Saya Sholat Lima Waktu Tapi ......

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Sebuah renungan yang menakjubkan, subhanallah, Mungkin beginilah wajah umat Islam Indonesia umumnya, mungkin juga wajah umat Islam pada khususnya, sungguh tragis, dan memilukan, semoga kita semua sadar akan keislaman kita.

Saya Sholat lima waktu tapi......
Ingat pada Allah hanya lima waktu itu saja
Dan pada masa lainnya saya lupa pada Nya
Jika Sholat saya 10 menit , maka cuma 10 menit itu saja ingat pada Nya
Mungkin dalam 10 menit itu pun saya masih ingat selain daripada Nya.

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya tidak bersyukur pada Nya ,
Padahal dulunya saya amat susah , Allah yang memberi rezeki pada saya
Dengan rezeki itu saya dapat membeli rumah
Dengan rezeki itu saya dapat menampung keluarga
Dengan rezeki itu saya dapat membeli kendaraan dan sebagainya
Tapi.. hati saya masih belum puas Saya masih tamak akan harta dunia dan masih menganggap serba kekurangan, dan tidak ragu untuk mencuri, baik mencuri secara kecil-kecilan, atau mencuri dalam jumlah besar, dan Menerima Suap (Rejeki) dari yang tidak halal...

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan perkataan yang tidak sopan kepada teman teman
Saya sering menyakiti hati mereka , Saya sering menghina mereka
Saya sering menghina keturunan dan bangsa mereka seolah olah keturunan dan bangsa saya saja yang paling baik Pada hal saya sendiri tidak tahu persis tempat saya di mahsyar nanti bagaimana

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih sombong dengan ilmu yang saya miliki
Saya masih sombong dengan amal perbuatan yang telah saya perbuat
Saya masih sombong dengan ibadah yang saya lakukan
Saya masih sombong dan menganggap sayalah yang paling pandai
Saya masih sombong dan merasa saya paling dekat dengan Allah SWT
Dengan berbagai macam cara dan berbagai argumen saya debat mereka yang tidak sehaluan dengan saya dan saya hancurkan Rumah Ibadah mereka, saya aniaya dan saya siksa mereka dan keluarga mereka Padahal saya sendiri belum tahu , ridhokah Allah SWT dengan apa yang telah saya perbuat itu...

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan ilmu hitam untuk menjatuhkan musuh musuhku
Saya masih memperyai selain Allah, Percaya kepada Jimat meminta kepada kuburan
Saya menggunakan uang bahkan harta serta pangkat dan kekuasaan untuk menjatuhkan manusia yang saya tidak suka...


Lanjutan : Apakah Saya Benar - Benar Shalat ....

Apakah Saya Benar - Benar Shalat ....

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya amat bakhil dan kikir mengeluarkan uang untuk zakat dan sedekah kepada fakir miskin atau kepada anak yatim piatu kerena saya takut hartaku habis dan jatuh miskin...

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menyimpan sifat dengki dan khianat kepada teman teman yang sukses dinaikkan pangkatnya atau dinaikan gajinya dan atau berhasil dalam usahanya, padahal mereka berusaha dan bekerja sungguh sungguh dan saya hanya bekerja seperti hidup segan mati tak mau.

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya mengabaikan anak isteri yang kelaparan dan menderita di rumah, kerena saya merasa sebagai raja di dalam rumahtangga dan boleh berbuat sesuka hati
Saya Sholat lima waktu tapi....
Masih merungut dan mencaci maki bila saya ditimpa musibah, walaupun sebenarnya saya tahu sesuatu musibah itu datangnya dari Allah, karna perbuatan dan prilaku saya sendiri.Seharusnya saya sadar kepada siapakah saya mencaci maki itu ?

