Showing posts with label keluarga kita. Show all posts
Showing posts with label keluarga kita. Show all posts

Kematian Yang Misterius

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Yang mengikuti mayit ada tiga : 1. keluarga, 2. kekayaan dan 3. amalnya, maka yang dua kembali yaitu keluarga dan kekayaannya, dan yang tetap tinggal padanya satu, yaitu amal perbuatannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tak seorang pun mampu memastikan tentang berapa lama dirinya akan menyusuri perjalanan hidup di dunia ini. Tidak juga mampu mengetahui mengapa sebahagian orang diberikan kesempatan hidup yang lama, sedangkan sebahagian yang lain diberikan kesempatan hidup singkat. 

Juga tak ada yang tahu pasti di mana langkahnya akan terhenti sebagai langkah terakhir.

Sebahagian insan mengakhiri langkahnya ketika sedang mengalami kejayaan. Di saat harta melimpah ruah dan kesehatan sedang memuncak, tiba-tiba terhenti tanpa diduga-duga Ajal datang. 

Sebagian yang lain harus mengalami penderitaan sakit menahun atau dirundung kemiskinan semiskin-miskinnya. Lantas, siapakah yang lebih baik di antaranya, juga tak ada yang tahu pasti. Namun yang pasti, dua-duanya akan berakhir dengan menjadi mayit.

Ketika menjadi mayit, perbedaan besar kecilnya keluarga dan kekayaan bukan lagi ukuran. Hidup yang pernah dialami dengan berbagai ukuran kekayaan atau kemiskinan, akan menjadi sejarah. 

Yang menjadi ukuran sekarang adalah apa yang akan menyusul atau ikut serta bersama mayit. Itulah amal perbuatan. Ini juga misteri bagi orang lain, juga bagi diri sendiri.

Sebab, seseorang yang dilihat orang lain baik dari luar, belum tentu demikian dari dalam. Apalagi tak sedikit kebaikan hanya untuk dinampakkan saja, padahal di antaranya berselemak dengan ketidak-ikhlasan atau kemunafikan.

Demikian juga oleh diri sendiri, yang menyangka diri sangat banyak melakukan kebaikan, tetapi sebenarnya telah hilang bagaikan debu yang berterbangan. Tak ada yang tersisa. Sebab, amalan tidak dijaga dari hal-hal yang memusnahkannya, seperti karena gemar melakukan ghibah. 

Untuk itu, kita dianjurkan untuk senantiasa berusaha membersihkan diri dan beramal dalam menyongsong kematian yang misterius .

Berikanlah Upah Kepada Pekerja

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar

Allah telah berfirman : “Ada tiga jenis manusia di mana Aku adalah musuh mereka nanti di hari kiamat.

Pertama adalah orang yang telah membuat janji akan memberi atas nama-Ku, kemudian tidak memenuhinya.

Kedua, orang yang menjual manusia bebas, lalu memakan uangnya.

Ketiga, orang yang menyewakan seorang upahan dan mempekerjakan dengan penuh, tetapi tidak membayar upahnya” (HR. Imam Bukhari).

Bagaimana perasaan diri kita sendiri bila setelah lelah bekerja seharian, berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan, tetapi upahnya tak dibayar ? 

Tentunya sungguh sangat menyakitkan. 

Apalagi pekerjaan yang tak dibayar upahnya itu, satu-satunya sumber nafkah bagi penghidupan keluarga. Wajar sekali kalau orang-orang yang berkhianat tak mau membayar upah para pekerja sebagaimana mestinya, dimusuhi manusia, juga dimusuhi Allah.

Dalam suatu hadits, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyebutkan orang-orang yang tak mau membayar upah sebagai orang-orang zalim. Menundanya pun, di saat mampu membayarnya, termasuk kezaliman. Apalagi perbuatan menunda tersebut telah menunda kebutuhan banyak orang.

Dalam Alquran disebutkan, orang-orang yang suka berbuat zalim termasuk orang yang tidak akan mendapat hidayah Allah.

