Doa Memohon Ampunan

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Ya Raab, saya tidak ragu atas rahmat-Mu, engkaulah pelindungku di dunia dan akhirat, wafatkanlah aku Ya Raab dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang sholeh. Ya Allah, karuniakanlah keikhlasan dalam jiwa kami. Jadikanlah kami hamba-Mu yang senantiasa peduli dengan hamba yang lainnya. Ya Allah bantulah kami, untuk mendekati-Mu dengan amal-amal yang suci. Amal yang membersihkan kami dari dosa dan menjaga kami dari mengulangi celaka. Amin.

Ya Allah, limpahkanlah malam-malam barakah kepada hamba-hamba-Mu ini. Malam dimana hamba-Mu senantiasa bersujud kepada-Mu, malam dimana hamba-Mu dengan khusyu’ menghadap-Mu dengan penuh linangan air mata berharap ampunan dan ridho-Mu, sementara banyak hamba-hamba-Mu yang lain sedang terbuai mimpi dalam tidur mereka. Amin.

Ya Allah, berikan aku ilham untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan agar dapat beramal sholeh yang engkau ridhoi, jadikanlah ketrunanku orang-orang yang sholeh. Sesungguhnya Aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Amin. 

Ya Allah, jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang mendirikan sholat, Ya Allah kabulkanlah do’aku, kasihi kesendirianku dihadapan-Mu. Gemetar hatiku karena gentar kepada-Mu. Goncangan tubuhku karena takut kepada-Mu. Dosa-dosaku wahai Tuhanku, telah membawa kepada tempat kehinaan dihadapan-Mu. Amin.

Ya Allah, jadikanlah pendengaran kami, pandangan dan kekuatan kami menyenangi jalan petunjuk-Mu dan jadikanlah hawa nafsu kami patuh pada ajaran yang dibawa oleh kekasih-Mu Muhammad SAW, Ya Allah berilah kami kehidupan yang baik di dunia dan akhirat. Amin. 

Ya Allah hapuskanlah segala dosaku, dosaku bagaikan pasir hingga tak mampu menghitungnya, Ya Rabb jauhkanlah kami dari selang sengketa, fitnah dan duri durjana, Engkaulah Ya Rabb Maha mengetahui tentang kelemahan hamba-Nya. Sebab itu Ya Rabb kuatkan imanku agar tidak mudah berbuat maksiat. Amin.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam menjalankan agama, sehat bandannya, bertambah ilmunya, berkah rizkinya, sempat bertaubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati, Ya Rabb hanya engkaulah tempat hamba memohon, selamatkan keluarga kami yang saat ini sedang dalam menanti kesembuhan atas kehendak-Mu. Amin. 

Kami bertawasul denganmu kepada Allah dan memohon syafaatmu kepada Allah dan mengharap denganmu kepada Allah Wahai Rasulullah SAW. Dipundak kami terpikul hutang-hutang dan tanggung jawab anak keturunan dan tiada yang memadai beban tersebut, melainkan harapan dan anugrah Allah, Engkau Maha pembri kepada yang meminta, Engkau Maha mengabulkan segala permohonan. Amin.

Ya Rabb, kami memohon kepada-Mu agar mensucikan hati-hati kami dari kotoran dengki dan iri hati, kecenderungan kepada keburukan dan nista, penyakit dendam dan benci, serta tanamkanlah rasa cinta dan kasih sayang ke dalam hati kami, penuhilah dengan kebaikan dan anugrah, serta segerakanlah dengan perasan belas kasihan. Amin 

Ya Allah jika imanku kemasukan syakwasangka atau keraguan, padahal aku tidak tahu mengapa demikian ataupun memang aku mengetahuinya, maka dengan ini aku beratubat dan menyerahkan diri kepada-Mu sambil mengucap La ilaha Illallah Muhammadur Rasululah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam. Amin.

Ya Allah, Ampunilah semua dosa yang telah kulakukan, semua kesalahan yang telah kuperbuat dan aku datang menghampiri-Mu dengan mengingat-Mu, aku memohon pertolongan melalui diri-Mu dan kemuruahan-Mu, dekatkan aku keharibaan-Mu, sempatkan aku untuk bersyukur dan bimbinglah aku untuk selalu mengingat-Mu. Amin.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kesulitan dan kesedihan, aku berlindung kepada Engkau dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada Engkau dari kekikiran dan berhati pengecut, aku berlindung kepada Engkau dari terbelit utang dan tertindas orang lain. Amin.

Ya Allah, Aku memohon kepada-Mu dengan permohonan hamba yang rendah, hina dan ketakutan, maafkanlah aku, sayangilah aku. Jadikan aku selalu rela dan puas dengan pemberian-Mu, selalu tunduk dan patuh kepada-Mu dalam segala keadaan. Ya Rabb, aku memohon dengan permohonan orang yang berat keperluannya. Amin. 

Wahai Dzat yang Maha Pemurah dengan pemberian-pemberian, wahai pemberi bantuan dan pertolongan. Anugrahkanlah Shalawat serta rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, ciptaan-Mu yang paling luhur budinya, ampunilah dosa-dosa kami di malam ini, wahai dzat yang Maha luhur terimalah munajat kami. Amin.

Ya Allah, Maha besar kuasa-Mu, Maha Tinggi kedudukan-Mu, selalu tersembunyi rencana-Mu. Ampunilah dosa-dosaku yang menahan do’a. Ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana. Aduhai Dzat yang memiliki langit dan bumi serta isinya, Aku memohon kepada-Mu melalui kemuliaan-Mu jangan Engkau tolak doaku. Amin 

Aduhai sembahanku, kini aku mengahadap-Mu, memohon ampun dan berserah diri dengan rendah hati mengakui segala kenistaan. Tiada tepat berlindung untuk menyelesaikan masalahku, kecuali Engkau menerima pengakuan masalahku. Ya Allah, terimalah pengakuanku ini, kasihanilah aku yang menanggung beratnya kepedihan. Amin

Aduhai Tuhan pemberi karunia, Engkau tahu aku sangat lemah untuk menanggung beban siksa dunia meski hanya sedikit, meskipun semua bencana dan kejelekan dunia teramat singkat masanya. Serta teramat berat bagi orang yang menanggunnya, semua itu tidak terjadi kecuali karena murka-Mu. Ya Rabb dengan merendah aku memohon ampunan. Amin.

Maha Suci Engkau Aduhai Sembahanku, sayangilah kami yang hanya berbekal harapan, senjatanya hanya tangisan. Aduhai Yang Maha Tahu tanpa diberitahu. Anugrahkan Cahaya yang menerangi yang terjebak dalam kegelapan. Ampunilah dosa-dosa kami di malam ini, Wahai Yang Maha Luhur. Amin.

