Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Hidup di dunia ini hanya sebentar saja
Bila duka bila tawa semoga hati kembali pada Nya
Waktu yang berlari takkan pernah bisa kembali lagi
Bila perih bila sedih air mata bukan segalanya

Hanya hamba Allah yang slalu berserah
Hanya hamba Allah yang slalu berpasrah
Karna segalanya tergantung pada Nya
Hanya pada Dia semua bermuara

Detik waktu kan berlalu
Suka dukakan berlalu
Tiadalah semua abadi
Tangis tawa airmata

Semuakan berlalu dan pergi

Hanya hamba Allah yang slalu berserah
Hanya hamba Allah yang slalu berpasrah
Karna segalanya tergantung pada Nya
Hanya pada Dia semua bermuara

Hanya pada Allah hati kan berserah
Hanya pada Allah jiwakan berpasrah
Karna segalanya tergantung pada Nya
Hanya pada Dia semua bermuara

Semuakan berlalu dan pergi , Kembali kehadirat Ilahi Rabbi

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un

Shalat Tahajjud

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Alhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu 'ala Rosulillah wa 'ala alihi wa shohbihi wa man tabi'ahum bi ihsanin ilaa yaumid diin.

Sholat Tahajjud adalah shalat yang dilaksanakan sepertiga malam dengan penuh keheningan, karena di saat itu banyak orang yang tertidur lelap. Pada saat itulah sebaiknya anda bangun dari tidur, Mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat sunah Tahajud. Boleh anda laksanakan 2 rakaat ditutup dengan witir 1 rakaat. Boleh juga 8 rakaat dan ditutup dengan witir 3 rakaat. Bila anda sanggup, boleh juga sampai 23 rakaat. yang paling penting adalah konsistensi dalam pelaksanaannya. Lebih baik melaksanakan sholat tahajud dengan rakaat yang sedikit tapi rutin tiap malam, daripada banyak rakaatnya tapi tidak rutin.
Waktu Shalat Tahajud

Shalat tahajud boleh dikerjakan di awal, pertengahan atau akhir malam. Ini semua pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagaimana Anas bin Malik -pembantu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam- mengatakan,

مَا كُنَّا نَشَاءُ أَنْ نَرَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
 فِي اللَّيْلِ مُصَلِّيًا إِلَّا رَأَيْنَاهُ وَلَا نَشَاءُ أَنْ نَرَاهُ نَائِمًا إِلَّا رَأَيْنَاهُ

“Tidaklah kami bangun agar ingin melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di malam hari mengerjakan shalat kecuali pasti kami melihatnya. Dan tidaklah kami bangun melihat beliau dalam keadaan tidur kecuali pasti kami melihatnya pula.”

Ibnu Hajar menjelaskan,

إِنَّ صَلَاته وَنَوْمه كَانَ يَخْتَلِف بِاللَّيْلِ وَلَا يُرَتِّب وَقْتًا مُعَيَّنًا بَلْ بِحَسَبِ مَا تَيَسَّرَ لَهُ الْقِيَام

“Sesungguhnya waktu shalat malam dan tidur yang dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berbeda-beda setiap malamnya. Beliau tidak menetapkan waktu tertentu untuk shalat. Namun beliau mengerjakannya sesuai keadaan yang mudah bagi beliau.”

Keutamaan Shalat Tahajud

Pertama : Memperoleh derajat yang tinggi , Allah Ta'ala berfirman,

"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji" Al Israa' : 79

Kedua  : Shalat tahajud adalah sifat orang bertakwa dan calon penghuni surga. Allah Ta'ala berfirman,

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat: 15-18).

Al Hasan Al Bashri mengatakan mengenai ayat ini, “Mereka bersengaja melaksanakan qiyamul lail (shalat tahajud). Di malam hari, mereka hanya tidur sedikit saja. Mereka menghidupkan malam hingga sahur (menjelang shubuh). Dan mereka pun banyak beristighfar di waktu sahur.”