Saya Sholat lima waktu tapi....
Menuntut ilmu semata mata mempersiapkan diri untuk berdebat dengan orang lain atau untuk menduga keilmuan mereka dan sengaja mencari cari yang tidak sehaluan dengan saya, dan memaksa mereka mengikuti jejak langkah saya, padahal seharusnya saya sadar tujuan kita menuntut ilmu adalah supaya kita dapat berbuat amal sholeh dan beribadah dengan khusyuk dan tidak melakukan syirik kepada Allah (mempersekutukan Allah SWT dengan yang lainnya)

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya enggan melaksanakan serta kurang bahkan tidak faham dengan firman Allah SWT dalam Al Quran QS: 29 : (Al-Ankabut) : 45 yang artinya Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Saya Sholat lima waktu tapi..
Saya tidak faham dan tidak tahu dan tidak menjalankan dengan benar firman Allah dalam QS 107. (Al Maa´uun) : yang artinya
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya
6. orang-orang yang berbuat riya
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna

Mudah-mudahan tulisan ini bukan Saya atau pun anda. Semoga tulisan ini bisa menyadarkan diri dan kita bisa masuk islam secara keseluruhan, Menjalankan ibadah dan kehidupan sesuai syariat Allah dan tidak berprinsip sholat jalan terus, maksiat tidak boleh ditinggalkan. Mudah-mudahan kita selalu dalam bimbingan Allah, Dan Kita bisa meninggalkan semua yang buruk menuju ridho Allah, menggapai Syurga yang dijanjikan. Amin.

Mengenal Dan Mengimani Keberadaan Allah

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sifat Wajib Allah SWT diterangkan di dalam Kitab Suci Al quran memang tidak langsung apa adanya akan tetapi tersebar di berbagai surah dalam Alquran.Mungkin diantara kita masih ada yang ingat ketika masih dibangku SD, Guru Agama menyuruh untuk menghafal Sifat Wajib bagi Allah yang berjumlah 20, dan kemudian setelah kita dewasa bertanya - tanya, karena tidak menemukan ke-20 sifat itu secara tertulis di dalam Alquran.

Setiap muslim harus meyakini bahwa Allah memiliki semua sifat yang mulia. Seorang muslim juga harus meyakini bahwa Allah mustahil bersifat yang menunjukan kekurangan dan kelemahan. Allah mustahil memiliki sifat yang tidak sempurna, yang menunjukan kelemahan dan kekurangan. Baik Secara Tersirat maupun Tersurat sifat sifat Allah SWT tersebut adalah seperti diterangkan dalam alquran. 

1. Sifat Wajib bagi Allah SWT yang pertama Adalah WUJUD :

Wujud artinya “ada” , maka mustahil Allah bersifat “tiada”. Firman Allah dalam Al-Qur’an ( Qs As-Sajadah : 4 )

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا شَفِيعٍ أَفَلا تَتَذَكَّرُونَ

“Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?”

Pertanyaan yang muncul dalam benak kita setelah membaca ayat diatas adalah bagaimana kita dapat meyakini wujud Allah swt...? Bila Anda melihat atau menyaksikan pesawat terbang melintas di udara, maka dengan yakin Anda mengatakan bahwa pasti ada pilot yang mengendalikan pesawat meskipun Anda tidak melihat nya. Karena jika yang mengendalikan pesawat itu tidak ada, mustahil pesawat itu dapat terbang dan melalui rutenya dengan selamat. lalu apa kaitannya dengan wujud Allah? 

Jawabnya adalah ketika kita melihat matahari, bulan, bintang dan planet bergerak teratur, malam dan siang berganti dengan keteraturan yang amat detil. Mungkinkah mereka ada dan bergerak sendiri? Tidak diragukan lagi bahwa semuanya telah diciptakan dan diatur oleh Allah swt. mustahil matahari, bulan, bintang-bintang, planet, siang, dan malam menjadi ada dan bertahan dengan pergerakannya yang amat teratur. Dengan demikian pula tidak akan ada makhluk yang sangat tergantung dengan mereka semua.

Firman Allah Swt QS Al A'raaf :54

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (٥٤

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam”

Firman Allah Swt QS Lukman : 25

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْلَمُونَ (٢٥

“dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah : "Segala puji bagi Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”


Firman Allah Swt QS Al Hajj : 18

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ (١٨

“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. dan Barangsiapa yang dihinakan Allah Maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki”

Wujud adanya Allah Swt dapat dapat dibuktikan melalui 4 macam :

Dalil Fitrah.