Ya Allah jangan putuskan harapanku untuk mendapat karunia-Mu, lindungilah aku dari kejahatan Jin dan Manusia musuh-musuhku, Aduhai Yang Maha Cepat Ridho-Nya. Ampubilah orang yang hartanya hanyalah doa, Wahai yang asma-Nya adalah kekayaan, limpahkan Rahmat-Mu. Amin.

Engkau Ya Rabb, telah mewajibkan hamba-hamba-Mu untuk beribadah kepada-Mu, Engkau perintahkan mereka untuk berdoa kepada-Mu, Engkau janjikan kepada mereka ijabah-Mu. Karena itu aku hadapkan wajahku kepada-Mu. Aduhai Tuhan! Aku ulurkan tanganku demi kebesaran-Mu. Maka perkenankan doaku, sampaikan aku pada cita-cita ku. Amin.

Ya Allah! Aku ketuk pintu Rahmat-Mu dengan tangan harapanku, aku berlari menuju-Mu untuk meminta lindungan dari hawa nafsuku yang merajalela. Aku ikat jari-jari cintaku dengan ujung-ujung tali-Mu. Ya Rabb, ampunilah ketergelinciran dan kesalahan yang telah kuperbuat, selamatkanlah aku agar tidak terjerumus ke dalam kehancuran. Amin.

Ya Rabb, kupasrahkan kendali jiwaku dengan tali kehendak-Mu! Kutanggalkan beban-beban dosaku, kumusnahkan ia dengan ampunan dan Rahmat-Mu! Kulepaskan hawa nafsuku yang menyesatkan, kugantikan ia dengan karunia dan belas kasih-Mu. Ya Allah, tetapkanlah bagiku malam ini agar mendatangiku bertabur cahaya petunjuk dan keselamatan dunia dan akhirat. Amin.
Ya Allah, bukalah utntuk kami daun-daun pintu magfirah-Mu di malam ini . Ya Allah kenakanlah kepadaku toga-toga petunjuk dan kesalehan yang paling cemerlang. Melalui keagungan-Mu, tanamkanlah di dalam lubuk hatiku sumber-sumber kekhusyu’an, alirkanlah bulir-bulir bening air mataku karena takut akan keagungan-Mu. Amin.

Engkau Ya Rabb, telah mewajibkan hamba-hamba-Mu untuk beribadah kepada-Mu, Engkau perintahkan mereka untuk berdoa kepada-Mu, Engkau janjikan kepada mereka ijabah-Mu. Karena itu aku hadapkan wajahku kepada-Mu. Aduhai Tuhan! Aku ulurkan tanganku. Demi kebesaran-Mu, maka perkenankan doaku, sampaikan aku pada cita-citaku. Amin.

Ya Allah! Aku ketuk pintu rahmat-Mu dengan tangan harapanku, aku berlari menuju-Mu untuk meminta lindungan dari hawa nafsuku yang merajalela. Aku ikat jari-jari cintaku dengan ujung-ujung tali-Mu. Ya Rabb, ampunilah ketergelinciran dan kesalahan yang telah kuperbuat. Selamatkanlah aku agar tidak terjerumus ke dalam kehancuran. Amin.

Ya Rabb, kupasrahkan kendali jiwaku dengan tali kehendak-Mu! Kutanggalkan beban-beban dosaku. Kumusnahkan ia dengan ampunan dan rahmat-Mu! Kulepaskan hawa nafsuku yang menyesatkan, kugantikan ia dengan karunia dan belas kasih-Mu. Ya Allah tetapkanlah bagiku malam ini agar mendatangiku bertabur cahaya petunjuk dan keselamatan dunia dan akhirat. Amin.

Ya Allah, bukalah untuk kami daun-daun pintu magfirah-Mu di malam ini. Ya Allah kenakanlah kepadaku toga-toga petunjuk dan kesalehan yang paling cemerlang, melalui keagungan-Mu. Tanamkanlah di dalam lubuk hatiku sumber-sumber kekhuusyu’an, alirkanlah bulir-bulir bening air mataku karena takut akan keagungan-Mu. Amin. 

Ya Allah, sertailah kami! Jadikan kami mencintai-Mu, hari-hari kami, jadikanlah hari-hari yang bahagia Ya Allah, dan hidup kami hidup yang tentram lagi diridhoi. Amin.

Ya Allah, berilah petunjuk kepadaku dari sisi-Mu, limpahkan kepadaku karunia-Mu, curahkan rahmat-Mu dan turunkanlah kepadaku berkah-Mu. Amin.

Ya Allah, kini malam-Mu telah menjelang dan siang-Mu telah berlalu. Inilah suara orang-orang yang menyeru diri-Mu dan datangnya doa-doa kepada-Mu, aku mohon ampunan bagi diriku. Amin. 

Ya Allah, selamatkan aku dari neraka dan berilah ampunan di malam dan siang. Ya Allah aku memohon kepada-Mu kebebasan dari nereka dengan selamat. Masukkan aku kesurga dengan tentram. Amin.

Ya Allah, Perbaiki hubungan antar kami, rukunkan antar hati kami, tunjuki kami jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang didunia dan akhirat. Amin

Ya Allah, Wahai yang memudahkan segala yang sukar dan yang menyambung segala yang patah. Wahai yang menemani semua yang tersendiri dan pengaman segala yang takut. Aku mohon kasih-Mu. Amin 

Wahai Tuhan yang tidak memerlukan penjelasan dan penafsiran. Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak, Engkau Maha Tahu dan Melihat. Kami takut kepada-Mu selamatkan kami dari siksa-Mu. Amin

Ya Allah, hamba memohon melalui nama-Mu. Wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Wahai Yang Maha Arif dan Bijaksana. Maha Suci Engkau. Wahai yang menerima segala Taubat. Amin 

Ya Allah, kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami, jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami, jaga kami dengan mata-Mu yang tiada tidur, lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus. Kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu. Berlaku pasti atas kami hokum-hukum-Mu. Adil pasti atas kami keputusan-Mu. Amin

Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau dan telah jadikan aku adalah hamba-Mu, aku menurut perintah dan janji-Mu sesanggupku. Aku mohon perlindungan bahanya dosa yang aku perbuat, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan mengakui pula banyaknya dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau. Amin 

Ya Allah! Wahai Dzat yang memiliki anugrah, wahai dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Tiada Tuhan melainkan Engkau Yang Maha mulia, terimalah amal ibadah kami. Amin