KeTiga: Tidak sama antara orang yang shalat malam dan yang tidak karena orang yang lebih banyak mendirikan shalat malam insya Allah akan dijauhkan dari Azab , Allah Ta'ala berfirman,


“Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada azab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. ” (QS. Az Zumar: 9). 


Ke-Empat : Shalat tahajud adalah sebaik-baik shalat sunnah.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah –Muharram-. Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.”

An Nawawi -rahimahullah- mengatakan, “Ini adalah dalil dari kesepakatan ulama bahwa shalat sunnah di malam hari lebih baik dari shalat sunnah di siang hari. Ini juga adalah dalil bagi ulama Syafi’iyah di antaranya Abu Ishaq Al Maruzi dan yang sepaham dengannya, bahwa shalat malam lebih baik dari shalat sunnah rawatib. Sebagian ulama Syafi’iyah yang lain berpendapat bahwa shalat sunnah rawatib lebih afdhol (lebih utama) dari shalat malam karena kemiripannya dengan shalat wajib. Namun pendapat pertama tetap lebih kuat dan sesuai dengan hadits.

Wallahu a’lam.

Lebih lengkap tentang shalat tahajjud bisa dibaca di artikel sebelumnya Waktu dan keutamaan shalat tahajjud

Masukan dan tambahan mengenai sholat tahajjud sangatlah diharapkan demi untuk kesempurnaan artikel ini silahkan tambahkan di kolom komentar bagi saudara yang memiliki pandangan tambahan semoga bermanfaat.

Doa Penerang Hati 1

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar

“Ya Allah ciptakanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya dari depanku, dan cahaya dari belakangku. 

Ciptakanlah cahaya dalam diriku, perbesarlah cahaya untukku, agungkanlah cahaya untukku, berilah cahaya untukku, dan jadikanlah aku sebagai cahaya. Ya Allah, berilah cahaya kepadaku, ciptakan cahaya pada urat sarafku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku, cahaya di rambutku, dan cahaya di kulitku”

Ya Allah, ciptakanlah cahaya untukku dalam kuburku dan cahaya dalam tulangku” Tambahkanlah cahaya untukku, tambahkanlah cahaya untukku, tambahkanlah cahaya untukku “dan karuniakanlah bagiku cahaya di atas cahaya”

Do'a Masuk Dan Keluar Masjid

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Do'a Masuk Masjid

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ


Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.

Do'a Keluar Masjid


بِسْمِ اللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ

 اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ، اَللَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“Dengan nama Allah, semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepada-Mu dari karunia-Mu. Ya Allah, peliharalah aku dari godaan setan yang terkutuk”.

Pesan Itu Tanda - Tanda Kekuasaan Allah

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah (Kekuasaan Allah). Sesungguhnya Allah Maha Luas rahmat-Nya lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah:115)

Apakah Anda pernah mendengar pesan di dalam hati anda ? Apakah Anda menerima di dalam hati Anda ? Apakah pesan tersebut menyentuh jiwa Anda dengan energi cinta tanpa syarat dan pencerahan ? Jika demikian, Berkah dari Yang Maha Kuasa juga dikenal sebagai (Wahyu/Ilham/Karomah) yang mengalirkan perdamaian, ketertiban, kekayaan, sukses, pemberdayaan, kesehatan, pengetahuan, kebijaksanaan, dan keberuntungan dalam hidup anda tentunya berdasarkan dan berlandaskan Al Quran dan Sunnah. Hal ini bisa dimiliki oleh siapapun , kapanpun dan dimanapun serta dapat hilang kapansaja dan dimana saja , karena pada dasarnya hal itu semata - mata adalah merupakan tanda - tanda kekuasaan-Nya.

