagi akal dimulai dengan membiasakan dan melatih akal untuk berpikir positif, memberi asupan informasi yang seimbang antara pengetahuan dunia dan akhirat agar kesinambungannya pula terpelihara. Pengetahuan dunia akan dimanfaatkan untuk kesejahteraan hidup di dunia (baik dalam berkelompok ataupun berkeluarga, mencari nafkah dan meningkatkan prestasi) sementara pengetahuan akhirat akan menjadi dasar pelaksanaan ibadah, muamalah, tuntunan akhlak yang berbuah pada keimanan.

Menjaga dan memelihara hati adalah dengan menjauhkan diri dari perbuatan maksiyat, perbuatan yang dibenci ALLAH dan menghiasi hati dengan amalan-amalan dari hal terkecil yang bernilai kebaikan (meski sebesar biji dzarrah) sampai hal terbesar dan mulia yang bisa dilakukan. Pentingnya hati sebagai motor penggerak manusia sangatlah sering disebutkan Rasulullah (SAW) dalam haditsnya,
“Dalam tubuh manusia ada seonggok daging yang apabila baik daging itu maka baik pula manusianya dan apabila rusak daging itu maka rusak pula lah manusianya. Seonggok daging itu adalah hati.”HR. Bukhari – Muslim

“Setiap satu dosa kecil yang engkau kerjakan akan menyebabkan bertambahnya satu titik hitam dalam hatimu, sedemikian pula satu kebaikan sebesar apapun akan membuat hatimu lebih terang sehingga bisa melihat cahaya kebenaran.”HR. Bukhari – Muslim

Menjaga dan memelihara hati yang merupakan motor penggerak manusia, yang menjadi tumpuan dalam membedakan baik dan buruk, dapat dimulai dari hal-hal yang kecil. Tidak berbohong, menjauhkan diri dari yang makruh atau mubah (keduanya adalah hal yang ditengah-tengah/meragukan), menghindari dosa kecil dan tidak berbuat dosa besar, mencari dan memanfaatkan kesempatan sekecil apapun untuk berbuat kebaikan, memelihara hak orang lain, menyantuni anak yatim atau fakir miskin, berbuat segala sesuatu hanya karena ALLAH.

“Sesungguhnya segala sesuatu itu tergantung dari niatnya.” HR. Bukhari – Muslim

Wallaahu ‘alam bish shawab.

Sihir Dan Perdukunan

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Segala puji hanya kepunyaan Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan umat, Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang tiada lagi Nabi sesudahnya.

Akhir-akhir ini banyak sekali tukang-tukang ramal yang mengaku dirinya sebagai tabib, dan mengobati orang sakit dengan jalan sihir atau perdukunan. Mereka kini banyak menyebar di berbagai negeri; orang-orang awam yang tidak mengerti sudah banyak menjadi korban pemerasan mereka.

Maka atas dasar nasihat (loyalitas) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kepada hamba-hambaNya, saya ingin menjelaskan tentang betapa besar bahayanya terhadap Islam dan umat Islam adanya ketergantungan kepada selain Allah dan bahwa hal tersebut bertolak belakang dengan perintah Allah dan RasulNya.

Dengan memohon pertolongan Allah Ta’ala saya katakan bahwa berobat dibolehkan menurut kesepakatan para ulama. Seorang muslim jika sakit hendaklah berusaha mendatangi dokter yang ahli, baik penyakit dalam, pembedahan, saraf, maupun penyakit luar untuk diperiksa apa penyakit yang dideritanya. Kemudian diobati sesuai dengan obat-obat yang dibolehkan oleh syara’, sebagaimana yang dikenal dalam ilmu kedokteran.

Dilihat dari segi sebab dan akibat yang biasa berlaku, hal ini tidak bertentangan dengan ajaran tawakkal kepada Allah dalam Islam. Karena Allah Ta’ala telah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya. Ada di antaranya yang sudah diketahui oleh manusia dan ada yang belum diketahui. Akan tetapi Allah Ta’ala tidak menjadikan penyembuhannya dari sesuatu yang telah diharamkan kepada mereka.