Bukti fitrah tentang wujud Allah adalah bahwa iman kepada sang Pencipta merupakan fitrah setiap makhluk, tanpa terlebih dahulu berpikir atau belajar. Tidak akan berpaling dari tuntutan fitrah ini, kecuali orang yang di dalam hatinya terdapat sesuatu yang dapat memalingkannya.

Firman Allah Subhanahu Wata'ala

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu menurunkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu’ Mereka menjawab: ‘ (Betul Engkau Tuhan kami) kami mempersaksikannya (Kami lakukan yang demikian itu) agar kalian pada hari kiamat tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya kami bani Adam adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan-Mu) atau agar kamu tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu sedangkan kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang setelah mereka.’” (QS. Al A’raf: 172-173).

Dalil Indrawi

Bukti indera tentang wujud Allah sebenarnya sudah sering kita rasakan dan kita alami. Kita dapat mendengar dan menyaksikan terkabulnya doa orang-orang yang berdoa serta pertolongan-Nya yang diberikan kepada orang-orang yang mendapatkan musibah. Tanda-tanda para Nabi yang disebut mu’jizat, yang dapat disaksikan atau didengar banyak orang merupakan bukti yang jelas tentang keberadaan Allah Swt, karena hal-hal itu berada di luar kemampuan manusia. Allah melakukannya sebagai pemerkuat dan penolong bagi para Rasul. Adanya langit, bumi dan isinya adalah bukti nyata yang dapat kita rasakan dengan indera kita.

Dalil ‘Aqli (dalil akal pikiran)

Bukti akal tentang adanya Allah swt adalah proses terjadinya semua makhluk, bahwa semua makhluk, yang terdahulu maupun yang akan datang, pasti ada yang menciptakan. Tidak mungkin makhluk menciptakan dirinya sendiri, dan tidak mungkin pula tercipta secara kebetulan. Tidak mungkin wujud itu ada dengan sendirinya, karena segala sesuatu tidak akan dapat menciptakan dirinya sendiri.
Firman Allah Swt :( Qs Ath Thuur 35-37)

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ (٣٥
" Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?"

أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بَل لا يُوقِنُونَ (٣٦)
"ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan)."

أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُسَيْطِرُونَ (٣٧)
" ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa?"

Dalil Naqli (Dalil Syara’)

Bukti syara’ tentang wujud Allah bahwa seluruh kitab langit berbicara tentang itu. Seluruh hukum yang mengandung kemaslahatan manusia yang dibawa kitab-kitab tersebut merupakan dalil bahwa kitab-kitab itu datang dari Rabb yang Maha Bijaksana dan Mengetahui segala kemaslahatan makhluknya. Berita-berita alam semesta yang dapat disaksikan oleh realitas akan kebenarannya yang didatangkan kitab-kitab itu juga merupakan dalil atau bukti bahwa kitab-kitab itu datang dari Rabb yang Maha Kuasa untuk mewujudkan apa yang diberitakan itu.

Firman Allah Subhanahu Wata'ala

أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلافًا كَثِيرًا (٨٢)

"Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya."

Setelah kita mengenal dan mengimani keberadaan Allah sebagaimana telah dijelaskan diatas, maka perlu kita kenali Allah swt sebagai Rabb yang telah menciptakan, memiliki dan mengatur semua makhluknya, Dialah satu-satunya pencipta yang mengadakan sesuatu dari ketiadaan,

Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya:”Jadilah”. Lalu jadilah ia. (QS. Al Baqarah:117) Dialah Allah Swt satu-satunya pemilik sebagaimana Dia Allah Swt adalah satu-satunya pencipta, demikian juga Dia Allah Swt yang mengatur segala sesuatu.

Wallahu'alam

Menghafalkan Dengan Mengamalkannya

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Salah satu tujuan ilmu pengetahuan adalah menegak­kan amar ma’ruf nahi munkar. Ilmu yang tak berdiri atas kebaikan dan memerangi kemungkaran adalah ilmu yang hampa. Rasulullah saw pernah bersabda, ”Ketahuilah, bahwa ilmu adalah cahaya.” Sifat cahaya yang paling utama adalah memberi penerang. Mengusir kegelapan juga menjadi salah satu tujuan munculnya cahaya. Petunjuk arah juga peran yang tak kalah penting dari cahaya. Maka, ilmu yang benar akan menjadi cahaya yang mengusir kegelapan, sekaligus menunjukkan arah kebaikan.