Ya Allah, ampunilah kami, orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara seagama, sahabat-sahabat kami, orang-orang yang mencintai kami karena Engkau, orang-orang yang berbuat baik kepada kami dan bagi kaum muslimin muslimat, mukminin dan mukminat, wahai Tuhan penguasa alam semesta. Sesungguhnya Engkau Maha mendengar doa. Amin 

Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memelihara wajah kami dari sujud kecuali kepada-Mu, Ya Allah peliharalah wajah kami dengan kemudahan rezeki dan jangan Engkau merendahkan kami dengan kesempitan rezeki-Mu. Maka peliharalah diri kami dari meminta-minta hajat kami kecuali kepada-Mu dengan kemurahan dan kaunia-Mu. Wahai dzat yang paling penyayang. Amin

Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu kami mohon pertolongan, terimalah doa kami, Wahai Tuhan Kekalian Alam. Amin

Ya Allah, peliharalah kami dari musibah yang Engkau turunkan, berikanlah kami nikmat-nikmat-Mu dan jadikanlah kami hamba-hamba yang mendapatkan kebaikan, bukan hamba-hamba yang mendapat ujian, dengan rahmat-Mu, Wahai yang paling penyayang diantara yang penyayang. Anugerahkan kepada kami kesehatan lahir dan bathin. Amin

Wahai Yang Maha Lembut, Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Menerima tobat lahi Maha Penyayang.Amin

Ya Allah, yang melepaskan kesulitan, yang menghilangkan kesedihan, yang memenuhi permohonan orang-orang yang dalam keadaan terpaksa, Yang Maha Pengasih dan Penyayang di dunia dan akhirat. Amin.

Korupsi Al Quran Masih Sekedar Dugaan

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, tak selayaknya dirinya dimintai pertanggungjawaban perkara dugaan korupsi Al Quran. Ia menunjuk Wakil Menteri Agama Nazaruddin Umar yang seharusnya dimintai informasi terkait perkara tersebut.

"Tanya (Korupsi Al Quran) sama Wakil Menteri Agama, jangan tanya sama saya. Dia yang tahu, dia yang mengatakan kalau dia yang tahu kasus itu," kata Beliau

Suryadharma menegaskan, ia tidak akan menanggapi sejumlah pihak yang meminta dirinya untuk bertanggungjawab atas kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran tersebut. Dirinya juga tidak mau menanggapi pertanyaan soal kesiapannya dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Kalau semua pihak bicara dan saya tanggapi maka saya akan capek. Ngerti enggak dia (Wamenag). Saya tidak akan menanggapi semua tanggapan orang" tegasnya.

Tersangka kasus dugaan penyuapan proyek pengadaan Al Quran dan IT Laboratorium Komputer Kementrian Agama, Dendy Prasetia (DP) tak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa. Dendy yang sedianya akan diperiksa untuk pertama kalinya sebagai tersangka hari ini Rabu (15/8), mangkir tanpa alasan yang jelas.

"DP tidak hadir," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, di Jakarta, Rabu (15/8/12) petang. Karena tidak hadir pada pemanggilan kali ini, penyidik KPK akan kembali melayangkan surat panggilan kepada anak politisi Golkar di DPR Zulkarnaen Djabar itu. "KPK akan panggil lagi untuk dilakukan pemerikaan sebagai tersangka," ujarnya.

Johan tak menampik kemungkinan bahwa Deny bakal langsung ditahan. Sebab, status kader Golkar itu juga sudah menjadi tersangka.

"Bisa dilakukan penahanan, bisa juga belum. Tapi semua kemungkinan bisa," jelas Johan.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan Dendy dan ayahnya yang juga anggota Komisi VIII DPR, Zulkarnaen Djabar sebagai tersangka. Pasangan bapak dan anak ini diduga menerima hadiah berupa uang sejumlah Rp4 miliar terkait proyek pengadaan di Kemenag tahun 2011-2012. Zulkarnaen bersama Dendi diduga telah mengarahkan anggaran dan mempengaruhi pemenangan rekanan untuk tiga proyek Kemenag.

Proyeknya antara lain pengadaan laboraturium untuk madrasah tsanawiyah (Mts) tahun 2011 senilai Rp31 miliar, pengadaan kitab suci Al Quran tahun 2011 senilai Rp20 miliar dan pengadaan Al Quran tahun 2012

Menunggu Kematian

Posted by "membaca Al Quran 1 komentar
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang maha mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan (dan membalasnya)’’’ (QS. al-Jumu’ah: 8).

Berada dalam kelompok ramai seringkali membuat kita merasa kuat. Bahkan sebahagian kekuatan besar itu kadangkala digunakan untuk menzalimi orang lain. Padahal kenyataan membuktikan, tidak akan selamanya manusia berada dalam kelompok besarnya, karena perlahan namun pasti akan menuju masa-masa sendiri, yaitu mati. 

Sebagaimana disebutkan dalam Alquran, “Tiap-tiap umat memiliki ajal, maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak akan dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat pula mempercepatkannya (QS. al A’raaf: 34).

Menurut Rasulullah, tiga perkara yang akan mengikuti mayat dan dua di antaranya akan pulang. Hanya satu saja yang akan bersamanya dalam kubur. Perkara tersebut ialah: kaum kerabat, harta benda dan amalannya. Semua kaum kerabat dan harta bendanya akan pulang, manakala yang kekal bersamanya ialah amalannya (HR. Imam Bukhari). 

Itulah yang menemani kesendirian kita. Namun, apa jadinya bila amalan bernilai kosong. Lebih-lebih sewaktu di dunia terus hanyut dalam arus orang-orang yang suka menimbulkan kezaliman terhadap orang lain.

Oleh karena itu, penting memanfaatkan kesempatan-kesempatan sewaktu di dunia agar tidak sendiri di alam kubur. Dan, sebaik-baik dorongan untuk itu ialah merasa seolah-olah akan segera merasakan kesendirian yang panjang karena kematian akan tiba. 

Semua yang dilakukan sebaiknya dianggap yang terakhir, karena hal itu akan mendorong kita untuk melakukan yang terbaik. 

Sumber : Aceh tribun news

Kematian Yang Misterius

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Yang mengikuti mayit ada tiga : 1. keluarga, 2. kekayaan dan 3. amalnya, maka yang dua kembali yaitu keluarga dan kekayaannya, dan yang tetap tinggal padanya satu, yaitu amal perbuatannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tak seorang pun mampu memastikan tentang berapa lama dirinya akan menyusuri perjalanan hidup di dunia ini. Tidak juga mampu mengetahui mengapa sebahagian orang diberikan kesempatan hidup yang lama, sedangkan sebahagian yang lain diberikan kesempatan hidup singkat. 