Setiap hari dalam hidup kita, Sumber Energi Pencipta berbicara kepada setiap orang dan memasukkan setiap pesan - pesan penting dalam kehidupan dalam beberapa kasus hal ini bisa menjadi kekuatan besar yang bisa memberikan kita panduan dalam menjalani kehidupan, sedang selebihnya adalah pesan-pesan lembut yang harus kembali kita seleksi karena terkadang syeitan dengan mudah memasukkan hal itu ke dalam hati kita. meskipun pada dasarnya itu semua adalah atas izin dan kehendak-Nya.

Pesan-pesan yang penting dan bermanfaat adalah pesan yang selalu menginspirasi kita untuk menjadi lebih dan menciptakan kehidupan yang lebih. Jauh di dalam jiwa kita, itu adalah keinginan terbesar dari setiap manusia untuk menjadi lebih dan untuk menciptakan kehidupan yang lebih dan memberi kita sukacita. Kita semua ingin menjadi penumbuh kreativitas dan kita pastinya ingin melakukannya dengan baik dan benar, serta mengarahkan manusia kepada menjalani kehidupan sesuai dengan aturan-Nya.

Sebagian dari kita mungkin begitu sibuk sepanjang hari sehingga tidak bisa mendengar pesan dalam hati kita dan ini adalah salah satu alasan mengapa bimbingan rohani dalam masyarakat kita sangat penting yang sepenuhnya terbuka untuk menerima pesan-pesan Ilahi yang lebih banyak dimasukkan kedalam hati berupa satir - satir lembut (bisikan/wahyu/Ilham/karomah) dan kemudian memberikan kita jalan / petunjuk dalam mejalani kehidupan yang mana kita bisa berbagi dengan mereka yang bersedia untuk mendengar atau kita juga bisa menyimpan untuk diri kita sendiri, adalah hal itu tergantung dan terserah kepada setiap individu.

Pesan-pesan ini adalah pandangan ke depan akan segala sesuatu yang signifikan untuk setiap zaman serta tentang segala sesuatu yang harus dilakukan dan segala sesuatu yang harus dihindari. Pesan-pesan ini memberikan wawasan untuk apa yang terjadi di zaman kita dan bagaimana hal itu mempengaruhi setiap sendi kehidupan. Ini adalah hadiah dan berkah dari Yang Maha Kuasa. Berkah kesucian dapat dimiliki oleh siapa saja dan memang sejatinya telah dimiliki oleh setiap manusia sehingga kita dilengkapi dengan kebijaksanaan Ilahi dan pengetahuan.

Selanjutnya, pesan yang berupa berkah dan petunjuk dari Yang Maha Kuasa adalah pesan yang memancarkan kekuatan pandangan ke depan dalam menjalani kehidupan. Dengan bimbingan Ilahi dan kebijaksanaan, Anda dapat mengatur niat anda untuk memberdayakan setiap sendi kehidupan dengan mengetahui dimana dan kemana serta apa yang harus anda lakukan tentunya dengan harus terus fokus pada Yang Maha Kuasa dengan menyelaraskan pikiran, visualisasi, dan doa.

Kekuatan pandangan ke depan dan nubuat dapat menghilangkan setiap kekhawatiran dan kesedihan atau ketakutan, karena sebagian besar ketakutan seringkali berhubungan dengan sesuatu yang tidak diketahui, yang selanjutnya akan menumbuhkan Iman disertai dengan kebijaksanaan dan pengetahuan. Dan dengan kebijaksanaan dan pengetahuan yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa kita bisa menjadi lebih dinamis dan lebih kuat dalam menghadapi kehidupan.

Sehingga Tidak ada lagi kekhawatiran dan tidak ada kesedihan serta ketakutan , karena dalam diri mereka yang telah mengetahui dan atau memiliki serta menempuh jalan kepada-Nya akan senantiasa bertawakkal dan berserah diri kepada Yang Maha Kuasa , Allah Subhanahu Wata'ala.


Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi (Ilmu dan Kekuasaan) Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. Al Baqarah : 255

Dalam Al Quran, Allah mengajak manusia agar tidak mengikuti secara buta kepercayaan dan norma-norma yang diajarkan masyarakat, agar merenung dengan terlebih dahulu menyingkirkan segala prasangka, hal tabu, dan batasan yang ada dalam pikiran mereka. Manusia harus memikirkan bagaimana ia menjadi ada, apa tujuan hidupnya, mengapa ia akan mati, dan apa yang terjadi setelah kematian. Ia hendaknya mempertanyakan bagaimana dirinya dan seluruh alam semesta ini menjadi ada dan bagaimana keduanya terus-menerus ada. Selagi melakukan hal ini, ia harus membebaskan dirinya dari segala ikatan dan prasangka.

Jika seseorang berpikir-dengan membebaskan akal dan nuraninya dari segala ikatan sosial, ideologis, dan psikologis-pada akhirnya ia akan merasakan bahwa seluruh alam semesta, termasuk dirinya, telah diciptakan oleh sebuah kekuatan Yang Maha Besar. Bahkan ketika mengamati tubuhnya sendiri atau segala sesuatu di alam, ia akan melihat adanya keserasian, perencanaan, dan kebijaksanaan dalam perancangannya dan ke-Maha Mengaturan Nya.

Al Quran memberikan petunjuk kepada manusia dalam masalah ini. Dalam Al Quran, Allah memberitahukan apa yang hendaknya kita renungkan dan kita amati. Dengan cara perenungan yang diajarkan dalam Al Quran, seseorang yang beriman kepada Allah akan dapat lebih baik merasakan kesempurnaan, hikmah abadi, ilmu, dan kekuasaan Allah dalam ciptaan-Nya. Jika seorang beriman mulai berpikir sesuai dengan cara-cara yang diajarkan dalam Al Quran, ia pun segera menyadari bahwa seluruh alam semesta adalah sebuah tanda karya seni dan kekuasaan Allah, dan bahwa "alam semesta adalah karya seni, dan bukan pencipta karya seni itu sendiri." Setiap karya seni memperlihatkan keahlian pembuatnya yang khas dan unik, serta menyampaikan pesan-pesannya.

Dalam Al Quran, manusia diseru untuk merenungi berbagai kejadian dan benda alam, yang dengan jelas memberikan kesaksian akan keberadaan dan keesaan Allah beserta sifat-sifat-Nya. Dalam Al Quran, segala sesuatu yang memberikan kesaksian ini disebut "tanda-tanda", yang berarti "bukti yang teruji kebenarannya, pengetahuan mutlak, dan pernyataan kebenaran." Jadi, tanda-tanda kebesaran Allah terdiri atas segala sesuatu di alam semesta ini yang memperlihatkan dan menyampaikan keberadaan dan sifat-sifat Allah. Orang-orang yang dapat mengamati dan senantiasa ingat akan hal ini akan memahami bahwa seluruh jagat raya tersusun hanya dari tanda-tanda kebesaran dan Kekuasaan Allah Subhanahu Wata'ala.

Sungguh, adalah kewajiban bagi manusia untuk dapat melihat tanda-tanda kebesaran Allah. Dengan demikian, orang tersebut akan mengenal Sang Pencipta yang menciptakan dirinya dan segala sesuatu yang lain, menjadi lebih dekat kepada-Nya, menemukan makna keberadaan dan hidupnya, dan menjadi orang yang beruntung dunia dan akhirat.

Bersambung Insya Allah ..........

Wallahu A'lam

Syariat Islam

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Syariat Islam adalah hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. Selain berisi hukum dan aturan, syariat Islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini. Maka oleh sebagian penganut Islam, syariat Islam merupakan panduan menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini.

Terkait dengan susunan tertib syariat, Al Qur'an dalam surat Al Ahzab ayat 36 mengajarkan bahwa sekiranya Allah dan Rasul-Nya sudah memutuskan suatu perkara, maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain. Oleh sebab itu, secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan Rasul-Nya belum menetapkan ketentuannya, maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat Al Qur'an dalam Surat Al Maidah (QS 5:101) yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah.