Posisi ilmu sebagai cahaya adalah posisi mulia dalam kehidupan manusia. Ilmu begitu mulia, bahkan karena kemuliaan ilmu, Allah memerintahkan nabinya untuk berdoa agar Rabbul Izzati berkenan memberi ilmu sebagai rezeki. ”Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: ’Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan,” (QS Thahaa: 114).

Maka, sebuah konsekuensi yang sangat logis ketika kita mempelajari sesuatu yang mulia maka kemuliaan yang sama dengan sendirinya akan menjadi milik kita. Allah memuliakan dan meninggikan derajat manusia yang memiliki ilmu. ” Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: ”Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: ”Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS al Mujadilah: 11).

Sesungguhnya, seluruh penciptaan ini tidak memiliki tujuan lain kecuali penghambaan. Karena itupula, setiap ilmu pengetahuan yang kita pelajari tidak lain harus dibangun dengan satu tujuan, agar proses pengabdian kita kepada Allah SWT lebih baik dan semakin sempurna. Amar ma’ruf nahi munkar adalah tugas besar yang tak mengenal kata usai dalam agama mulia ini. Tugas besar ini terdiri dari dua komponen besar pula, ilmu dan amal. Ilmu yang berlimpah, menggunung dan menganak sungai tidak akan bermanfaat sedikitpun tanpa amal yang berkesinambungan.

Memiliki ilmu yang tinggi, luas dan dalam tidak akan mampu menghentikan kemaksiatan jika sang pemilik ilmu tak mengamalkan setiap pengetahuan yang dimilikinya. Memiliki ilmu dan melakukan amal, merekalah orang-orang yang memiliki kemuliaan dan keberuntungan. ” Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung,” (QS ali Imran: 104).

Ilmu menjadi cahaya karena ada orang-orang yang menyalakannya. Cahaya menjadi penerang karena ada kaum yang bergerak memberikan penerangan. Penerangan menjadi arah atau petunjuk jalan, karena ada mereka yang mengabdikan diri di jalan Allah untuk menyelamatkan manusia. Predikat shalih tidak terdiri hanya dari komponen iman pada Allah dan hari akhir saja.

”Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,” (QS at Taubah: 71).

Kita tidak akan mendapatkan sebutan beriman sampai kita menjadi penolong dan pelindung bagi orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan. Kita juga tak akan mampu mencapai predikat beriman tanpa menegakkan amar ma’ruf nahy munkar. Taat, shalat dan zakat tak cukup membuat kita berdiri dengan gagah di depan Allah SWT di hari kiamat.

Akan dimuliakan orang-orang yang memiliki dan memuliakan ilmu. Akan dimuliakan orang-orang yang memiliki dan mengamalkan ilmu. Diangkat tinggi derajatnya di muka bumi. Disanjung harum namanya oleh penduduk langit. Bahkan para penuntut ilmu diberi perlindungan khusus oleh malaikat yang membentangkan sayapnya untuk menaungi. ”Sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya karena ridha pada para pencari ilmu.,” (HR Abu Daud & Tirmidzi).

Bahkan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah pernah bersabda, ”Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memberikan kemudahan jalan baginya untuk menuju surga.” Tapi lagi-lagi, harus terpatri di dalam hati bahwa ilmu tak akan banyak membantu kecuali dia keluar dari pintu. Artinya, ilmu harus berkelana dan mengejawantah dalam kehidupan manusia , dan membentuk watak serta sifat dan perilaku manusia itu sendiri dalam setiap perbuatannya.

Karena Ilmu akan berkembang melalui dua cara. Pertama, dengan mengajarkannya. Kedua, dengan mengamalkannya. Dengan mengajarkan, kita melahirkan generasi baru yang berilmu. Dengan mengamalkan, kita mengajak membangun generasi baru pada kondisi yang lebih baik dan penuh kemuliaan. Para ulama salaf pernah berkata, ”Dahulu kami menghafalkan ilmu dengan cara mengamalkannya.”