Juga tak ada yang tahu pasti di mana langkahnya akan terhenti sebagai langkah terakhir.

Sebahagian insan mengakhiri langkahnya ketika sedang mengalami kejayaan. Di saat harta melimpah ruah dan kesehatan sedang memuncak, tiba-tiba terhenti tanpa diduga-duga Ajal datang. 

Sebagian yang lain harus mengalami penderitaan sakit menahun atau dirundung kemiskinan semiskin-miskinnya. Lantas, siapakah yang lebih baik di antaranya, juga tak ada yang tahu pasti. Namun yang pasti, dua-duanya akan berakhir dengan menjadi mayit.

Ketika menjadi mayit, perbedaan besar kecilnya keluarga dan kekayaan bukan lagi ukuran. Hidup yang pernah dialami dengan berbagai ukuran kekayaan atau kemiskinan, akan menjadi sejarah. 

Yang menjadi ukuran sekarang adalah apa yang akan menyusul atau ikut serta bersama mayit. Itulah amal perbuatan. Ini juga misteri bagi orang lain, juga bagi diri sendiri.

Sebab, seseorang yang dilihat orang lain baik dari luar, belum tentu demikian dari dalam. Apalagi tak sedikit kebaikan hanya untuk dinampakkan saja, padahal di antaranya berselemak dengan ketidak-ikhlasan atau kemunafikan.

Demikian juga oleh diri sendiri, yang menyangka diri sangat banyak melakukan kebaikan, tetapi sebenarnya telah hilang bagaikan debu yang berterbangan. Tak ada yang tersisa. Sebab, amalan tidak dijaga dari hal-hal yang memusnahkannya, seperti karena gemar melakukan ghibah. 

Untuk itu, kita dianjurkan untuk senantiasa berusaha membersihkan diri dan beramal dalam menyongsong kematian yang misterius .

Menjadi Orang Asing

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Islam pada saat kemunculannya dalam keadaan asing, dan ia akan kembali menjadi asing, maka beruntunglah orang orang yang asing itu” (HR. Muslim).

Disebut asing pada awal munculnya agama Islam dipandang wajar. Sebab, pada saat itu Islam diturunkan dalam masyarakat jahiliyah. Masih sedikit orang yang menganut Islam, sehingga dianggap baru bagi orang kebanyakan. Namun bila Islam kembali menjadi asing bahkan di kalangan masyarakat Muslim sendiri yang jumlahnya sudah begitu banyak sekarang ini, patut direnungkan.

Asingnya Islam di kalangan masyarakat yang mengaku Muslim terjadi karena sedikit orang yang benar benar berpegang teguh pada ajaran Islam, tak terkecuali pada saat merayakan hari raya Idul Fitri. 

Orang orang yang tak teguh pendiriannya menjadikan hari raya sebagai kesempatan bermegah megahan dengan memamerkan kekayaan. Sibuk mempersiapkan berbagai kemeriahan, sehingga shaf shalat berjamaah pun semakin sedikit. 

Juga ada yang kembali melanjutkan berbagai macam kemungkaran, yang sempat ditunda karena katanya menghormati bulan suci Ramadhan.

Namun demikian, masih ada hamba hamba Allah yang tergolong asing dan beruntung di hari raya. Yaitu, hamba hamba yang istiqamah dalam ajaran Islam di saat banyak orang mulai berpaling. 

Hari raya Idul Fitri dijadikan momen untuk menyambut hari kemenangan, karena dosa dosa telah diampuni dan sudah kembali menjadi suci. 

Selain bertakbir dan melaksanakan shalat Id, orang orang beruntung ini saling berkunjung dan menjalin silaturrahim karena mengharapkan ridha Allah. Juga saling memaafkan satu sama lain, juga karena Allah. Termasuk juga menjaga ketertiban dalam masyarakat, tak terkecuali tertib dalam berlalu lintas.

Bagaimana dengan saudara  ...? 

Sumber aceh tribun news

Semoga Menjadi Pemimpi Yang Amanah

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS. Al-Anfal: 27).

Menjadi pemimpin rakyat banyak selalu berhadapan dengan sisi positif dan negatif yang sama-sama banyak. Banyak pahalanya atau banyak dosanya.

Tentu saja pemimpin yang amanah layak mendapatkan pahala yang jauh lebih banyak ketimbang rakyat biasa. Pasalnya, begitu banyak rakyat yang harus dipikirkan pada saat yang sama. 

Sehingga seorang pemimpin yang bekerja satu hari saja untuk mengurus rakyat dengan amanah disejajarkan dengan seorang rakyat biasa yang bekerja setahun. 

Bahkan, pemimpin yang adil termasuk orang yang akan mendapatkan naungan keteduhan dari Allah saat menempuh alam Mahsyar di akhirat kelak.

Namun pemimpin juga manusia, yang mudah menjadi lemah dan lupa. Terbukti tak sedikit pemimpin yang begitu tergelincir, ketika berhadapan dengan godaan harta. 

Rakyat pun kerap dijadikan sebagai tunggangan saja. Rakyat yang mendukungnya secara langsung atau tak langsung pun dikhianati. 

Karena itu, Rasulullah mengingatkan, “Tiada seorang hamba yang diserahkan kepemimpinan rakyat kepadanya lalu dia mati di hari kematiannya dalam keadaan berkhianat kepada rakyatnya, kecuali Allah haramkan surga baginya” (Muttafaqun `alaih).

Semoga pemimpin terpilih mampu menjaga amanah-amanah dengan baik, sehingga mendapatkan limpahan pahala dari Allah. 

Kita sebagai rakyat sepatutnya saling membantu dengan mendoakannya, siapa tahu di antara sekian banyak orang yang berdoa, ada yang terkabul.

Sumber aceh tribun news

Bukan Teror Tapi Human Eror

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Pengamat Perkotaan Sugiyanto mengatakan kebakaran yang terjadi di Jakarta adalah kesalahan yang dilakukan manusia sendiri. Menurutnya, kebakaran yang terjadi hampir setiap tahun di ibu kota negara bisa saja disebabkan arus pendek atau lilin sehingga tidak pantas untuk dituduhkan kepada orang per orang.

"Kebakaran itu kan terjadi hampir setiap tahun, penyebabnya beragam, mulai dari korselting listrik sampai lilin. Jadi kalau ada yang bilang itu disengaja, fitnah yang sangat keji, apalagi sampai diarahkan ke Fauzi Bowo," kata Sugiyanto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/8).

