Ayat Sajdah

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Ayat Sajdah adalah ayat-ayat tertentu dalam Al Qur'an (kitab suci agama islam) yang bila dibaca disunnahkan bagi yang membaca dan mendengarnya untuk melakukan sujud tilawah.

Ayat-ayat sajdah, Ayat-ayat dimaksud antara lain :

Ayat ke-206 dari Surah Al-A'raf
Ayat ke-15 dari Surah Ar-Ra'd
Ayat ke-50 dari Surah An-Nahl
Ayat ke-109 dari Surah Al-Isra'
Ayat ke-58 dari Surah Maryam
Ayat ke-18 dari Surah Al-Hajj
Ayat ke-77 dari Surah Al-Hajj, termasuk ayat sajdah menurut Mazhab Syafi'i dan Mazhab Hambali
Ayat ke-60 dari Surah Al-Furqan
Ayat ke-25 hingga Ayat ke-26 dari Surah An-Naml
Ayat ke-15 dari Surah As-Sajdah
Ayat ke-38 dari Surah Fussilat
Ayat ke-62 dari Surah An-Najm
Ayat ke-1 dari Surah Al-Insyiqaq
Ayat ke-21 dari Surah Al-Insyiqaq
Ayat ke-19 dari Surah Al-'Alaq Ayat ke-19 dari surat Al-‘Alaq 96:19
Ayat ke-24 dari Surah Sad, tidak termasuk ayat sajdah menurut mazhab syafi'i dan mazhab Hambali, melainkan ayat yang disunnahkan untuk sujud syukur bila dibacakan.

Apa bila mendengar salah satu dari ayat diatas,hendahkah membaca doa sbg berikut

ﺳﺠﺪ ﻭﺟﻬﻲ ﻟﻠﺬﻱ ﺧﻠﻘﻪ ﻭﺻﻮﺭﻩ ﻭﺷﻖ ﺳﻤﻌﻪ ﻭﺑﺼﺮﻩ ﺑﺤﻮﻟﻪﻭ ﻗﻮﺗﻪ

Wajahku sujud kepada tuhan yang menciptakan, yang melukiskannya (membentuknya) yang memberi pendengaran & penglihatan dengan daya dan kuasanya

Membacakan

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar

Tak Ada Yang Kekal dan Abadi di Dunia

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Rasanya aku tak ingin membangunkan semua ini, Rasanya aku tak ingin mengusik kesunyian ini, Rasanya aku tak ingin kehilangan moment - moment indah dalam mengagumi karya Sang Pencipta , Rasanya aku tidak ingin kehilangan waktu untuk terus mengagumi keindahan dan keluasan serta keagungan kekuasaan sang pencipta.

Namun Kesedihan Itu Tak Kekal, Kesenangan Itu Juga Ada Masanya , masing - masing , Apakah masih ada yang kekal selain Allah? Di dunia ini tidak ada yang abadi sebab dunia adalah Fana  , dunia adalah tempat untuk mencari amal shalih sebanyak - banyaknya.

Memang di dunia ini tak ada yang abadi, Tiada yang kekal di dunia ini, Bergunalah untuk lingkungan sekitar sekarang juga, selagi ada kesempatan.

Berbuat semampumu dan Kerjakan Semampumu Karena Allah Tidak Membebankan Seseorang melampui kesanggupan nya.

Benarkah Allah Sedekat Urat Leher

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, 

dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, 

yaitu ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, 

seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. 

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

Qaaf : 16 - 18

Karena Laporannya Dipotong

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Syahdan, Khalifah Harun al-Rasyid marah besar pada sahibnya yang karib dan setia, yaitu Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengeluarkan fatwa: tidak mau ruku’ dan sujud dalam salat. Lebih lagi, Harun al-Rasyid mendengar Abu Nawas berkata bahwa ia khalifah yang suka fitnah! Menurut pembantu-pembantu-nya, Abu Nawas telah layak dipancung karena melanggar- syariat Islam dan menyebar fitnah. Khalifah mulai terpancing. Tapi untung ada seorang pembantunya yang memberi saran, hendaknya Khalifah melakukan tabayun (konfirmasi) dulu pada Abu Nawas.

Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan. ”Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak ruku’ dan sujud dalam salat?” tanya Khalifah dengan keras.

Abu Nawas menjawab dengan tenang, ”Benar, Saudaraku.”

Abu Nawas beranjak dari duduknya dan menjelaskan dengan tenang, ”Saudaraku, aku memang berkata ruku’ dan sujud tidak perlu dalam salat, tapi dalam salat apa? Waktu itu aku menjelaskan tata cara salat jenazah yang memang tidak perlu ruku’ dan sujud.”

”Bagaimana soal aku yang suka fitnah?” tanya Khalifah.

Abu Nawas menjawab dengan senyuman, ”Kala itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 Surat Al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah ujian bagimu. Sebagai seorang khalifah dan seorang ayah, kamu sangat menyukai kekayaan dan anak-anakmu, berarti kamu suka ’fitnah’ (ujian) itu.” Mendengar penjelasan Abu Nawas yang sekaligus kritikan, Khalifah Harun al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar.

Rupanya, kedekatan Abu Nawas dengan Harun alRa-syid menyulut iri dan dengki di antara pembantu-pembantunya. Abu Nawas memanggil Khalifah dengan ”ya akhi” (saudaraku). Hubungan di antara mereka bukan antara tuan dan hamba. Pembantu-pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut de-ngan memutarbalikkan berita.

Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, ”Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun al-Rasyid, adalah seorang khalifah yang suka fitnah?”

Abu Nawas menjawab, ”Benar, Saudara-ku.”

Khalifah berteriak dengan suara menggelegar, ”Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menebarkan fitnah tentang khalifah!”

Abu Nawas tersenyum seraya berkata-, ”Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya kabar yang sampai padamu tidak lengkap, kata-kataku dipelintir, dijagal, seolah-olah aku berkata salah.”

Khalifah berkata dengan ketus, ”Apa maksudmu? Ja-ngan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya.”

Pelindung Orang Yang Beriman

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Allah Subhanahu Wata'ala Pelindung orang-orang yang beriman;

Allah Subhanahu Wata'ala mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).

Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran).

Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.



Al Baqarah : 257

Boleh Asal Jangan

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
‎"Menangis,Sedih,dan sakit di dunia itu wajar,asal jangan menangis,sedih,dan sakit d akhirat"

Dari Kang : Widyo Hari S

KENAPA MUSLIM WAJIB MENUTUP AURAT..??

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
KENAPA MUSLIM WAJIB MENUTUP AURAT..??

tidak ada niat mengajari / menceramahi / atau sejenisnya, hanya mengingatkan dan memberikan informasi saja :)

MAAF : mungkin kita sering mendengar kalimat seperti ini :

1. Aku mau memakai jilbab kalau sudah siap ( lihat dasar hukum dari Al qur'an dan hadist )
2. Jilbabkan hati dulu baru kepala ( pendapat ini tidak ada salahnya tapi juga tidak benar)

JIKA SEORANG MUSLIM / MUSLIMAH TIDAK MENUTUP AURAT , MAKA :
1. jika dia belum menikah dan ayahnya tidak menganjurkan / membimbing / memerintahkan / membiarkan aurat terbuka, maka sebagian dosa di tanggung ayah,
2. jika dia sudah menikah dan suami tidak menganjurkan / membimbing / memerintahkan / membiarkan aurat terbuka, maka dosa sebagian ditanggung suami

Hukum Islam:: Mengapa Wanita Muslim / Muslimah harus menutup aurat?

Pertanyaan ini sangat penting namun jawabannya justru jauh lebih penting. Satu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang cukup panjang. Jilbab atau hijab merupakan satu hal yang telah diperintahkan oleh Sang Pembuat syariat. Sebagai syariat yang memiliki konsekwensi jauh ke depan, menyangkut kebahagiaan dan kemashlahatan hidup di dunia dan akhirat. Jadi, persoalan jilbab bukan hanya persoalan adat ataupun mode fashion Jilbab adalah busana universal yang harus dikenakan oleh wanita yang telah mengikrarkan keimanannya. Tak perduli apakah ia muslimah Arab, Indonesia, Eropa ataupun Cina. Karena perintah mengenakan hijab ini berlaku umum bagi segenap muslimah yang ada di setiap penjuru bumi. Berikut sebagian jawaban dari pertanyaan di atas:

Pertama :

Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya.Ketaatan merupakan sumber kebahagian dan kesuksesan besar di dunia dan akherat. Seseorang tidak akan merasakan manisnya iman manakala ia enggan merealisasikan,mengaplikasikan serta melaksanakan segenap perintah Allah dan RasulNya.Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar". [Al Ahzab:71]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

ذَاقَ طَعْمَ الإِيماَنِ مَنْ رَضِيَ بالله رَباًّ وَبالإسْلامِ دِيْناً وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلًا.
"Sungguh akan merasakan manisnya iman, seseorang yang telah rela Allah sebagaiRabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul utusan Allah". [HR Muslim].

Kedua :

Pamer aurat dan keindahan tubuh merupakan bentuk maksiat yang mendatangkan murka Allah dan RasulNya.Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". [Al Ahzab:36].

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافىً إلاَّ المُجَاهِرُن.
"Setiap umatku (yang bersalah) akan dimaafkan, kecuali orang yang secara terang-terangan (berbuat maksiat)". [Muttafaqun alaih].Sementara wanita yang pamer aurat dan keindahan tubuh sama artinya dia telah berani menampakkan kemaksiatan secara terang-terangan.

Ketiga :

Sesungguhnya Allah memerintahkan hijab untuk meredam berbagai macam fitnah (kerusakan) Jika berbagai macam fitnah redup dan lenyap, maka masyarakat yang dihuni oleh kaum wanita berhijab akan lebih aman dan selamat dari fitnah. Sebaliknya, masyarakat yang dihuni oleh wanita yang gemar bertabarruj (berdandan seronok), pamer aurat dan keindahan tubuh, sangatlah rentan terhadap ancaman berbagai fitnah dan pelecehan seksual serta gejolak syahwat yang membawa malapetaka dan kehancuran yang sangat besar. Jasad yang bugil jelas akan memancing perhatian dan pandangan berbisa. Itulah tahapan pertama bagi penghancuran dan pengrusakan moral dan peradaban sebuah masyarakat.

Keempat :

Tidak berhijab dan pamer perhiasan akan mengundang fitnah bagi laki-laki.Seorang wanita apabila memamerkan bentuk tubuh dan perhiasannya di hadapan laki-laki non mahram, jelas akan mengundang perhatian kaum laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba. Jika ada kesempatan mereka pasti akan memangsa dengan ganas laksana singa sedang kelaparan.

Seorang penyair berkata,

"Berawal dari pandangan lalu senyuman kemudian salam disusul pembicaraan lalu berakhir dengan janji dan pertemuan".

Kelima :

Seorang wanita muslimah yang menjaga hijab, secara tidak langsung ia berkata kepada semua kaum laki-laki,

“Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu dan kamu juga bukan milikku. Aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang merdeka yang tidak terikat dengan siapapun dan aku tidak tertarik dengan siapapun karena aku lebih tinggi dan jauh lebih terhormat dibanding mereka.”

Adapun wanita yang bertabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki hidung belang, secara tidak langsung ia berkata,

“Silahkan anda menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku.
Adakah orang yang mau mendekatiku?Adakah orang yang mau memandangku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku? Ataukah ada orang yang berseloroh,“Aduhai betapa cantiknya dia?”.

Mereka berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya hingga mereka pun terfitnah. Manakah di antara dua wanita di atas yang lebih merdeka? Jelas, wanita yang berhijab secara sempurna akan memaksa setiap lelaki untuk menundukkan pandangan mereka dan bersikap hormat ketika melihatnya, hingga mereka menyimpulkan bahwa dia adalah wanita merdeka, bebas dan sejati.

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan hikmah di balik perintah mengenakan hijab dengan firmanNya.

"Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih". [Al Ahzab : 59]

Wanita yang menampakkan aurat dan keindahan tubuh serta kecantikan parasnya, laksana pengemis yang merengek-rengek untuk dikasihani. Tanpa sadar mereka rela menjadi mangsa kaum laki-laki bejat dan rusak. Dia menjadi wanita terhina, terbuang, murahan dan kehilangan harga diri dan kesucian. Dan dia telah menjerumuskan dirinya dalam kehancuran dan malapetaka hidup.

SYARAT-SYARAT HIJAB

Hijab sebagai bagian dari syariat islam, memiliki batasan-batasan jelas. Para ulama pembela agama Allah telah memaparkan dalam tulisan-tulisan mereka seputar kriteria hijab. Setiap mukminah hendaknya memperhatikan batasan syariat berkaitan dengan hijab ini. Menjadikan Kitabullah dan Sunnah NabiNya sebagai dasar rujukan dalam beramal, serta tidak berpegang kepada pendapat-pendapat menyimpang dari para pengekor hawa nafsu. Dengan demikian tujuan disyariatkanya hijab dapat terwujud, bi’aunillah.Diantara syarat-syarat hijab antara lain:

Pertama :

Hendaknya menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikitpun selain yang dikecualikan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."

Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminat, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka". [An Nuur:31].

Dan juga firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin,“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang". [Al Ahzab : 59].

Kedua :

Hendaknya hijab tidak menarik perhatian pandangan laki-laki bukan mahram. Agar hijab tidak memancing pandangan kaum laki-laki maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:-. Hendaknya hijab terbuat dari kain yang tebal tidak menampakkan warna kulit tubuh.-. Hendaknya hijab tersebut longgar dan tidak menampakkan bentuk anggota tubuh.-. Hendaknya hijab tersebut bukan dijadikan sebagai perhiasan bahkan harus memiliki satu warna bukan berbagai warna dan motif.-. Hijab bukan merupakan pakaian kebanggaan dan kesombongan.Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berikut.

من لبس ثوب شهرة في الدنيا ألبسه الله ثوب مذلة يوم القيامة ثم ألهب فيه النار.
"Barangsiapa yang mengenakan pakaian kesombongan di dunia maka Allah akan mengenakan pakaian kehinaan nanti pada hari kiamat kemudian ia dibakar dalam Neraka”. [HR Abu Daud dan Ibnu Majah, dan hadits ini hasan]-.

Hendaknya hijab tersebut tidak diberi parfum atau wewangian. Dasarnya adalah hadits dari Abu Musa Al Asy’ary Radhiyallahu 'anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

أَيُّماَ امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَليَ قَوْمٍ لِيَجِدوُا رِيْحَهَافهي زَانِيَةٌ.
"Siapapun wanita yang mengenakan wewangian lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka ia adalah wanita pezina". [HR Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi, dan hadits ini Hasan]

Ketiga :

Hendaknya pakaian atau hijab yang dikenakan tidak menyerupai pakaian laki-laki atau pakaian wanita kafir. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ.
"Barangsiapa yang menyerupai kaum maka dia termasuk bagian dari mereka". [HR Ahmad dan Abu Daud]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengutuk laki-laki yang mengenakan pakaian wanita serta mengutuk wanita yang berpakaian seperti laki-laki. [HR Abu daud Nasa’i dan Ibnu Majah, dan hadits ini sahih].

PESAN PENTING UNTUK YANG MEMPUNYAI PRINSIP MENUTUP AURAT KALAU SUDAH SIAP :
bayangkan jika kita harus mengikuti ujian tanggal 4 misalnya, dan anda belum siap, apakah ujian akan di undur??? jika anda belum siap mengikuti ujian, anda punya konsekuensinya
artinya , jika anda tidak siap menutup aurat sama artinya anda sudah siap menanggung dosa dari pandangan bukan muhrimnya

yang pasti, menutup aurat adalah WAJIB hukumnya bagi muslim yang sudah baliq, tidak ada PENGECUALIAN , karena jelas tertulis dasar hukumnya AL QUR'AN dan HADIST,

jika anda menentang, sama artinya anda menentang HUKUM ALLAH ,naudzubilah minzalik

Gugusan Bintang

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Pernahkan anda melihat dan saksikan Rasi bintang di langit malam ?

Blogger news

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About