Oleh karena itu tidak dibenarkan bagi orang yang sakit, mendatangi dukun-dukun yang mendakwakan dirinya mengetahui hal-hal ghaib, untuk mengetahui penyakit yang dideritanya. Tidak diperbolehkan pula mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan, karena sesuatu yang mereka katakan mengenai hal-hal yang ghaib itu hanya didasarkan atas perkiraan belaka, atau dengan cara mendatangkan jin-jin untuk meminta pertolongan kepada jin-jin tersebut sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Dengan cara demikian dukun-dukun tersebut telah melakukan perbuatan-perbuatan kufur dan sesat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam berbagai haditsnya sebagai berikut :

“Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab ‘Shahih Muslim’, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Barangsiapa mendatangi ‘arraaf’ (tukang ramal)) kepadanya, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari.”

“Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:‘Barangsiapa yang mendatangi kahin (dukun)) dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Abu Daud).

“Dikeluarkan oleh empat Ahlus Sunan dan dishahihkan oleh Al-Hakim dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan lafazh: ‘Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

“Dari Imran bin Hushain radhiallahu anhu, ia berkata: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Bukan termasuk golongan kami yang melakukan atau meminta tathayyur (menentukan nasib sial berdasarkan tanda-tanda benda,burung dan lain-lain),yang meramal atau yang meminta diramalkan, yang menyihir atau meminta disihirkan dan barangsiapa mendatangi peramal dan membenarkan apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”(HR. Al-Bazzaar,dengan sanad jayyid).

Hadits-hadits yang mulia di atas menunjukkan larangan mendatangi peramal, dukun dan sebangsanya, larangan bertanya kepada mereka tentang hal-hal yang ghaib, larangan mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan, dan ancaman bagi mereka yang melakukannya.

Oleh karena itu, kepada para penguasa dan mereka yang mempunyai pengaruh di negerinya masing-masing, wajib mencegah segala bentuk praktek tukang ramal, dukun dan sebangsanya, dan melarang orang-orang mendatangi mereka.

Kepada yang berwenang supaya melarang mereka melakukan praktek-praktek di pasar-pasar, mall-mall atau di tempat-tempat lainnya, dan secara tegas menolak segala yang mereka lakukan. Dan hendaknya tidak tertipu oleh pengakuan segelintir orang tentang kebenaran apa yang mereka lakukan. Karena orang-orang tersebut tidak mengetahui perkara yang dilakukan oleh dukun-dukun tersebut, bahkan kebanyakan mereka adalah orang-orang awam yang tidak mengerti hukum, dan larangan terhadap perbuatan yang mereka lakukan.

Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang umatnya mendatangi para peramal, dukun dan tukang tenung. Melarang bertanya serta membenarkan apa yang mereka katakan. Karena hal itu mengandung kemungkaran dan bahaya besar, juga berakibat negatif yang sangat besar pula. Sebab mereka itu adalah orang-orang yang melakukan dusta dan dosa.

Hadits-hadits Rasulullah tersebut di atas membuktikan tentang kekufuran para dukun dan peramal. Karena mereka mengaku mengetahui hal-hal yang ghaib, dan mereka tidak akan sampai pada maksud yang diinginkan melainkan dengan cara berbakti, tunduk, taat, dan menyembah jin-jin. Padahal ini merupakan perbuatan kufur dan syirik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang membenarkan mereka atas pengakuannya mengetahui hal-hal yang ghaib dan mereka meyakininya, maka hukumnya sama seperti mereka. Dan setiap orang yang menerima perkara ini dari orang yang melakukannya, sesungguhnya Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlepas diri dari mereka.

Seorang muslim tidak boleh tunduk dan percaya terhadap dugaan dan sangkaan bahwa cara seperti yang dilakukan itu sebagai suatu cara pengobatan, semisal tulisan-tulisan azimat yang mereka buat, atau menuangkan cairan timah, dan lain-lain cerita bohong yang mereka lakukan.