Sebelumnya, Juru Kampanye Joko-Widodo, Dewi Aryani mengaitkan musibah kebakaran yang terjadi belakangan ini dengan pilkada DKI 2012. Menurutnya, kebakaran yang terjadi adalah sebuah usaha teror terhadap pendukung Jokowi-Ahok.

Dewi memiliki alasan khusus di balik pernyataannya itu. Politisi PDIP itu beralasan, kebakaran yang terjadi di Jakarta diklaim sebagai kantong suara Jokowi-Ahok.

"Bencana ini bisa dikategorikan teror bencana mengingat terjadi berurutan dan berada di lokasi-lokasi yang menjadi lumbung suara Jokowi. Sistematis dan terstruktur lokasinya," kata Dewi dalam siaran pers yang diterima JPNN, Kamis (23/8).

Namun Sugiyanto mengatakan, tidak layak menuduh seseorang tanpa disertai bukti. Apalagi kata dia, isu ini sangat riskan. Tuduhan adanya teror itu merupakan bentuk fitnah yang keji.

Karenanya lanjut Sugiyanto, tudingan yang tanpa berdasar ini bisa saja mengarah kepada upaya mengadu domba masyarakat agar ada orang-orang yang diuntungkan dari kerusuhan ini.

"Masyarakat perlu wasapda dan cerdas dalam mengamati isu, bisa jadi itu dilakukan oleh pasukan terlatih. Terlihat ada sekenario adu domba antara pribumi dan non pribumi," ungkapnya

Sumber Jpnn

Tanda Kehancuran

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Jika kita mau banyak banyak memperhatikan betapa banyak tanda kehancuran kecil maupun besar yang sedang dan akan terjadi terjadi negeri kita ini.

Pertama, sebagaimana disebutkan dalam ayat ayat al quran kehancuran itu bersumber dari sikap manusia yang melupakan Allah di saat diberikan kenikmatan.

Melupakan Allah adalah suatu keangkuhan besar, yang menyebabkan pelakunya terselimuti perasaan seakan-akan segala kenikmatan diraih sebagai hasil usaha sendiri.

Padahal telah diingatkan dari Allah lah sumber segala rezeki.

Yang kedua bersumber dari pemerintahan yang buruk.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “.jika Allah menghendaki kehancuran pada suatu kaum, maka akan dijadikan orang-orang kejam sebagai pemimpin-pemimpin mereka, dan orang-orang jahil akan dijadikan sebagai hakim-hakim mereka, dan harta-harta mereka akan berada di bawah kekuasaan orang-orang bakhil.

Semua ini sangat sering terjadi. Antara lain, hukum begitu mudah diperjualbelikan, pemimpin yang sewenang wenang dan tidak lagi mau memakai hukum dan atau aturan baku yang sejatinya sudah tidak boleh dirubah lagi.

Yang ketiga, meninggalnya para ulama yang banyak terjadi akhir-akhir ini.

Sebagaimana diingatkan Rasulullah, “Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hambaNya sekaligus, tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan mematikan para ulama. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, orang-orangpun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Lalu para pemimpin itu ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain” (HR. Imam Bukhari).

Wallahu A'lam

Sumber aceh tribun news

Akibat Tidak Mau Mencegah Kemungkaran

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Telah disiksa penduduk suatu desa yang didiami delapan belas ribu ahli ibadah yang amal dan perbuatan baiknya seperti amal para Nabi. 

Seorang sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa demikian?” 

Maka Nabi SAW menjawab: “Mereka tidak mau marah karena Allah taala, mereka tidak mau menyeru yang baik dan tidak melarang yang mungkar” (al Hadits).

Semakin modernnya zaman, semakin beragam kemungkaran dilakukan manusia. Bahkan, orang yang mencegah kemungkaran, tak jarang dicemooh. Dianggap sok alim, diancam, dan sejenisnya. Kenyataan ini membuat sebahagian orang yang selama ini ikut membantu mencegah kemungkaran, pasrah pada keadaan. Apa yang terjadi, terjadilah. Tidak mau lagi berusaha aktif mencegahnya, meskipun kemungkaran telah merusak sendi-sendi kehidupan. 

Bahkan bagi sebagian orang, jangankan mencegah kemungkaran orang lain, yang dilakukan anggota keluarga sendiri pun tak mau dicegah (lagi). Akibatnya, kemungkaran semakin merajalela.

Kalau mencermati hadits dari Siti Aisyah ra di atas, betapa besar resiko tak mau mencegah kemungkaran. Orang-orang yang gemar beribadah pun akan ditimpa azab, bila ikut membiarkan kemungkaran berlangsung di lingkungannya. 

Bahkan dalam hadits yang lain disebutkan, orang-orang yang mengetahui adanya kemungkaran tetapi tidak mau mencegahnya, dianggap sebagai sekutu bagi pelaku kemungkaran tersebut. Seperti seseorang yang mengetahui adanya korupsi, tetapi tak mau mencegahnya, akan dianggap sebagai bagian dari koruptor tersebut.

Memang tak mudah mencegah kemungkaran di zaman sekarang. Tak tertutup kemungkinan, pelapor kemungkaran malah balik dituduh sebagai pelaku kemungkaran. Namun demikian, Rasulullah telah memberikan penjelasan tentang tingkatan mencegah kemungkaran. Yaitu, dengan tangan atau kekuasaan, bila memang berkuasa. 

Bila tak mampu, maka dengan lidah. Bila juga tak kuasa, maka wajib mencegahnya dengan hati. Namun diingatkan, mencegah kemungkaran dengan hati atau membencinya, termasuk selemah-lemah iman.

Sumber Aceh Tribun News

Tidak Mau Menerima Ketentuan Dari Allah

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Hidup menjadi sangat rumit dan meresahkan manakala seseorang tidak mau menerima ketentuan dari Allah Subhanahu Wata'ala. Sebab, mereka yang demikian tidak akan mau menerima adanya perbedaan antara harapan dan kenyataan. 

Padahal bila sahaja seseorang mau mempercayai dan kemudian mampu memahami adanya takdir mereka akan lebih siap , tenang serta tidak ada kekhawatiran maupun kesedihan dalam menjalani kehidupan, karena mereka akan menyadari bahwa manusia hanya berusaha sahaja sedang Allah Subhananu Wata'ala sahajalah yang menentukan.

Salah satu yang sikap yang merupakan ciri atau yang harus dimiliki oleh orang beriman ialah percaya adanya takdir. Dan di antara takdir itu ialah kematian. Kematian pasti menimpa setiap manusia, kapan saja, di mana saja, dan dengan cara apa saja. Sebagaimana firman Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti merasakan mati. 