Dengan demikian, perkara yang dihadapi umat Islam dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah SWT itu dapat disederhanakan dalam dua kategori, yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori Asas Syara' dan perkara yang masuk dalam kategori Furu' Syara'.

Asas Syara'

Yaitu perkara yang sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Qur'an atau Al Hadits. Kedudukannya sebagai Pokok Syari'at Islam dimana Al Qur'an itu asas pertama Syara' dan Al Hadits itu asas kedua Syara'. Sifatnya, pada dasarnya mengikat umat Islam seluruh dunia dimanapun berada, sejak kerasulan Nabi Muhammad SAW hingga akhir zaman, kecuali dalam keadaan darurat.

Keadaan darurat dalam istilah agama Islam diartikan sebagai suatu keadaan yang memungkinkan umat Islam tidak mentaati Syariat Islam, ialah keadaan yang terpaksa atau dalam keadaan yang membahayakan diri secara lahir dan batin, dan keadaan tersebut tidak diduga sebelumnya atau tidak diinginkan sebelumnya, demikian pula dalam memanfaatkan keadaan tersebut tidak berlebihan. Jika keadaan darurat itu berakhir maka segera kembali kepada ketentuan syariat yang berlaku.

Furu' Syara'

Yaitu perkara yang tidak ada atau tidak jelas ketentuannya dalam Al'quran dan Al Hadist. Kedudukannya sebagai cabang Syariat Islam. Sifatnya pada dasarnya tidak mengikat seluruh umat Islam di dunia kecuali diterima Ulil Amri setempat menerima sebagai peraturan / perundangan yang berlaku dalam wilayah kekuasaanya. Perkara atau masalah yang masuk dalam furu' syara' ini juga disebut sebagai perkara ijtihadiyah.
Sumber Hukum Islam

1. Al Qur'an

Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia hingga akhir zaman (QS Saba 34:28). Selain sebagai sumber ajaran Islam, Al Qur'an disebut juga sebagai sumber pertama atau asas pertama Syara'.

Al Qur'an merupakan kitab suci terakhir yang turun dari serangkaian kitab suci lainnya yang pernah diturunkan ke dunia.

Dalam upaya memahami isi Al Qur'an dari waktu ke waktu telah berkembang tafsiran tentang isi-isi Al Qur'an namun tidak ada yang saling bertentangan.

2. Al Hadist

1. Hadits Hasan 2. Hadits Shaheh 3. Hadits Dhaif

3. Ijtihad

Ijtihad adalah sebuah usaha untuk menetapkan hukum Islam berdasarkan Al Qur'an dan Al Hadist. Ijtihad dilakukan setelah Nabi Muhammad SAW wafat sehingga tidak bisa langsung menanyakan pada beliau tentang sesuatu hukum. Namun, ada hal-hal ibadah tidak bisa di ijtihadkan. Beberapa macam ijtihad, antara lain :
  • Ijma', kesepakatan para-para ulama
  • Qiyas, diumpamakan dengan suatu hal yang mirip dan sudah jelas hukumnya
  • Maslahah Mursalah, untuk kemaslahatan umat
  • 'Urf, kebiasaan

Do'a Iftitah Dan Artinya

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Jika kita melakukan sholat fardu maupun shalat sunnah, setelah takbiratul ikhram maka kita membaca doa, doa tersebut adalah doa iftitah, berikut ini adalah bacaan do'a yang dibaca pada saat melakukan shalat, tepatnya pada rakaat pertama setelah melakukan Takbiratul Ihram.