Semua ini adalah praktek-praktek perdukunan dan penipuan terhadap manusia, maka barangsiapa yang rela menerima praktek-praktek tersebut tanpa menunjukkan sikap penolakannya, sesungguhnya ia telah menolong dalam perbuatan bathil dan kufur.

Oleh karena itu tidak dibenarkan seorang muslim pergi kepada para dukun, tukang tenung, tukang sihir dan semisalnya, lalu menanyakan kepada mereka hal-hal yang berhubungan dengan jodoh, pernikahan anak atau saudaranya, atau yang menyangkut hubungan suami istri dan keluarga, tentang cinta, kesetiaan, perselisihan atau perpecahan yang terjadi dan lain sebagainya. Sebab semua itu berhubungan dengan hal-hal ghaib yang tidak diketahui hakikatnya oleh siapa pun kecuali oleh Allah Subhanahhu wa Ta’ala.

Sihir sebagai salah satu perbuatan kufur yang diharamkan oleh Allah, dijelaskan di dalam surat Al-Baqarah ayat 102 tentang kisah dua Malaikat:

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan:”Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir’. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarkan ayat (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di Akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.”(Al-Baqarah:102)

Ayat yang mulia ini juga menunjukkan bahwa orang-orang yang mempelajari ilmu sihir, sesungguhnya mereka mempelajari hal-hal yang hanya mendatangkan mudharat bagi diri mereka sendiri, dan tidak pula mendatangkan sesuatu kebaikan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini merupakan ancaman berat yang menunjukkan betapa besar kerugian yang diderita oleh mereka di dunia ini dan di Akhirat nanti. Mereka sesungguhnya telah memperjualbelikan diri mereka dengan harga yang sangat murah, itulah sebabnya Allah berfirman :

“Dan alangkah buruknya perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir itu, seandainya mereka mengetahui.”

Kita memohon kepada Allah kesejahteraan dan keselamatan dari kejahatan sihir dan semua jenis praktek perdukunan serta tukang sihir dan tukang ramal. Kita memohon pula kepadaNya agar kaum muslimin terpelihara dari kejahatan mereka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pertolongan kepada kaum muslimin agar senantiasa berhati-hati terhadap mereka, dan melaksanakan hukum Allah dengan segala sangsi-sangsinya kepada mereka, sehingga manusia menjadi aman dari kejahatan dan segala praktek keji yang mereka lakukan.

Permasalahan Apakah Yang Kalian Pergunjingkan

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Al Kisah suatu ketika di sebuah lingkungan Pondok Pesantren, terjadi pergunjingan tentang seorang santri (Si Pulan) yang sangat di sayangi oleh Pengasuhnya. Santri santri yang lain merasa iri hati karena perlakukan istimewa terhadap satu murid itu.. Mereka tak dapat mengerti mengapa Pak Kyai memberi perhatian khusus kepada anak itu. Akhirnya kabar itu terdengar ke telinga pengasuh Pondok Pesantren. Pak Kyai pun menyuruh semua santrinya untuk berkumpul di Aula.

Kyai : “wahai para santri, permasalahan apakah yang kalian pergunjingkan selama ini terhadap Si Pulan”

Santri : “Kyai, selama ini kami semua adalah murid-murid yang tunduk dan patuh pada nasehat kyai, apakah gerangan penyebabnya sehingga Si Pulan mendapat perlakuan yang lebih istimewa dari kami, kami lebih dahulu mengabdi dan tidak sedikit dari kami yang ilmunya lebih tinggi dari Si Pulan” lalu kenapa Kyai lebih menyayangi si pulan dari pada kami semua…?

Singkat cerita Pak Kyai menyuruh setiap santri membeli ayam untuk kemudian menyembelihnya. Namun Pak Kyai memberi syarat bahwa mereka harus menyembelih ayam itu di tempat di mana tak ada yang dapat melihat mereka. Dan sebelum matahari terbenam, mereka harus dapat menyelesaikan tugas itu.