Allah juga mengingatkan: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (QS. An-Nisa`: 78). Dan bila maut telah tiba, tak ada (manusia) yang bisa memajukan atau mengundurkannya.

Dalam suatu hadits qudsi, Allah mengingatkan siapa saja yang tidak mau menerima ketentuanNya, maka ia dipersilahkan keluar dari bumi Allah. Dan tentunya tak ada yang tidak mau menerima ketentuan Allah, kecuali orang-orang yang ingkar kepada Allah atau kufur. 

Sedangkan orang-orang beriman akan menerima segala ketentuan khususnya musibah dengan mengucapkan: “innalillahi wainna ilaihi raajiuun”, karena sesungguhnya setiap yang datang dari Allah, akan kembali kepada Allah.

Sumber aceh tribun news

Memetik Dan Menikmati Buahnya

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Wahai anakku, kalau sewaktu kecil kamu rajin belajar, menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, maka sewaktu dewasa kelak kamu akan memetik buahnya dan menikmatinya” (Luqman al-Hakim).

Betapa kecewa manusia bila pohon yang ditanam, apalagi sudah menghabiskan modal yang tak sedikit dan menunggu bertahun-tahun, tidak berbuah. Begitu perumpamaan dalam mencari ilmu. 

Umumnya manusia menghabiskan uang yang tak sedikit, umur yang banyak, dan kelelahan yang tiada terhingga, untuk menuntut ilmu. Namun ketika memperolehnya, ilmu tersebut kadangkala bagaikan pohon yang tak berbuah atau buah yang tak dapat dinikmati.

Menurut Ibnul Qayyim rahimahullah, buah dari ilmu menyebabkan seorang hamba dipuji Allah. Tentunya tak akan mendapat pujian dari Allah bila tidak mengamalkan ilmu dengan menunjukkan ketaatan dan ketakutan kepadaNya. Dalam Alquran disebutkan, yang merasa takut kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu (QS. Fathir: 28).

Namun, ketaatan dan ketakutan seseorang hamba kepada Allah bukan hanya akan terlihat dari bagaimana ia memelihara hubungan baik denganNya, tetapi juga bagaimana memelihara hubungan baik dengan sesama manusia. Santun dalam berbicara, bijak dalam membuat keputusan, dan adil dalam membuat penilaian, merupakan di antara wujudnya.

Namun demikian, manusia kadang lupa terhadap ilmu yang telah disapih bertahun-tahun. Ilmu kadang dijadikan kotak pemisah dirinya dengan orang banyak, sehingga tidak memberi manfaat bagi perbaikan umat. Yang lebih parah, ilmu dijadikan lambang keangkuhan. 

An-Nawawi rahimahullah mengingatkan bahwa sungguh tercela orang yang menuntut ilmu karena menginginkan dunia seperti harta, kepemimpinan, jabatan, kedudukan, popularitas, supaya orang lain cenderung kepadanya, untuk mengalahkan lawan debat dan tujuan semacamnya.

Wallahu A'lam

Apabila Langit Terbelah

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, dan apabila lautan meluap, dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.

Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu berbuat durhaka terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah

Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan susunan tubuh mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.

Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

Padahal sesungguhnya bagi kamu ada malaikat-malaikat yang mengawasi pekerjaanmu, yang mulia di sisi Allah dan mencatat pekerjaan-pekerjaanmu itu, mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh kenikmatan,

dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu.

Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu ?

Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

Yaitu hari ketika seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

Al Infithaar : 1 - 19

Surat Al Infithaar ini menggambarkan kejadian-kejadian pada hari kiamat, dan menerangkan keingkaran manusia kepada karunia Allah dan bahwa segala amal perbuatan mereka itu akan mendapat pembalasan. Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah dan diturunkan sesudah surat An Naazi'aat. Al Infithaar yang dijadikan nama untuk surat ini adalah kata asal dari kata Infatharat (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama.

Pokok-pokok isinya :

Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari kiamat; peringatan kepada manusia agar tidak terpedaya sehingga durhaka kepada Allah; adanya malaikat yang selalu menjaga dan mencatat segala amal perbuatan manusia; pada hari kiamat manusia tak dapat menolong orang lain; hanya kekuasaan Allah-lah yang berlaku pada waktu itu.

Bahaya Meng - Adu Domba

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba” (HR. Muslim).

Sudah sejak daman dahulu kala banyak hal yang akan digunakan oleh orang seseorang dalam rangka untuk mencari keuntungan diri sendiri. mulai cara yang sedikit kotor hingga yang benar - benar jorok dan kotor dan berlebihan termasuk dengan cara mengadu domba antara satu orang atau kelompok dengan orang atau kelompok lain. 

Akibatnya timbul perpecahan antar anggota keluarga, sanak saudara, atau masyarakat dalam satu kampung atau bahkan dalam suatu satu negeri. Perpecahan ini dimanfaatkan oleh mereka baik pihak perseorangan maupun kelompok yang menginginkan orang lain lemah baik secara fisik , mental maupun materi.

Cara seperti ini banyak digunakan kaum penjajah di masa lampau dan bahkan masa sekarang untuk merebut suatu negeri / kekuasaan atau hasil alam negeri tersebut.

Dalam Kitab Durratun Nasihin juga diingatkan bagaimana bahayanya adu domba. Sebagaimana dikisahkan, seorang budak mendatangi isteri tuannya seraya mengatakan bahwa suaminya tidak menyukainya. Agar disukai, ia disuruh untuk mencukur jenggot suaminya tatkala tertidur. Setelah itu si budak mendatangi si tuannya seraya memberitahukan bahwa isterinya akan membunuhnya tatkala ia tertidur. Kalau tidak percaya dengan apa yang dikatakannya, disuruh berpura-pura tidur.

Ternyata isteri tuannya benar-benar melaksanakan usul si budak sewaktu suaminya sedang tidur. Lantas suaminya yang sedang berpura-pura tidur merebut pisau yang sedang dipegang isterinya dan membunuhnya. Tak menerima perlakuan tersebut, keluarga isterinya lantas membunuh si suami tersebut. Lantas terjadilah bunuh-membunuh antar keluarga suami dan keluarga isteri.

Dari kisah tersebut dapat difahami betapa berbahayanya adu domba. Sebagai orang mukmin, apalagi di alam kemerdekaan, kita jangan sampai mewarisi siasat kaum penjajah. Bila mewarisi tukang adu domba, sama artinya dengan menuruti jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang diharamkan masuk surga.