Jika kita mengurai kata ilmu dalam bahasa Arab, maka tulisannya terdiri dari tiga huruf saja: ain, lam dan mim. Dari tiga huruf inilah lahir komponen besar dalam peradaban manusia. Barangnya bernama ilmu, orangnya bernama alim dan perilakunya bernama amal. Ketiganya tak bisa dipisahkan. Ilmu tanpa amal, sering disebut pincang. Amal tanpa ilmu, kita memberinya panggilan buta. Ilmu dan amal bisa menjadi gerakan ketika ada seorang alim yang melaksanakan.

Bangunlah para pemilik ilmu, nyalakan cahaya, saat ini umat sangat membutuhkan. Lakukan sesuatu, perbaiki keadaan, dan berikan petunjuk arah agar peradaban manusia tak semakin hancur berantakan. Semoga Allah menolong kita.

Wallahu A'lam

Gunung Uhud Dan Tempat Suci Lainnnya

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Keistimewaan Gunung Uhud

Gunung Uhud mencintai Rasulullah SAW dan begitu juga sebaliknya. Dari Anas bin Malik r.a, Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya Uhud adalah satu gunung yang mencintai kami dan kami juga mencintainya."" (Disetujui oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Gunung Uhud berguncang ketika Rasulullah SAW beserta para sahabat beliau ketika berdiri di atasnya

Dari Anas bin Malik r.a, Rasulullah mendaki gunung Uhud bersama dengan Abu Bakar r.a, Umar r.a dan Ustman r.a. Ketika itu gunung Uhud berguncang. Kemudian Rasulullah SAW menghentakkan kakinya dan bersabda :

"Diamlah kamu wahai Uhud, karena sesungguhnya berada di atas kamu adalah seorang Nabi, seorang Siddiq dan dua orang syahid"(Diriwayatkan oleh Bukhari)

Keutamaan Wadi Al-'Aqiq

Allah SWT telah menjadikannya sebagai tempat yang penuh keberkahan. Rasulullah menyempatkan singgah di wadi ini dalam perjalanan pulang dari ibadah Haji.

Keutamaan Pemakaman Al-Baqi'

Area pemakaman Al-Baqi' adalah suatu area pemakaman para sahabat Nabi, Tabi'in, Tabi'ut tabi'in, dan para ulama serta orang saleh sesudahnya. Sering Nabi mengunjunginya pada waktu malam dan berdoa dan memohon ampunan untuk mereka yang dikebumikan di pemakaman ini

Di antara doa beliau yang diajarkan kepada kita untuk Ahli al-Baqi' :

"Kesejahteraan atas kamu wahai penghuni-penghuni Makam dari kalangan mukminin dan muslimin. Allah merahmati mereka yang terdahulu dan kemudian dari kalangan kami dan sesungguhnya kami dengan izin Allah akan mengikuti kamu"

"Kesejahteraan atas kamu tempat tinggal orang-orang yang beriman, dan telah datang pada kamu barang apa yang telah dijanjikan untukmu, kamu ditangguhkan hingga hari esok dan dengan izin Allah kami akan mengikuti kamu, wahai Allah, ampunilah penghuni-penghuni Baqi' Al-Gharqod"

Jenazah yang dimakamkan di Baqi' akan dibangkitkan pertama di Padang Mahsyar,  70.000 dari penghuni Baqi' dibangkitkan dan masuk Surga tanpa hisab

Keutamaan Masjid Nabawi

Dianjurkan datang ke masjid Nabawi terlebih dahulu bagi musafir yang pulang bepergian
Masjidnya diasaskan atas dasar taqwa
Pahala salat dilipatgandakan
Pahala bagi orang yang salat 40 raka'at di masjid Nabawi
Tidak boleh meninggikan suara
Keutamaan siapapun yang datang ke masjid Nabawi baik sebagai pengajar maupun pelajar
Raudhah termasuk tempat yang mulia
Mimbar berada di atas telaga Rasulullah SAW.
Mimbar tempat Rasulullah SAW berkhutbah berada di bawah pintu surga
Tangisan dan rajukan batang tamar
Tiang-tiang mimbar masjid menjadi tiang-tiang di dalam surga
Hukuman bagi siapa saja yang bersumpah palsu di mimbar