أللَّ‍هُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً
ALLOHU AKBAR KABIIROW WAL_HAMDU LILLAAHI KATSIIROW WASUB_HAANALLOHI BUKRO-TAW WA'ASHIILA.
Alloh Maha Besar dengan segala kebesarannya. Segala puji bagi Alloh. Maha Suci Alloh dipagi dan petang hari


وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ
WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHOROS SAMAAWAATI WAL ARDLO, _HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.
Kuhadapkan jiwa ragaku pada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan mengakui kebenaran serta berserah diri, dan tidaklah aku termasuk golongan orang-orang yang musyrik

إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ،
INNA SHOLAATII WANUSUKII WAMA_HYAAYA WAMAMAATII LILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN,
Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Alloh Tuhan semesta alam

لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ
LAASYARIIKALAHU WABIDZAA-LIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN
tiada sekutu bagiNya karena dengan itu aku diperintah. Dan ketahuilah sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim

(HR. Al-Baihaqy)

Syafa'at

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Syafa'at adalah usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Syafa'at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa'at orang-orang kafir.

Syafaat disebutkan pertama kali dalam Al-Qur'an adalah pada QS.AL-Baqarah ayat 48. Dalam ayat tersebut terdapat perintah Allah kepada Bani Israil untuk bertaqwa dengan alasan di akhirat nanti tidak akan ada syafaat (pertolongan) dari siapapun kecuali amal manusia masing-masing. Syafa’at hakikatnya adalah doa, atau memerantarai orang lain untuk mendapatkan kebaikan dan menolak keburukan. Atau dengan kata lain syafa’at adalah memintakan kepada Allah di akhirat untuk kepentingan orang lain. Dengan demikian meminta syafa’at berarti meminta doa, sehingga permasalahan syafa’at ialah sama dengan doa.

Syafa’at ada bermacam macam, diantaranya ada yang khusus dilakukan oleh Nabi Muhammad, yaitu syafa’at bagi manusia ketika di padang Mahsyar dengan memohon kepada Allah agar segera memberikan keputusan hukum bagi mereka, syafa’at bagi calon penduduk surga untuk bisa masuk surga, syafa’at bagi pamannya yaitu Abu Thalib untuk mendapat keringanan adzab.

Ada pula syafa’at yang dilakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam maupun para pemberi syafa’at lainnya, yaitu: Syafa’at bagi penduduk surga untuk mendapatkan tingkatan surga yang lebih tinggi dari sebelumnya, syafa’at bagi mereka yang seimbang antara amal sholihnya dengan amal buruknya untuk masuk surga, syafa’at bagi mereka yang amal buruknya lebih berat dibanding amal sholihnya untuk masuk surga, syafa’at bagi pelaku dosa besar yang telah masuk neraka untuk berpindah ke surga, syafa’at untuk masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab

Dalam keyakinan Ahlus sunah wal jama'ah, tersebut suatu kisah di akhirat nanti umat manusia akan meminta syafaat kepada para nabi. Akan tetapi dari Nabi Adam sampai Isa tidak ada yang bersedia memberikan syafaat. Para nabi tersebut merekomendasikan kepada umat manusia untuk meminta syafaat kepada Nabi Muhammad, sebab hanya beliau yang diberi izin untuk memberikan syafaat. Maka kita sebagai umat Islam untuk meminta syafaat kepada Nabi Muhammad Saw. Sedangkan yang akan mendapatkan syafaat adalah orang-orang tauhid. Ketika Rasulullah ditanya, siapakah yang akan mendapatkan syafaatmu? Beliau menjawab : yang akan mendapatkan syafaatku adalah orang yang mengucapkan La Ilaha Illalah. Syafaat tidak hanya di akhirat saja, akan tetapi juga di dunia sebab pertolongan tidak hanya di akhirat.

Hukum Meminta Syafaat

Bagaimanakah hukumnya meminta syafa’at. Telah kita ketahui bersama bahwa syafa’at adalah milik Allah, maka meminta kepada Allah hukumnya disyariatkan, yaitu meminta kepada Allah agar para pemberi syafa’at diizinkan untuk mensyafa’ati di akhirat nanti. Seperti, “Ya Allah, jadikanlah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pemberi syafa’at bagiku. Dan janganlah engkau haramkan atasku syafa’atnya”.