Wallahu A'lam

Sumber Aceh Tribun News

PERISTIWA BESAR PADA HARI KIAMAT

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Surat At Takwir terdiri atas 29 ayat dan termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Masadd. Kata At Takwir (terbelah) yang menjadi nama bagi surat ini adalah dari kata asal (mashdar) dari kata kerja kuwwirat (digulung) yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya :

Kegoncangan-kegoncangan yang terjadi pada hari kiamat; pada hari kiamat setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya waktu di dunia; Al Quran adalah firman Allah yang disampaikan oleh Jibril a.s.; penegasan atas kenabian Muhammad s.a.w.; Al Quran sumber petunjuk bagi umat manusia yang menginginkan hidup lurus; suksesnya manusia dalam mencapai kehidupan yang lurus itu tergantung kepada taufiq dari Allah.

Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, dan apabila lautan dijadikan meluap

dan apabila ruh-ruh dipertemukan dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh,

dan apabila catatan-catatan amal perbuatan manusia dibuka, dan apabila langit dilenyapkan, dan apabila neraka Jahim dinyalakan, dan apabila syurga didekatkan,

maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,

sesungguhnya Al Qur'aan itu benar-benar firman Allah yang dibawa oleh utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.

Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.

Dan dia (Muhammad) bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib.

Dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk,

maka ke manakah kamu akan pergi ?

Al Qur'an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam, yaitu bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus

Dan kamu tidak dapat menghendaki menempuh jalan itu kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam

At Takwiir : 1 - 29

7 (Tujuh) Sifat Orang Mukmin

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Surat Al Mu'minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamai Al Mu'minuun, karena permulaan ayat ini manerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia. Demikian tingginya sifat-sifat itu sebagaimana ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad yang juga mustinya dimiliki oleh umatnya.

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu 1. orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, dan 2. orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna, dan 3. orang-orang yang menunaikan zakat, dan 4. orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. 5. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat yang dipikulnya dan 6. janjinya. 7. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah para ahli waris yakni orang - orang yang akan mewarisi syurga Firdaus Mereka kekal di dalamnya. Al Mu'minuun : 1 - 11

secara garis besar pokok-pokok isi dari surah Al Mu'minuun

1. Keimanan:
Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat; Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

2. Hukum-hukum:
Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya; rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik; pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda-beda.

3. Kisah-kisah:
Kisah Nuh a.s.; kisah Hud a.s. kisah Musa a.s. dan Harun a.s.; kisah Isa a.s.

4. Dan lain-lain:
Tujuh perkara yang harus dipenuhi, oleh seorang mukmin yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat; proses kejadian manusia; tanda-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan; nikmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri. 

Berikanlah Upah Kepada Pekerja

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar

Allah telah berfirman : “Ada tiga jenis manusia di mana Aku adalah musuh mereka nanti di hari kiamat.

Pertama adalah orang yang telah membuat janji akan memberi atas nama-Ku, kemudian tidak memenuhinya.

Kedua, orang yang menjual manusia bebas, lalu memakan uangnya.

Ketiga, orang yang menyewakan seorang upahan dan mempekerjakan dengan penuh, tetapi tidak membayar upahnya” (HR. Imam Bukhari).

Bagaimana perasaan diri kita sendiri bila setelah lelah bekerja seharian, berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan, tetapi upahnya tak dibayar ? 

Tentunya sungguh sangat menyakitkan. 

Apalagi pekerjaan yang tak dibayar upahnya itu, satu-satunya sumber nafkah bagi penghidupan keluarga. Wajar sekali kalau orang-orang yang berkhianat tak mau membayar upah para pekerja sebagaimana mestinya, dimusuhi manusia, juga dimusuhi Allah.

Dalam suatu hadits, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyebutkan orang-orang yang tak mau membayar upah sebagai orang-orang zalim. Menundanya pun, di saat mampu membayarnya, termasuk kezaliman. Apalagi perbuatan menunda tersebut telah menunda kebutuhan banyak orang.

Dalam Alquran disebutkan, orang-orang yang suka berbuat zalim termasuk orang yang tidak akan mendapat hidayah Allah.

Rasulullah tidak ingin umatnya menjadi korban teraniaya atau menjadi penganiaya, terutama melalui jalur upah. Karena itu, beliau menyuruh untuk membayar upah pada waktunya. 

Sebagaimana sabdanya, “Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya.” Apalagi doa-doa orang-orang yang teraniaya, termasuk yang tidak dibayar upahnya, demikian mudah dikabulkan Allah.

Sucikanlah nama Tuhanmu

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi, yang menciptakan, dan menyempurnakan penciptaan-Nya,

dan yang menentukan kadar masing-masing dan memberi petunjuk

dan yang menumbuhkan rumput-rumputan, lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering
kehitam-hitaman

Kami akan membacakan Al Quran kepadamu maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,

orang yang takut kepada Allah akan mendapat pelajaran, dan orang-orang yang celaka akan menjauhinya Yaitu orang yang akan memasuki api yang besar.

Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak pula hidup.

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri dengan beriman dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.

Tetapi kamu (orang-orang kafir / celaka) memilih kehidupan duniawi.

Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, yaitu Kitab-kitab Ibrahim dan Musa

Al A´laa : 1 - 19
 
Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, dan diturunkan sesudah surat At Takwiir. Nama Al A´laa diambil dari kata Al A´laa yang terdapat pada ayat pertama, berarti Yang Paling Tinggi. Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu'ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu'man ibnu Basyir bahwa Rasulullah s.a.w. pada shalat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan shalat Jum'at membaca surat Al A´laa pada rakaat pertama, dan surat Al Ghaasyiyah pada rakaat kedua.

Pokok-pokok isinya :

Perintah Allah untuk bertasbih dengan menyebut nama-Nya. Nabi Muhammad s.a.w. sekali-kali tidak lupa pada ayat-ayat yang dibaca- kan kepadanya. Jalan-jalan yang menjadikan orang sukses hidup dunia dan akhirat. Allah menciptakan, menyempurnakan ciptaan-Nya, menentukan kadar-kadar, memberi petunjuk dan melengkapi keperluan- keperluannya sehingga tercapai tujuannya.
Surat Al A´laa mengemukakan sifat-sifat Allah s.w.t dan salah satu sifat Nabi Muhammad s.a.w. dan orang-orang yang akan mendapat kebahagiaan di akhirat.

Hasil Jerih Payah Tangan Sendiri

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Tidaklah seorangpun memakan makanan sama sekali yang lebih bagus dari memakan dari hasil kerja tangannya sendiri.” (HR. Imam Bukhari).
Jika karena alasan kelambanan dalam bergerak, mungkin siput tak akan mampu mengejar rezeki. Jika karena kependekan tubuh, mungkin semut tak akan mampu menjangkau rezeki yang ditempatkan di tempat-tempat tinggi.