Wallahu A'lam

Keutamaan Kota Dan Tempat Suci Di Madinah

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Sebagai salah satu kota suci umat Islam, Madinah memiliki sejumlah keutamaan, yaitu :

Tempat yang diprioritaskan penyebutan namanya dalam Al-qur'an.
Yang menjadikan Madinah sebagai tanah haram (suci) adalah Allah SWT.
Pengharaman pemburuan dan buruan di Madinah.
Larangan memotong pohon-pohon, mencabutnya dan memungut barang yang tercecer.
Pengharaman mengangkat senjata dan berperang di dalamnya.
Mengharamkan bid'ah
Allah SWT memilih Madinah sebagai tempat hijrah Rasulullah SAW.
Allah SWT memilih Madinah sebagai tempat disemayamkannya jasad Rasulullah SAW.
Madinah dibersihkan dari Syirik.
Iman akan kembali ke Madinah.
Keberkahan di Madinah dilipatgandakan.
Dajjal tidak boleh memasuki Madinah.
Madinah tidak akan dimasuki oleh rasa gentar terhadap Dajjal.
Madinah tidak akan dimasuki oleh wabah Ta'un.
Perpindahan penyakit dari Madinah ke Juhfah.
Larangan membunuh ular sebelum diberi peringatan selama 3 hari karena para jin di sana banyak yang memeluk Islam dan mereka suka berubah bentuk menjadi binatang di antaranya ular.
Anjuran untuk tinggal di Madinah.
Anjuran agar meninggal di Madinah.
Orang-orang kafir tidak boleh memasuki Madinah.
Alim ulamanya lebih alim dari ulama selainnya.
Tanahnya sebagai penyembuh (Syifa')
Syafaat bagi siapa saja yang sabar atas cobaan di Madinah.
Syetan putus asa untuk disembah di Madinah.
Doa untuk Madinah sebagaimana doa Nabi Ibrahim untuk Mekkah.
Para Malaikat menjaganya hingga Hari Kiamat.
Madinah bermandikan cahaya di hari kedatangan Rasulullah SAW.
Hukuman bagi orang yang mendzalimi penduduk Madinah.
Beribadah di Masjid Nabawi dilipatgandakan pahalanya.

Wallahu A'lam

Gunung Uhud Dan Tempat Suci Lainnya

Memohon Kepada Sang Khaliq

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Mari bersama merengkuh penyucian jiwa dan raga dengan bangun malam. Tidak melewatkan waktu kecuali dengan solat, dzikir dan munajat, mohon kepada sang khaliq dengan khusyu dan tawaddu. Sesungguhnya Allah dekat dengan kita.

Duhai Dzat yang memiliki siang dan malam, manakala malam menyelimuti kegelapannya kami bersujud dengan penuh harap atas ridho-Mu, Ya Rabb terimalah ibadah kami dan sucikanlah hati kami.

Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku dan tingkatkanlah derajatku dan berikanlah rizki kepada ku, Ya Rabb aku bersujud dan bersimpuh berserah diri kepada-Mu.Turunkanlah magfirah-Mu.

Ya Allah, ditempat ini aku bertaubat kepada-Mu dari dosa kecil dan dosa besar, dari kesalahan yang tampak dan yang tersembunyi, dari tergelinciran yang lama dan yang baru, dengan tobatnya orang yang tidak menghendaki lagi melakukan kemaksiatan dan tidak berniat kembali kepada kedurhakaan, Ya Rabb hanya Engkaulah Maha Pengampun.

Ya Allah, bukakanlah keatas kami hikmat-Mu dan limpahkanlah keatas kami khazanah rahmat-Mu, Wahai Tuhan Rabbul Izzati yang maha pemurah lagi maha penyayang, tambahkanlah ilmuku dan luaskanlah kefahamanku, Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku, terimalah pemohonanku Ya Rabb.

Sebaik baik Jihad

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Sebaik-baik jihad adalah berkata benar di hadapan penguasa yang zalim” (HR. Abu Daud).

Begitu luas bumi ciptaan Allah ini yang sebenarnya bisa digunakan untuk menempatkan kata-kata yang benar. Namun, kadangkala untuk berkata benar seakan-akan sudah begitu sempit tempatnya, sehingga mencari tempat-tempat tertentu, seperti tempat-tempat ibadah saja.