Adapun meminta kepada orang yang masih hidup, maka jika ia meminta agar orang tersebut berdo’a kepada Allah agar ia termasuk orang yang mendapatkan syafa’at di akhirat maka hukumnya boleh, karena meminta kepada yang mampu untuk melakukanya. Namun, jika ia meminta kepada orang tersebut syafa’at di akhirat maka hukumnya syirik, karena ia telah meminta kepada seseorang suatu hal yang tidak mampu dilakukan selain Allah. Adapun meminta kepada orang yang sudah mati maka hukumnya syirik akbar baik dia minta agar dido’akan atau meminta untuk diberi syafaat dari orang tersebut.

Wallahu A'lam

Bersuci Benda yang wajib disucikan

Posted by "membaca Al Quran 0 komentar
Islam adalah agama yang mencintai kebersihan dan kesucian dalam segala hal, baik kebersihan lahir apalagi kebersihan batin. Oleh karena itu jika kita telah membuang kotoran, baik kotoran besar maupun kotoran kecil diwajibkan membersihkannya. Dalam hukum Islam, soal bersuci dan segala seluk beluknya termasuk dalam ilmu dan amalan yang penting, terutama karena di antara syarat-syarat shalat telah ditetapkan bahwa seseorang yang akan mengerjakan salat diwajibkan suci dari hadas dan suci pula badan, pakaian, dan tempatnya dari najis. Firman Allah swt: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri." (Al Baqarah: 222) Perihal bersuci meliputi beberapa perkara berikut. a. Alat bersuci, seperti air, tanah, dan sebagainya b. Kaifiat (cara) bersuci c. Macam dan jenis-jenis najis yang perlu disucikan d. Benda yang wajib disucikan e. Sebab-sebab atau keadaan yang menyebabkan wajib bersuci


Bersuci ada dua bagian 1. Bersuci dari hadas. Bagian ini khusus untuk badan, seperti mandi, berwudhu, dan tayamum 2. Bersuci dari najis. Bagian ini berlaku pada badan, pakaian, dan tempat

Macam-Macam Air dan Pembagiannya

1. Air yang suci dan menyucikan 
2. Air suci, tetapi tidak menyucikan 
3. Air yang bernajis 
4. Air yang makruh

Di antara keempat macam air di atas, hanya air yang suci dan menyucikan sajalah yang paling cocok dan boleh digunakan untuk berthaharah.

Macam-macam Najis

Najis dibedakan menjadi 3, yaitu : 1. Najis Mukhaffafah (Najis Ringan) Najis ini dapat dihilangkan hanya dengan memercikan air (mengusap dengan air pada benda yang terkena najis. contoh najis mukhaffafah yaitu air kencing bayi laki-laki yang belum makan apapun kecuali air susu ibu. 2. Najis Mutawassitah (Najis Sedang) Cara menghilangkan najis ini adalah dengan cara mencucinya sampai hilang warna, bau, rasa, zat, dan sebagainya hilang. contoh najis mutawassitah adalah bangkai, darah, nanah, minuman keras, dan lain-lain. 3. Najis Mugallazah (Najis Berat) Contoh najis mugallazah adalah jilatan anjing. jika terkena ini, maka cara menghilangkannya adalah dengan membasuh dengan air mengalir sebanyak 7 kali yang di sela-selanya diusap dengan debu (tanah).

Kaifiat (Cara) Mencuci Benda yang Kena Najis

1. Najis mughallazah (tebal), yaitu najis anjing 
2. Najis mukhaffafah (ringan), yaitu kencing anak laki-laki yang belum memakan makanan lain selain ASI 
3. Najis mutawassitah (pertengahan)

Blogger news

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About