Tapi ternyata, semua binatang, dengan izin Allah, mendapat jatah rezeki dengan caranya masing-masing. Tapi ada hal lain yang amat penting dicermati, yaitu binatang-binatang itu berusaha bergerak setiap hari untuk meraih rezeki masing-masing.

Kenyataan ini sepatutnya membuat kita manusia sebagai makhluk yang diciptakan jauh lebih sempurna ketimbang hewan dan dianugerahi akal pikiran, merasa malu bila malas bergerak untuk mencari rezeki. Dengan akal, banyak sumber rezeki bisa dipikirkan atau diupayakan. Jangan merasa malu mencari rezeki, asalkan halal statusnya. 

Apalagi telah diperintahkan oleh Allaah Subhanahu Wata'ala didalam Al Quran Surah Al Jumu'ah yang dalam bahasa Indonesianya kurang lebih “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezeki yang halal) dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (QS. al-Jumu’ah: 10).

Hal ini juga telah diingatkan oleh Rasulullah Sholallahu 'Alaihi Wasallam, seutama-utama rezeki yang dimakan dan dipakai adalah hasil keringat sendiri (HR. Imam Bukhari).

Bahkan, Rasulullah memberikan penghargaan kepada orang-orang yang bergerak untuk mencari rezeki, meskipun berprofesi sebagai pengumpul kayu bakar. Rasulullah menyebutkan bahwa orang-orang yang mencari rezeki dengan mengumpulkan kayu bakar dan ditaruh di atas punggyungna untuk dijual lebih baik daripada orang yang bekerja meminta-minta kepada orang lain (HR. Imam Bukhari & Imam Muslim).

Menjadi Dewasa Karena Masalah

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Seorang mukmin tidak akan tersengat dua kali dalam satu lubang” (HR. Imam Bukhari & Imam Muslim).

Hidup ini bukan dalam ruang hampa. Banyak tumbuh-tumbuhan, hewan, peristiwa, penyakit, masalah hidup, bencana, dan lain-lain yang ikut mewarnai kehidupan kita. Semua itu bisa menjadi tantangan sekaligus sumber inspirasi untuk kemajuan. 

Dokter menjadi maju ilmunya di bidang medis karena tertantang berbagai macam penyakit yang harus ditanggulanginya. Manusia menjadi dewasa karena berhadapan dengan berbagai masalah yang harus diselesaikannya. Para relawan menjadi mahir bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan cepat karena sering berhadapan dengan bencana alam yang harus ditanggapinya. 

Namun, tentunya semua itu bukan tanpa proses.

Sejumlah ayat dalam Alquran juga menggugah manusia untuk menggunakan akal untuk sebagai prosesnya. Misalnya, “Apakah kamu tidak memikirkannya?” (QS. Yaa sin: 62; Ash Shaaffat: 138, 155; Yunus: 16), “Apakah kamu tidak memperhatikannya?” (QS. Adz Dzariyat: 21), “Apakah kamu tidak memahaminya?” (QS. Al Mu’minun: 80). Dan sangat banyak pertanyaan lain yang sejenis, yang intinya mengajak manusia untuk memperhatikan, memikirkan, memahami, hingga melakukan tindakan nyata.

Semua tindakan nyata itu akan menghasilkan berbagai pengalaman berharga yang amat penting bagi manusia dalam hidup ini. Pengalaman itu sepantasnya membuat manusia (lebih) bijak dalam memilih apa yang terbaik baginya dan bagi umat dalam skala yang lebih luas. 

Tidak sepantasnya bagi seorang mukmin mengalami kekecewaan berkali-kali dalam hal yang sama. Kesalahan yang pernah dilakukan jangan sampai terulang, karena itu seringkali akan menimbulkan dampak-dampak yang tidak diinginkan. Dengan kata lain, pengalaman tidak akan berharga jika tidak mampu dihargakan.

Hanya Memikirkan Isi Perut

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
“Barangsiapa yang hanya memikirkan isi perutnya maka harga dirinya tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya” (Ali bin Abi Thalib r.a.).

Sebagaimana kebiasaan kebanyakan orang disaat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan pun demikian menyambut datangnya hari raya Idul Fitri, masyarakat baik didesa maupun dikota memiliki tradisi yang cukup unik. yakni membeli berbagai macam makanan dan pakaian secara besar-besaran pun demikian senada dengan hal tersebut beragai macam tokok makanan / kue serta pakaian tidak mau ketinggalan ikut memberikan kemudahan serta kemurahan dengan menawarkan diskon serta hadiah yang menarik. 

Bagi orang yang mampu, perayaan dan belanja besar besaran tersebut sungguh suatu hal yang membahagiakan. Namun tidak demikian dengan orang-orang yang tidak mampu, seperti anak yatim dan fakir miskin. Di sinilah orang-orang yang (tergolong) mampu, diuji kemampuannya untuk menunjukkan kepedulian.

Orang yang benar-benar mukmin tak akan mungkin membiarkan orang mukmin lainnya tak terpedulikan. Apalagi Rasulullah telah meningatkan bahwa antara satu orang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan tubuh yang satu. Perasaan sakit yang dirasakan di bagian tubuh sebelah sana akan dirasakan tubuh di sebelah sini. Sehingga tercipta rasa saling peduli. 

Lebih-lebih bulan ramadhan ialah bulan yang mengajak manusia meraih derajat taqwa dimana segala bentuk amal ibadah dinaikkan berlipat pahalanya bahkan didalamnya terdapat bulan yang lebih baik daripada seribu bulan. maka sudah semestinya bagi mereka yang beriman dan bertaqwa sebagaimana yang disebutkan dalam Alquran ialah memiliki kepedulian terhadap nasib orang lain dan bukan manusia kerdil, yang hanya memikirkan diri sendiri.

Rasulullah sendiri semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang paling peduli terhadap orang lain, baik yang telah terbuka hatinya untuk mengikutinya maupun yang belum.

Bahkan, beliau juga paling gigih menyerukan agar umat manusia saling peduli dan saling membantu, lebih-lebih terhadap orang fakir-miskin dan anak-anak yatim piatu. 

Bukan hanya itu, beliau juga mengajak untuk berbagi rahmat agar kita membiasakan diri peduli terhadap nasib orang lain. 

Wallahu A'lam

Min kok isinya nggak nyambung terus ya ...?

Blogger news

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About