Sedangkan tempat-tempat lain, tak terkecuali kantor-kantor untuk mengurus kepentingan umat, tak jarang dijadikan tempat berlangsungnya ketidak-benaran, Lebih-lebih bila dikuasai oleh para penguasa yang zalim. dan yang lebih mengenaskan lagi sudah tidak ada lagi keberanian dari umat islam untuk menyuarakan kebenaran , ketakutan bagai tikus yang hendak diterkam kucing.

"bukankah Allah yang seharusnya kalian takuti..?" al ayat

Di sekitar penguasa zalim, kebenaran seringkali lebih suka dimodifikasi menjadi apa yang paling menguntungkan mereka, terutama di hadapan penguasa zalim, orang-orang berilmu pun bisa “dibengkokkan” kelurusannya dan kehilangan marwahnya. Sebab, tidak sedikit orang yang berilmu tunduk untuk dimanfaatkan sebagai tameng pelindung kepentingan penguasa zalim. Juga tidak sedikit juga orang berilmu bekerja membenarkan keinginan penguasa, meskipun untuk hal-hal yang sebenarnya diketahui tidak benar. Itulah pengkhianatan besar terhadap ilmu sekaligus pengingkaran hati nurani yang sangat parah. Akibatnya, ketidak-benaran, ketidak-adilan, dan berbagai macam kejahatan lainnya merajalela dan berlangsung lama.

Padahal begitu besar penghargaan yang disiapkan untuk orang-orang yang mau “meluruskan” penguasa yang zalim, Akan diberikan pahala jihad, sesuatu pemberian yang sebenarnya sangat dinanti-nantikan oleh setiap manusia (beriman). Namun tawaran ini seringkali tenggelam dalam alam ketidaksadaran dan tidak sedikit  orang yang tergoda dan menjadi bengkok karena yang terasa lebih menyilaukan mata adalah harta dunia. Padahal terlepas dari ada-tidaknya tawaran itu, setiap orang wajib mempertanggungjawabkan ilmunya,dan hendaknya mereka mengatakan yang benar dan membenarkan kata-katanya.

Wallahu A'lam
Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Detik-detik yang berlalu bagi manusia di dunia ini tak terlepas dari peran mewakili. Ucapan, sikap, dan perbuatan seseorang menunjukkan keterwakilannya, meskipun tak setiap waktu disadari. Sebahagian orang murni mewakili Islam lewat kata-kata, perbuatan-perbutan lain, dan hatinya. 

 Namun, tidak sedikit juga orang yang menyebut diri muslim yang mewakilinya setengahnya, sepertiganya, sepersekian saja, atau bahkan tak mewakili sama sekali.

Berapa persen seseorang mewakili ajaran Islam, bisa dirasakan sendiri setiap saat. Gerak gerik tubuh menunjukkan tanda-tandanya. Bila hati tak pernah tergugah untuk menyayangi sesama; bila ucapan sering bersifat menyakiti dan sama sekali tak member manfaat; bila sikap lebih mementingkan hanya diri sendiri; bila lebih suka menyombongkan dengan ilmu, amal, harta, kekuasaan, dan keturunan; bila suka membunuh sesama; bila suka memakan hak-hak orang lain; bila duduk, berdiri, dan berbaring di atas harta haram; bila yang dimasukkan ke perut juga harta haram, bila kata-kata yang mengandung kebaikan dicaci; masih patutkah menyebut diri mewakili Islam? 

Sungguh ajaran yang diajarkan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam tak pernah mengajarkan demikian.

Tak ada yang bisa menambah persentase diri kita mewakili ajaran Islam, kecuali mau mengusahakan sendiri untuk itu. Di samping masjid pun hidup, bila tidak menggugah dan merubah diri, tak akan merubah keadaan. Apalagi bukan tidak ada manusia yang merasakan azan bukan sebagai panggilan, tetapi bahkan sebagai gangguan. Begitu keras hati sebahagian membatu, yang hanya akan lembut, menurut para ulama, manakala selalu mengingat Allah. 

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring...”

Blogger news

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About