Ke esokan harinya para santri berkumpul di halaman Pondok Pesantren dengan membawa sebilah pisau dan se ekor ayam.

Kyai : “Baiklah…..!! hari ini aku adakan sayembara” Pergilah kalian ke menapun kalian akan menyembelih ayam itu, dengan syarat pada saat menyembelih ayam itu tidak boleh ada yang mengetahui nya.

Para santri pun menuruti perintah dari Kyai, beberapa saat kemudian Satu demi satu santri kembali ke hadapan Pak Kyai, semua membawa ayam yang telah tersembelih. Dari muka mereka terlihat wajah sumringah karena telah berhasil menunaikan amanat dari Kyai, namun setelah lama menunggu Si Pulan tak juga datang, para santri pun kembali bertanya tanya ada yang meledek

Santri 1 : “yach…. Masak potong ayam aja lama banget….?”

Santri 2 : “nah terbukti sekarang, Si Pulan tuh gak bisa apa² paling paling dia lupa cara menyembelih ayam..”

Santri 3 : “Gak tau niatnya kaliee…..?”

Santri 4 : “Gue nih.. yang pertama berhasil, pasti gue yang menang…”

Singkat cerita Akhirnya ketika matahari tenggelam, murid muda (Si Pulan) itu baru datang, dengan ayam yang masih hidup. Santri-santri yang lain menertawakannya dan mengatakan bahwa santri itu tak bisa melaksanakan perintah yang begitu mudah.

Pak Kyai lalu meminta setiap santri untuk menceritakan bagaimana mereka melaksanakan tugasnya. Santri pertama berkata bahwa ia telah pergi membeli ayam, membawanya ke rumah, lalu mengunci pintu, menutup semua jendela, dan membunuh ayam itu. Santri kedua bercerita bahwa ia membawa pulang seekor ayam, mengunci rumah, menutup jendela, membawa ayam itu ke kamar mandi yang gelap, dan menyembelihnya di sana. Santri ketiga berkata bahwa ia pun membawa ayam itu ke kamar gelap tapi ia juga menutup matanya sendiri. Dengan itu, ia fikir, tak ada yang dapat melihat penyembelihan ayam itu. Santri yang lain pergi ke hutan yang lebat dan terpencil, lalu memotong ayamnya. Santri yang lain lagi mencari gua yang amat gelap dan membunuh ayam di sana.

Tibalah giliran santri muda yang tak berhasil memotong ayam. Ia menundukkan kepalanya, malu karena tak dapat menjalankan perintah guru, “Aku membawa ayam ke rumahku. Tapi di rumahku tak ada tempat di mana Dia tak melihatku. Aku pergi ke hutan lebat, tapi Dia masih bersamaku. Bahkan di tengah gua yang teramat gelap, Dia masih menemaniku. Aku tak boleh pergi ke tempat di mana tak ada yang melihatku.

Allah SWT maha melihat kemanapun aku pergi
Allah swt maha melihat dimanapun aku bersembunyi.
Tak ada tempat di muka bumi ini tempat bagi ku untuk menghindar
Maaf kan aku Guru, aku kembali tanpa hasil…
Tak dapat aku melaksanakan amanah mu yang begitu mudah meski hanya menyembelih ayam, karena tak kutemui tempat yang Allah SWT tidak dapat melihat perbuatanku.

"Allah...tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi (ilmu dan kekuasaan) Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar (Al Baqarah : 255)

Pak Kyai pun tersenyum seraya menjelaskan kepada para santri yang lain, Si Pulan memiliki Keyakinan yang kuat kepada Allah SWT, selalu menjaga sikap dimanapun dia berada, karena Allah SWT selalu mengawasi siapapun Makhluk-Nya di seluruh alam semesta ini. Di bumi, di bulan, di galaxy lain dimanapun makhluk Nya berada Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Blogger news

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About