Rasulullah tidak ingin umatnya menjadi korban teraniaya atau menjadi penganiaya, terutama melalui jalur upah. Karena itu, beliau menyuruh untuk membayar upah pada waktunya. 

Sebagaimana sabdanya, “Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya.” Apalagi doa-doa orang-orang yang teraniaya, termasuk yang tidak dibayar upahnya, demikian mudah dikabulkan Allah.

Kecelakaan Di Dalam Perjalanan

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (angkuh)” (QS. Lukman: 18).

Dalam Alquran disebutkan, ulah manusia penyebab berbagai kerusakan di muka bumi. Firman Allah: “Dan apapun musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri” (QS. Asy-Syuura: 30). Juga disebutkan: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut di sebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kambali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar-Ruum: 41).

Kerusakan itu tentunya berbagai bentuk. Tak terkecuali berbentuk kecelakaan di jalan raya, yang selanjutnya menimbulkan kebinasaan (besar atau kecil) terhadap diri dan orang lain.

Kalau ditelusuri, (sebahagiannya) kecelakaan di jalan raya berbentuk peringatan langsung, agar manusia berhati-hati. Apalagi umumnya kecelakaan disebabkan oleh perilaku buruk manusia, yang tidak peduli terhadap aturan di jalan raya. Kalau dikelompok-kelompokkan, sebahagian orang tahu peraturan, tetapi tidak mau tahu dalam menggunakannya.

Sebahagian yang lain tidak tahu, juga tidak mau tahu. Sebahagian yang lain lagi tidak tahu kalau mereka tidak tahu. Akibatnya, terjadilah kecelakaan yang sama sekali tidak diharapkan.

Berperilaku buruk di manapun, termasuk di jalan raya, merupakan suatu bentuk keangkuhan yang mengundang ketidaksukaan Allah. Allah tidak menyukai hamba-hambaNya yang mencelakakan diri atau menimbulkan kecelakaan terhadap orang lain.

Karena itu, sewajarnya setiap kita menjauhi perilaku-perilaku yang tidak disukai Allah. Dan Allah telah berjanji tidak akan memberikan hidayahNya kepada orang-orang yang suka berbuat ingkar atau pelanggaran.

Sumber : Aceh tribun

Orangtua Harus Melek Technology

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Kebanyakan orangtua cemas bila anak mereka terlalu lama bergelut dengan internet karena ketakutan dengan pornografi dan cyber bullying, karena mereka tidak tahu cara mengawasinya.

Masalahnya, jika orangtua lebih melek internet, maka keamanan berinternet bagi anak bisa lebih mudah dikontrol. Jadi kunci keamanan berselancar di dunia maya seorang anak berada di orangtuanya.

"Anak-anak jaman sekarang merupakan 'gen Z' (lahir setelah 1995), mereka sangat pintar dan sangat melek media elektronik terutama internet," ungkap General Manager Virtual Academy, Andi Primaretha, M.Si, dikutip Antara.

“Sementara para orangtua yang kebanyakan berasal dari 'gen X' atau yang lahir lebih awal tampaknya masih sedikit konservatif dan belum melek internet,” lanjutnya.

Sehingga, menurut Andi, hal tersebut membuat kebanyakan orangtua cemas bila anak mereka terlalu lama bergelut dengan internet karena ketakutan dengan pornografi dan cyber bullying, karena mereka tidak tahu cara mengawasinya.

Jika orangtua yang melek media justru dengan mudah dapat mengawasi bahkan melindungi anak-anaknya melalui media internet, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Andi pun menyarankan agar orangtua sebaiknya tidak melarang anaknya untuk menggunakan internet, namun sebaliknya para orangtua yang seharusnya mampu mengimbangi kecanggihan anak-anak mereka.

"Bagaimana pun juga, internet itu penting dan anak-anak jelas membutuhkan internet sebagai sumber informasi yang melengkapi buku," pungkasnya

Hidayatullah.com

Blogger news

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About